Search

Tim Ad Hoc Kawal Kasus Dugaan Pencabulan Santri di Tenggarong Seberang

Ketua Tim Ad Hoc Faridah saat diwawancarai oleh awak media di Kantor DPRD Kukar. (Berita Alternatif/Junaidin)

BERITAALTERNATIF.COM – Tim Ad Hoc yang dibentuk untuk mengawal kasus dugaan pencabulan santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Tenggarong Seberang segera bergerak melakukan langkah tindak lanjut.

Hal ini disampaikan Kepala P2TP2A Kukar Faridah yang juga ditunjuk sebagai Ketua Tim Ad Hoc penanganan kasus tersebut.

Kata dia, tim masih menunggu hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) kedua di DPRD Kukar. Setelah itu, barulah Tim Ad Hoc dijadwalkan turun ke lapangan untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

“Karena ini masih membahas ada RDP, jadi kita juga belum bisa langsung turun ke lapangan. Nah, setelah RDP yang kedua ini, maka Tim Ad Hoc akan bekerja,” jelasnya pada Selasa (26/8/2025).

Pihaknya sudah menggelar rapat internal dengan melibatkan psikiater dan psikolog untuk mempersiapkan langkah-langkah pendampingan terhadap korban. Fokus utamanya adalah pemulihan kondisi psikologis para korban.

“Kalau kami kan lebih fokus untuk penanganan terhadap psikologisnya. Untuk masalah di pondok sendiri ada timnya tersendiri. Korban yang kemarin itu sudah mulai sekolah lagi. Mereka sudah memilih sekolah yang lain,” terangnya.

Ia menjelaskan, Tim Ad Hoc melibatkan banyak pihak lintas sektor. Mulai dari Dinas DP3A, Dinas Sosial, rumah sakit, kejaksaan, kepolisian, TRC, Kemenag, MUI, LDII, hingga Muhammadiyah. Tujuannya agar hasil penanganan bisa lebih maksimal dan komprehensif.

“Karena ini membawahi beberapa OPD dan DPR juga. Jadi, kita harus sinkronkan waktunya; tidak bisa tim bekerja sendiri,” ujarnya.

Faridah mendorong agar Tim Ad Hoc bisa segera bergerak dalam waktu dekat.

“Kalau bisa minggu depan kita sudah turun karena masyarakat juga menunggu aksi dari Tim Ad Hoc ini,” pungkasnya. (*)

Penulis: Junaidin
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA