BERITAALTERNATIF.COM – Denny Ruslan, pria yang sempat disebut-sebut sebagai sosok “Koboy Kukar” dengan inisial DC/DS di berbagai akun media sosial, kembali menjalani pemeriksaan resmi di Direktorat Tindak Pidana Siber Polda Kalimantan Timur pada Selasa (2/12/2025) pukul 09.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita.
Pemeriksaan berlangsung selama kurang lebih tiga jam, setelah sebelumnya Denny melaporkan kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah tersebut pada 20 November 2025.
Dia juga telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) sebagai tindak lanjut dari laporan yang diajukannya.
Usai memberikan keterangan kepada penyidik, ia menyampaikan pernyataan panjang terkait dampak yang ia dan keluarganya alami akibat isu yang beredar luas di media sosial.
Denny menegaskan bahwa tuduhan yang menyebut dirinya sebagai pelaku pencabulan atau tindakan asusila terhadap seorang perempuan asal Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, merupakan fitnah yang sama sekali tidak berdasar.
Setelah keluar isu yang terpampang di dunia maya, yang disebarkan pengeloa akun media sosial Info Etam dan Lambe Kaltim, kehidupannya beserta keluarga besarnya, termasuk anak dan cucu menjadi berubah.
“Kami semua seperti dihina, dicibirkan, digunjingkan, dan serasa semua mata memandang bahwa kami adalah pelaku dan keluarga pelaku yang melakukan asusila,” ungkapnya.
Dia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bertemu dengan korban, tidak pernah berkomunikasi melalui telepon maupun pesan, dan tidak memiliki hubungan apa pun seperti yang dituduhkan.
“Kalau perbuatan itu saya lakukan, mungkin saya wajar mendapat perlakuan tersebut. Tapi demi Allah saya tidak pernah melakukannya. Berjumpa saja tidak pernah, percakapan pun tidak ada. Kenapa tiba-tiba wajah saya yang dimunculkan sebagai pelaku?” katanya.
Ia mengaku bahwa tuduhan tersebut membuatnya sangat tertekan, hingga merasa malu ketika datang ke masjid tempat ia biasa salat berjemaah karena takut dinilai oleh masyarakat.
“Saya bukan orang kaya, bukan pejabat. Saya hanya orang biasa, hanya aktivis, dan saya sudah tua. Yang tersisa bernilai dalam hidup saya hanyalah harga diri dan marwah. Sampai kapan pun itu akan saya jaga, saya perjuangkan, dan akan saya pulihkan kembali,” ujarnya.
Denny menyoroti bahwa apabila kasus ini dibiarkan mengambang, maka stigma yang menempel pada dirinya dan keluarganya akan berlangsung seumur hidup.
Dia menegaskan bahwa ia akan terus mengawal proses hukum agar kasus ini terang benderang.
Ia berharap aparat kepolisian dapat mengungkap siapa pelaku sebenarnya agar korban mendapatkan keadilan dan nama baik dirinya serta keluarga bisa dipulihkan.
“Allah Maha Adil, kebenaran pasti akan menemukan jalannya. Saya akan terus kawal kasus ini sampai korban dan pelaku sebenarnya terungkap. Korban harus mendapatkan keadilan, dan pelaku yang sebenarnya harus mendapatkan sanksi sesuai perbuatannya,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Denny juga mengajak pemilik akun media sosial yang sebelumnya menyebarkan tuduhan tersebut untuk bersama-sama mengungkap fakta sebenarnya, serta menjadikan kasus ini pembelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi.
“Semoga teman-teman akun medsos yang mengisukan saya kemarin mau bersama-sama mengungkap kasus ini. Agar kita semua lebih berhati-hati, bertabayun, dan berjuang menyampaikan kebenaran dengan cara-cara yang benar,” tutupnya. (*)
Penulis: Ahmad Rifai
Editor: Ufqil Mubin












