Search

Dispar Kukar Klarifikasi Polemik Taman Replika Tenggarong: Menunggu Kelayakan dan Serah Terima dari Dinas PU

Kabid Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara, Ivan Akhmad. (Berita Alternatif/Ulwan Murtadho)

BERITAALTERNATIF.COM — Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan klarifikasi terkait polemik pengelolaan Taman Replika Tenggarong yang sebelumnya menjadi sorotan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Hukum Unikarta.

Kabid Pemasaran Wisata Dispar Kukar, Ivan Akhmad, menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat melakukan pengelolaan terhadap taman tersebut karena terkendala proses serah terima dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar.

Ivan menerangkan bahwa pengelolaan destinasi wisata yang berada di bawah pemerintah harus melalui mekanisme yang jelas, termasuk kesiapan fasilitas dan penyerahan aset secara administratif kepada instansi yang berwenang.

Menurutnya, selama proses tersebut belum selesai, maka Dispar Kukar belum memiliki dasar untuk melakukan pemeliharaan maupun pengelolaan secara langsung.

“Kalau objeknya belum siap difungsikan, kami juga belum bisa masuk,” jelasnya kepada awak media Berita Alternatif pada Kamis (2/4/2026).

Dia mengungkapkan bahwa Taman Replika Tenggarong merupakan proyek yang dibangun oleh Dinas PU Kukar dengan tujuan awal sebagai pengembangan destinasi wisata baru yang dikelola pemerintah daerah.

Namun hingga saat ini, ungkapnya, belum ada serah terima resmi dari pihak Dinas PU kepada Dispar, sehingga pengelolaan taman tersebut belum dapat dilakukan.

“Makanya kami belum bisa melakukan pemeliharaan, termasuk pengelolaannya sampai pemasarannya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam sistem pengelolaan pariwisata, suatu destinasi baru dapat dipromosikan apabila telah siap secara fungsi dan operasional.

Dalam konteks ini, Taman Replika dinilai belum memenuhi kriteria tersebut karena kondisi fisiknya yang masih belum siap digunakan.

Menurutnya, peran Dispar Kukar baru dapat berjalan optimal apabila objek wisata sudah berada dalam kondisi siap pakai dan telah resmi diserahkan untuk dikelola.

“Kalau sudah siap difungsikan dan diserahkan, baru kami bisa mengolah, termasuk nanti dari sisi manajemen, pengamanan, sampai promosi,” tambahnya.

Ivan juga mengungkapkan bahwa pihaknya pada prinsipnya bersedia menerima pengelolaan taman tersebut, namun dengan catatan bahwa seluruh fasilitas telah dibenahi dan siap digunakan oleh masyarakat.

Dia mencontohkan beberapa destinasi lain yang telah berhasil dikelola Dispar Kukar setelah melalui proses serah terima dan kesiapan operasional, seperti Taman Tanjong dan sejumlah objek wisata lain yang telah dilengkapi dengan sistem pengamanan.

Ia berpendapat, kesiapan fasilitas menjadi syarat utama agar pengelolaan dapat berjalan maksimal dan tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

“Kalau sekarang kan masih belum siap. Masih banyak yang harus dibenahi, itu tugasnya PU dulu sebelum diserahkan,” tegasnya.

Ivan menyebut bahwa pemerintah daerah berencana menindaklanjuti aset-aset yang belum difungsikan, termasuk Taman Replika Tenggarong.

Dia mengungkapkan bahwa terdapat kemungkinan dilakukan revitalisasi atau penyesuaian konsep terhadap taman tersebut, tergantung pada kebijakan lanjutan dari pihak yang berwenang.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar aset yang telah dibangun tidak terus terbengkalai dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Aset-aset pemerintah yang belum difungsikan itu akan dikaji lagi, termasuk kemungkinan revitalisasi,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa secara konsep, pembangunan Taman Replika sebenarnya memiliki potensi sebagai destinasi wisata, mengingat lokasinya yang berada di kawasan strategis dan terintegrasi dengan objek wisata lain.

Ivan menyebut kawasan tersebut berada di sekitar Waduk Panji Sukarame dan dekat dengan Museum Kayu, sehingga berpotensi menjadi bagian dari jalur wisata terpadu.

Namun demikian, dia menekankan bahwa potensi tersebut hanya dapat terwujud apabila pembangunan diselesaikan dan pengelolaan dilakukan secara serius.

“Harus diselesaikan dulu, disiapkan betul-betul baru bisa dikembangkan,” jelasnya.

Terkait kemungkinan koordinasi antara Dinas PU dan Dispar, ia menyebut hal tersebut sangat memungkinkan dilakukan sebagai bagian dari solusi penyelesaian persoalan pengelolaan taman.

Ivan menegaskan bahwa kolaborasi antarinstansi menjadi kunci agar tujuan awal pembangunan sebagai destinasi wisata dapat tercapai.

Dia berharap setiap pembangunan yang dilakukan pemerintah bisa benar-benar difungsikan dan tidak berhenti pada tahap pembangunan fisik semata.

Pihaknya mengaku siap berdiskusi serta berkoordinasi dengan pihak Dinas PU Kukar terkait masa depan taman tersebut.

Dispar Kukar, lanjutnya, memiliki itikad baik untuk membenahi pengelolaan dengan syarat objek yang diserahkan sudah siap kelola.

“Harapannya setiap yang dibangun itu bisa difungsikan. Jangan sampai sudah dibangun tapi tidak dimanfaatkan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA