BERITAALTERNATIF.COM – Pembangunan sodetan oleh Pemerintah Kota Samarinda di Loa Janan Ilir menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi banjir yang jauh lebih besar saat musim hujan di wilayah Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Aliran air buatan tersebut diarahkan ke Sungai Loa Janan. Padahal, sungai tersebut telah menyempit dan mengalami pendangkalan sejak permukiman penduduk dibangun di sepanjang bantaran sungai.
Pemkot Samarinda berdalih, air yang dibuang lewat sodetan tersebut berasal dari Kecamatan Loa Janan. Namun, hal ini dibantah oleh Camat Loa Janan Hery Rusnadi dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Kukar pada Senin (7/9/2026).
Pengalihatan air dari wilayah Samarinda ke Sungai Loa Janan disebutnya akan meningkatkan debit air di sungai tersebut saat musim hujan, sehingga menimbulkan banjir yang akan menggenangi rumah-rumah warga Loa Janan Ulu.
Kepala Desa Loa Janan, Supariyo, mengaku telah mewanti-wanti Pemkot Samarinda agar tidak memfungsikan sodetan tersebut sebelum Sungai Loa Janan dinormalisasi oleh pemerintah.
Penegasan ini disampaikannya saat mediasi yang dilaksanakan di Kantor Camat Loa Janan. “Prinsip dari Pemerintah Desa Loa Janan Ulu tetap bertahan. Silakan saja membangun di wilayah mereka, tapi jangan difungsikan gorong-gorong atau drainase sebelum normalisasi Sungai Loa Janan,” tegasnya kepada awak media Berita Alternatif di Kantor Desa Loa Janan Ulu pada Selasa (8/9/2026) siang.
Pematangan lahan sodetan dari Pemkot Samarinda, ungkap dia, dimulai pada Oktober 2025. Hal ini pun direspons oleh Camat Loa Janan Hery Rusnadi, Kepala Desa Loa Janan Ulu Supariyo, dan Anggota DPRD Kukar Johansyah dengan cara melihat secara langsung proses pematangan lahan untuk pembuatan sodetan tersebut.
“Kami ke lapangan karena tidak ada pembertahuan. Seperti yang disampaikan Dinas Perkim kemarin. Enggak ada pemberitahuan, termasuk ke Desa. Bersurat atau lisan, enggak ada,” ungkapnya.
Ia menyebut pembuangan air lewat sodetan ke Sungai Loa Janan akan menimbulkan banjir yang berpotensi menggenangi pemukiman penduduk di 11 RT yang terletak di Loa Janan Ulu.
“Tidak ada tambahan debit air dari sodetan saja, ketika hujan deras, yang durasinya 2-3 jam gitu, itu sudah banjir. Lebih-lebih ditambah buangan dari sodetan ini, ini kan perlu dipertimbangkan,” ujarnya. (*)
Penulis: Arif Rahmansyah
Editor: Ufqil Mubin











