BERITAALTERNATIF.COM – SMP Negeri 2 Tenggarong menerapkan semakin kreatif dalam merancang pola pengelolaan sampah plastik yang melibatkan siswa secara langsung.
Sampah yang dikumpulkan kemudian dijual kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), sementara hasil penjualannya dikembalikan kepada kelas masing-masing.
Kepala SMPN 2 Tenggarong, Yunus, mengatakan pola tersebut mulai dikembangkan sekitar pertengahan 2024 sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan siswa dalam memilah dan mengelola sampah.
Ketika sampah plastik sudah terkumpul dalam jumlah banyak, pihak sekolah menghubungi DLHK. Petugas kemudian datang mengambil sekaligus membeli sampah plastik yang telah dikumpulkan.
“Kalau sudah banyak, kita tinggal telepon saja. Mereka datang dan membeli sampah plastiknya,” kata Yunus kepada awak media Berita Alternatif pada Senin (07/09/2026)
Hasil penjualan tersebut kemudian dibagikan kembali kepada siswa melalui kelas masing-masing. Pembagiannya disesuaikan dengan jumlah sampah plastik yang berhasil dikumpulkan oleh setiap kelas.
“Kalau yang banyak sampahnya, banyak uangnya. Kalau tidak ada, ya tidak dapat,” ujarnya.
Menurut Yunus, mekanisme tersebut sengaja dibuat agar siswa memiliki dorongan untuk menjaga kebersihan sekaligus memilah sampah.
Siswa tidak hanya diarahkan untuk membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mengetahui bahwa sampah yang mereka kumpulkan dapat memiliki nilai ekonomi.
“Artinya itu secara tidak langsung memicu mereka untuk membuang sampah pada tempatnya. Mereka juga memilah sampahnya,” katanya.
Perubahan pola pengelolaan sampah kemudian dilanjutkan pada awal 2025. Sebelumnya, setiap kelas memiliki satu hingga dua bak sampah.
Sekolah kemudian mengurangi tempat sampah yang tersebar di setiap kelas dan memusatkannya menjadi empat tempat sampah dengan kategori warna, yakni kuning, merah dan hijau.
Menurut Yunus, perubahan tersebut dilakukan agar pengelolaan sampah tidak lagi sekadar mengandalkan banyaknya tempat sampah, tetapi mendorong siswa melakukan pemilahan sejak awal.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan lingkungan di SMPN 2 Tenggarong.
Siswa dilibatkan sejak proses pengumpulan, pemilahan hingga pemanfaatan hasil penjualan sampah.
Pola ini juga mendukung komitmen sekolah dalam membangun budaya lingkungan yang menjadi salah satu visi utama SMPN 2 Tenggarong. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin











