Search

Sayyid Abdul Malik al-Houthi Desak Saudi Hentikan Agresi dan Blokade terhadap Yaman

Pemimpin Yaman, Sayyid Abdul Malik Badruddin al-Houthi. (Yaman Extra)

BERITAALTERNATIF.COM – Dilansir dari Isnews Indonesia pada Jumat (18/9/2026), Pemimpin Yaman Sayyid Abdul-Malik Badruddin al-Houthi menegaskan bahwa tuntutan utama pihaknya terhadap Arab Saudi adalah penghentian agresi, blokade, dan tindakan yang menurutnya merugikan rakyat Yaman.

Pernyataan tersebut disampaikan Sayyid Malik dalam pidatonya mengenai perkembangan dan situasi terbaru pada 6 Rabiul Akhir 1448 Hijriah atau 17 September 2026.

“Persoalan kami dengan Saudi adalah agar mereka menghentikan kejahatan mereka terhadap kami. Ini adalah tuntutan yang benar, jelas, alami, dan sangat adil,” katanya.

Dia mempertanyakan alasan Saudi terus melakukan tekanan terhadap Yaman, termasuk melalui pengerahan militer, blokade, serta tindakan yang disebutnya sebagai pelanggaran terhadap kebebasan dan kemerdekaan rakyat Yaman.

Menurutnya, Saudi merupakan pihak yang terus melakukan agresi terhadap Yaman. Karena itu, ia menilai tuntutan agar agresi dan blokade dihentikan merupakan tuntutan yang wajar.

Sayyid Malik juga menyoroti keterlibatan Saudi dalam konflik regional. Dia menyebut rezim Saudi sebelumnya mencegat drone yang diarahkan menuju wilayah Palestina yang diduduki untuk menghadapi Israel.

Selain itu, ia mengungkapkan, Saudi pernah membuka bandara-bandara mereka bagi pesawat pengintai Israel untuk melakukan pengintaian terhadap Yaman dari jarak dekat.

Sayyid Malik juga menyebut Saudi berbagi informasi intelijen dengan Israel serta berpartisipasi bersama Amerika Serikat dalam agresi terhadap Yaman.

Dia menjelaskan, Saudi memiliki pengerahan militer dalam jumlah besar dan kemampuan persenjataan yang digunakan untuk menyerang rakyat Yaman.

Ia mengatakan agresi tersebut mencakup ratusan serangan udara yang dilancarkan dari pangkalan-pangkalan udara Saudi.

“Agresi Saudi membombardir negara kami dengan rudal jelajah Amerika dari dalam wilayah Kerajaan,” katanya.

Sayyid Malik juga menyebut Saudi menggunakan tenaga ahli dari AS, Israel, dan Inggris dalam operasi militernya terhadap Yaman.

Menurutnya, Saudi juga berupaya mengaburkan pihak yang sebenarnya melancarkan serangan udara dengan menggambarkan bahwa serangan dilakukan oleh pasukan atau tentara bayaran.

Dia menilai tudingan tersebut tidak masuk akal karena pesawat yang digunakan untuk menyerang Yaman berangkat dari pangkalan dan bandara Saudi serta menggunakan bom yang dibeli oleh Saudi.

Ia turut menanggapi isu mengenai keamanan pelayaran di laut yang digunakan Saudi untuk menghasut pihak lain agar mengambil sikap terhadap Yaman.

Sayyid Malik juga menuduh rezim Saudi memanfaatkan isu sektarian dan takfiri untuk memprovokasi masyarakat serta membentuk citra negatif terhadap Yaman.

Menurutnya, Saudi bahkan meminta pihak-pihak regional untuk ikut berpartisipasi dalam agresi terhadap Yaman.

“Rezim Saudi mengangkat isu bahaya terhadap pelayaran di laut dengan tujuan menghasut pihak lain terhadap negara kami,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa pihaknya mengetahui siapa musuh mereka dan apa yang menjadi prioritas perjuangan. Namun, Saudi tidak membiarkan Yaman menghadapi persoalan tersebut sendiri karena terus melakukan agresi.

Dalam pidatonya, ia juga menegaskan bahwa konflik dengan Saudi tidak membuat pihaknya meninggalkan persoalan Palestina.

Sayyid Malik mengatakan Yaman tetap berpegang pada prinsip menghadapi musuh-musuh umat Islam, terutama Israel.

“Kami tetap teguh dalam menghadapi musuh Zionis yang merupakan ancaman terhadap Makkah, Madinah, Masjid Al-Aqsa, dan seluruh tempat suci Islam,” katanya.

Dia menolak upaya yang bertujuan mengalihkan permusuhan kepada rakyat Yaman.

Ia menyebut tindakan Yaman dalam menghadapi blokade dan mempertahankan negara tidak berarti mengabaikan persoalan Palestina.

“Ketika kami bergerak dalam rangka menghadapi blokade yang mencekik rakyat kami dan menahan agresi, hal itu tidak berarti kami mengabaikan persoalan Palestina, persoalan umat kami, atau siapa musuh kami,” ujarnya.

Sayyid Malik menegaskan bahwa rakyat Yaman memiliki hak untuk mempertahankan diri, tanah air, kemerdekaan, dan kebebasan.

Dia menyampaikan kepada rakyat Yaman untuk menggelar aksi massa pada Jumat, 18 September 2026.

Ia menyerukan mobilisasi besar-besaran di ibu kota Sana’a dan seluruh provinsi untuk menyampaikan sikap terhadap sebagai “kebohongan besar” dari Saudi serta pihak-pihak yang menerima tuduhan tersebut.

“Saya menyerukan kepada rakyat kami tercinta untuk melakukan aksi jutaan orang besok, Jumat, insyaallah, di ibu kota Sana’a dan seluruh provinsi, untuk membela kehormatan Islam mereka,” katanya.

Sayyid Malik juga menyerukan agar aksi tersebut menjadi penegasan terhadap perjuangan yang adil serta penolakan terhadap agresi dan blokade.

Selain itu, dia mengaitkan aksi tersebut dengan sikap Yaman terhadap persoalan umat Islam, khususnya terkait tempat-tempat suci seperti Makkah, Madinah, dan Masjid Al-Aqsa.

Ia juga menyampaikan pesan kepada penduduk provinsi-provinsi di wilayah selatan dan timur Yaman. Masyarakat di wilayah tersebut bukan sasaran pihaknya.

“Saya menegaskan kepada seluruh penduduk provinsi-provinsi selatan dan timur: kami tidak menargetkan mereka,” katanya.

Menurutnya, sasaran mereka adalah pengerahan militer yang didatangkan oleh Saudi untuk menyerang rakyat Yaman.

Sayyid Malik juga menyebut sebagian kelompok yang didatangkan Saudi merupakan kelompok takfiri yang menghalalkan darah dan kehormatan rakyat serta membantu kepentingan Saudi.

Kelompok-kelompok tersebut, lanjut dia, juga dituduh melayani kepentingan AS dan Israel serta berupaya mengalihkan perhatian umat Islam dari persoalan Palestina menuju konflik internal.

Ia kembali menegaskan bahwa tuntutan pihaknya kepada Saudi adalah penghentian agresi, pengakhiran blokade, dan penghentian tindakan yang menghalangi rakyat Yaman memperoleh kekayaan nasionalnya.

“Saudi harus menghentikan agresinya terhadap negara kami dan mengakhiri blokade terhadap rakyat kami. Ini adalah tuntutan yang benar, wahai seluruh manusia di dunia,” ujarnya. (*)

Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA