Search

Di Balik Layar Ruang Pengiriman Pesan Trump

Pesan-pesan kontroversial Trump di Truth Social bukan sekadar reaksi sesaat. Di balik arus tersebut terdapat mekanisme yang memproduksi, mengulang, dan mengubah pesan-pesan itu menjadi narasi politik. (Agro Indonesia)

BERITAALTERNATIF.COM – Sekitar satu tahun delapan bulan telah berlalu sejak dimulainya masa jabatan kedua kepresidenan Donald Trump. Halaman miliknya di Truth Social telah menjadi salah satu saluran komunikasi paling ramai dari seorang presiden Amerika Serikat.

Di sana, ancaman, serangan politik, unggahan ulang, gambar, klaim berita, bahkan pesan-pesan kebijakan luar negeri dipublikasikan secara beruntun dalam jeda waktu yang singkat.

Dilansir dari Mehr News pada Kamis (17/9/2026), volume penyampaian pesan ini, terutama ketika suatu gagasan diulang berkali-kali, menimbulkan pertanyaan: Apakah yang kita hadapi hanyalah reaksi spontan Trump, atau sebuah mekanisme untuk memproduksi dan mengukuhkan narasi politik?

Laporan media AS dalam beberapa bulan terakhir telah mengungkap sebagian dari mekanisme tersebut, mulai dari peran para asisten seperti Natalie Harp dalam mengumpulkan dan menyampaikan konten yang diusulkan, hingga jaringan akun yang dekat dengan gerakan MAGA yang menyediakan bahan bakar bagi mesin penyampaian pesan ini.

Pada saat yang sama, pemeriksaan terhadap ribuan unggahan Trump menunjukkan bahwa pengulangan tema-tema tertentu, mulai dari pemilu dan lawan-lawan politik hingga agresi terhadap Iran, telah menjadi pola yang konsisten dalam komunikasinya.

Pola ini tidak hanya ditujukan kepada para pendukungnya di dalam negeri, tetapi juga secara bersamaan dapat memengaruhi media, pasar, pemerintah asing, dan pihak-pihak yang berhadapan dengan AS.

Gambaran yang diperoleh dari aktivitas ekstensif Trump di Truth Social tidak terbatas pada publikasi unggahan pribadi sang presiden.

The Washington Post pada Juni 2025, setelah memeriksa 2.262 unggahan Trump selama 132 hari pertama masa kepresidenannya, melaporkan bahwa presiden mengandalkan sebuah tim kecil untuk aktivitas medianya. Berdasarkan laporan tersebut, dalam banyak kasus Trump mendiktekan teks unggahannya kepada asistennya, Natalie Harp.

Para juru kamera yang membuat film dokumenter tentang kampanye pemilihannya juga sebelumnya merekam adegan ketika Trump mendiktekan unggahan, sementara Harp dan Dan Scavino mengetikkannya.

Laporan-laporan yang diterbitkan mengenai Harp menunjukkan bahwa asisten Trump tersebut dikenal di lingkungan sekitar Gedung Putih dengan julukan “printer manusia” karena selalu membawa printer kecil dan menyampaikan hasil cetak berita serta materi yang disukai kepada presiden.

Laporan The New York Times juga menempatkannya di antara orang-orang dekat Trump dan mengungkap perannya sebagai saluran untuk menyampaikan konten serta informasi kepada presiden.

Laporan yang sama juga menjelaskan satu hal penting lainnya, yakni bahwa Trump tidak selalu memublikasikan unggahannya melalui para asisten. Dalam beberapa kasus, ia menerbitkannya sendiri, terutama pada larut malam dan dini hari ketika sedang menonton berita televisi.

Seorang pejabat senior Gedung Putih juga mengatakan kepada The Washington Post bahwa presiden mengandalkan tim kecil untuk mengelola aktivitas daringnya dan bahwa Dan Scavino mengelola sebagian besar kehadirannya di media sosial.

Dengan demikian, apa yang terlihat di halaman Trump merupakan gabungan antara pesan-pesan pribadinya dan sebuah proses yang melibatkan para asistennya dalam mempersiapkan serta menyampaikan konten.

Namun, fakta yang lebih penting melampaui peran Harp sebagai seorang asisten tertentu maupun Scavino. Dalam pemeriksaan yang sama, The Washington Post menunjukkan bahwa setelah unggahan Trump dipublikasikan di Truth Social, unggahan tersebut dengan cepat dibagikan ulang oleh tokoh-tokoh gerakan MAGA dan media yang sejalan, lalu menjangkau khalayak yang jauh lebih besar.

Surat kabar tersebut, dengan mengutip para peneliti di bidang media sosial, menulis bahwa meskipun Truth Social memiliki jumlah pengguna yang jauh lebih sedikit dibandingkan X, platform tersebut pada praktiknya telah menjadi sumber yang memasok konten bagi kelompok-kelompok pendukung Trump. Konten yang berasal dari sana kemudian dipindahkan dan diperkuat di jejaring sosial lainnya.

Oleh karena itu, berdasarkan laporan-laporan dari AS tersebut, dapat dikatakan bahwa apa yang terjadi di Truth Social bukan sekadar hubungan langsung antara Trump dan para pengikutnya. Di sekitar presiden telah terbentuk sebuah rantai produksi, penyampaian, publikasi, dan publikasi ulang konten.

Dari sudut pandang para analis, ketika sebuah pesan dipublikasikan oleh presiden, kemudian disebarluaskan oleh jaringan akun dan media yang sejalan, lalu kembali masuk ke dalam siklus pemberitaan, sebuah unggahan pribadi dapat dalam waktu singkat berubah menjadi narasi dominan mengenai suatu isu.

Kekuatan mekanisme ini tidak hanya terletak pada jumlah unggahan Trump, tetapi juga pada kemampuannya mengubah pesan-pesan singkat menjadi agenda media dan politik.

Pemeriksaan terhadap perilaku Trump di Truth Social menunjukkan bahwa pengulangan pesan dan tema-tema tertentu telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari cara komunikasinya.

The Washington Post, yang pada Juni tahun lalu memeriksa 2.262 unggahan Trump selama 132 hari pertama masa jabatan keduanya, menyimpulkan bahwa volume aktivitasnya di jejaring sosial tersebut lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama pada masa jabatan pertamanya. (*)

Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA