Search

Qalibaf: Rezim Zionis adalah Nazisme Abad Ke-21

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf. (Mehr News)

BERITAALTERNATIF.COM – Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menegaskan bahwa rezim Zionis tidak pernah berada di bawah tekanan sebesar hari ini.

Qalibaf menyebut para pemimpin Israel tidak memiliki rasa kemanusiaan dan kehormatan, serta penuh kebencian terhadap Islam dan kemanusiaan. “Mereka adalah Nazisme abad ke-21,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).

Dalam peringatan Hari Masjid Sedunia yang bertepatan dengan 56 tahun tragedi pembakaran Masjid al-Aqsa, dia menekankan bahwa para ulama dan pejabat sebagai elit masyarakat harus memahami kondisi zaman dan tempat mereka berada, serta mampu membaca situasi dari level keluarga, masyarakat, hingga internasional.

Ia mengingatkan bahwa Imam Khomeini telah mengembalikan izzah umat Islam, sebagaimana pada masa awal Islam ketika semua kekuatan kufur bersatu melawan umat Islam. Kini pun, dunia hak dan dunia batil berhadapan secara penuh.

Qalibaf menjelaskan bahwa perang kognitif saat ini tidak bisa disamakan dengan perang masa Saddam. Menurutnya, meski pengalaman defa’-e moqaddas (perang suci melawan Irak) sangat berharga, tetapi bentuk, metode, dan konspirasi musuh sekarang jauh lebih kompleks.

Dia mengutip ucapan Presiden AS Joe Biden setelah peristiwa 7 Oktober, yang mengatakan bahwa jika Israel belum didirikan, maka saat itu pasti harus didirikan, karena kondisi rezim Zionis kala itu sudah rapuh. Bahkan, pasukan Amerika melalui CENTCOM yang mengendalikan militer Israel ketika mereka jatuh.

Ia menekankan bahwa dalam operasi Janji yang Terpenuhi 1, 2, dan 3, Iran tidak hanya berhadapan dengan Israel, tetapi juga dengan AS, NATO, dan sebagian fasilitas militer negara-negara kawasan.

“Semua sistem pertahanan udara, Gumbung Besi, bahkan NATO dan Amerika, kini menghadapi rudal-rudal kita,” katanya.

Qalibaf menegaskan bahwa rakyat Iran dan umat Islam kini bangga terhadap sikap Iran. Banyak tokoh dan intelektual di dunia Arab yang sebelumnya skeptis, setelah melihat peran Iran dalam perang terakhir, berubah sikap dan ikut membela.

Dia menyebut rezim Zionis kini berada dalam kondisi tertekan. Karena itu, persatuan rakyat Iran harus berporos pada Wilayah Faqih.

Ia mengingatkan bahwa dalam operasi Janji yang Terpenuhi 2, Iran sudah menemukan titik lemah sendiri maupun musuh, dan terus memperbaikinya.

Ketua Parlemen juga mengingatkan, kekuatan Iran tidak hanya pada rudal, tetapi pada hati rakyatnya. “Jika hati rakyat bersama kita, maka rudal kita akan lebih kuat dan lebih efektif,” tegasnya.

Qalibaf menambahkan bahwa sebagian kelemahan Iran berasal dari manajemen internal, terutama di bidang ekonomi dan perumahan. Namun ia optimis, dengan perubahan dan koordinasi antarlembaga, masalah-masalah itu bisa diselesaikan.

Dia juga menekankan peran masjid sebagai pusat pergerakan. Masjid harus menjadi tempat suara rakyat, penguatan budaya, dan penyelesaian masalah sosial.

“Imam Khomeini pernah berkata, jangan takut pada pesawat tempur musuh, tapi takutlah jika masjid-masjid kosong,” ujarnya.

Menurut Qalibaf, Iran harus membangun “pos komando masjid” agar seluruh rakyat bisa terlibat. Kekuatan sejati revolusi bersumber dari masjid, dan semua aktivitas politik maupun sosial harus bertumpu pada basis ini.

“Kekuatan kita bukan hanya pada senjata, melainkan pada iman rakyat. Jika rakyat ada di medan, tidak ada kekuatan yang bisa mengalahkan kita,” ujarnya. (*)

Sumber: Mehr News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA