BERITAALTERNATIF.COM – Kegiatan sosialisasi Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Tahun Anggaran 2026 dengan tema Revitalisasi Seni Jatung Utang di Era Modern: Menghidupkan Kembali Musik Tradisional Kalimantan di Tengah Arus Modernisasi Digital digelar di Kantor Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama Tim PISN bersama mitranya, Yayasan Benaong yang terletak di Kelurahan Baru. Yayasan tersebut bergelut dalam kegiatan-kegiatan kesenian, khususnya seni musik dan tari.
Ketua Tim PISN Muhlis menjelaskan bahwa program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu kegiatan yang didanai melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Dia menyampaikan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung pelestarian seni dan budaya tradisional agar tetap hidup di tengah perkembangan teknologi digital.
“Pengabdian kepada masyarakat ini salah satu kegiatan yang diperlombakan oleh Kementerian Dikti, Sains, dan Teknologi. Alhamdulillah, dari jutaan proposal yang masuk, di Universitas Mulawarman ada tiga yang lolos,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari tiga proposal yang berhasil mendapatkan pendanaan tersebut, dua berasal dari Fakultas Ilmu Budaya dan satu dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman. Proposal yang lolos dari FKIP berasal dari tim yang dipimpin oleh Muhlis.
“Program seperti ini baru berjalan dua tahun dan ini merupakan tahun kedua. Semoga program-program seperti ini ke depannya tetap dilanjutkan oleh kementerian, agar seni tradisional, termasuk musik Jatung Utang, dapat terus dilestarikan,” katanya.
Menurutnya, kegiatan revitalisasi seni Jatung Utang tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi juga akan dilanjutkan dengan kegiatan lain seperti festival mini yang menjadi bagian dari rangkaian program.
“Setelah kegiatan ini, kita akan lanjutnya dengan pelatihan dan festival mini,” tuturnya.
Muhlis juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan program tersebut, terutama tim penyusun proposal dan mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
“Terima kasih kepada Pak Sril, Ibu Heti, Pak Muhammad Ibnu, serta mahasiswa yang bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini. Ada Hadi, Farsya, dan Afif yang turut membantu menyukseskan kegiatan,” ungkapnya.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Dikti, Sains, dan Teknologi RI yang telah membiayai dan mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan kegiatan pelestarian seni tradisional tidak berhenti sampai di sini,” harapnya.
Program PISN ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan seni musik tradisional Kalimantan, khususnya Jatung Utang, agar dapat dikenal dan diapresiasi oleh generasi muda di tengah derasnya arus modernisasi digital. (*)
Penulis & Editor: Ufqil Mubin











