Search

Pembangunan Sistem Irigasi Jadi Langkah Strategis untuk Pengembangan Pertanian di Kukar

Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin. (Berita Alternatif/Ufqil Mubin)

BERITAALTERNATIF.COM – Anggota DPRD Kalimantan Timur Salehuddin menyebut pembangunan sistem irigasi merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian di Kutai Kartanegara (Kukar).

Dia menilai para petani di Kukar belum bisa memaksimalkan hasil tanam karena keterbatasan infrastruktur pendukung pertanian, terutama irigasi.

Akibatnya, para petani hanya menanam padi sebanyak dua kali dalam setahun. Hingga kini, mereka belum mampu mencapai tiga kali tanam dalam satu tahun.

Menurut Saleh, jika kawasan-kawasan potensial yang telah dipetakkan sebelumnya bisa segera diintervensi secara optimal, baik oleh Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi, maka peluang Kukar untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri bisa meningkat secara signifikan.

Langkah ini diharapkannya mampu mengurangi ketergantungan Kukar terhadap pasokan pangan dari luar daerah.

Rencana pembangunan irigasi disebutnya telah masuk dalam draf awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kukar tahun 2025-2029.

Namun, ia mengungkapkan bahwa program-program pertanian pada tahun 2025 masih belum terwujud secara maksimal.

Sejauh ini, menurut Saleh, dukungan pemerintah terbatas pada bantuan kecil, yang belum menyentuh aspek-aspek krusial seperti mekanisasi pertanian dan pengelolaan saluran irigasi dalam skala besar.

Dia menyebut pembagian tanggung jawab yang jelas antara Pemerintah Kabupaten dan Provinsi akan memaksimalkan potensi pertanian, terutama area persawahan yang sangat luas di daerah ini.

Ia juga menyoroti potensi komoditas lain seperti karet, yang selama ini belum tergarap secara optimal karena berbagai hambatan, salah satunya ekspansi tambang yang makin memperkecil lahan pertanian.

“Dari tahun ke tahun luasan pertanian kita mengalami penyusutan,” jelasnya kepada awak media Berita Alternatif pada Jumat (16/5/2025).

Beberapa wilayah yang sebelumnya memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian kini mulai tergerus, bahkan hilang karena aktivitas pertambangan legal maupun ilegal.

Situasi ini menurutnya mengkhawatirkan bagi masa depan pertanian Kukar. “Karena bukan hanya mengurangi lahan pertanian, tetapi juga berdampak pada keberlanjutan sumber pangan daerah dalam jangka panjang,” pungkasnya. (adv)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA