Search

Dina Sulaeman Bantah Ansarullah Yaman Izinkan Kapal Israel Lewat Laut Merah

Pengamat Timur Tengah, Dr. Dina Y. Sulaeman. (Ahlulbait Indonesia)

BERITAALTERNATIF.COM – Pengamat Timur Tengah, Dr. Dina Sulaeman, membantah anggapan bahwa Ansarullah Yaman telah memberikan izin kepada kapal-kapal Israel untuk melintasi Laut Merah setelah terjadinya komunikasi antara pihak Amerika Serikat dan Ansarullah di Oman.

Menurut Dina, informasi mengenai adanya jaminan keamanan bagi kapal Israel perlu dilihat secara kritis karena laporan tersebut terutama bersumber dari sumber anonim.

Pernyataan itu disampaikan Dina ketika membahas pemberitaan mengenai pertemuan antara pejabat AS dan perwakilan Ansarullah di Muscat, Oman, pada September 2026.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa pejabat AS bertemu dengan perwakilan Ansarullah di Kedutaan Besar AS di Muscat. Pertemuan tersebut disebut berlangsung setelah Ansarullah memperluas kendalinya di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman.

Laporan Reuters menyebut lima sumber anonim mengetahui pertemuan tersebut. Dua sumber mengatakan perwakilan Ansarullah menyampaikan bahwa mereka tidak berniat menyerang kapal Amerika dan tetap berkomitmen terhadap kesepakatan gencatan senjata AS–Ansarullah yang dicapai pada Mei 2025.

Salah satu sumber yang disebut Reuters sebagai warga Yaman juga mengatakan Ansarullah menyampaikan bahwa mereka tidak akan menyerang kapal Israel maupun kapal komersial lainnya, kecuali kapal milik Arab Saudi. Namun, Reuters tidak memperoleh konfirmasi resmi dari pemerintah AS mengenai isi pertemuan tersebut. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS juga tidak mengomentari pertemuan secara spesifik.

Dina mempertanyakan dasar informasi tersebut. “Berita awal muncul dari Reuters. Di situ kita bisa baca bahwa informasi soal kapal Israel diizinkan lewat adalah berdasarkan sumber anonim. Salah satu sumber, orang Yaman, mengatakan… Siapa dia? Ya, enggak tahu,” kata Dina dalam pernyataannya di Facebook yang dikutip media ini pada Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, informasi dari sumber anonim tidak dapat langsung diperlakukan sebagai kebijakan resmi Ansarullah, terlebih ketika tidak disertai pernyataan resmi dari pihak Yaman.

Kronologi Blokade Laut Merah

Dina kemudian menguraikan kronologi kebijakan Ansarullah terhadap pelayaran di Laut Merah sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023.

Menurutnya, setelah Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Gaza, Ansarullah menyatakan dukungan kepada Palestina dengan melakukan operasi terhadap kapal-kapal yang mereka anggap berkaitan dengan Israel.

Kebijakan tersebut, menurut dia, ditujukan untuk memberikan tekanan terhadap Israel sekaligus menghambat jalur pasokan yang dinilai mendukung operasi militer Israel.

Posisi tersebut juga tercermin dalam sejumlah pernyataan resmi lembaga yang berada di wilayah kekuasaan pemerintahan Sanaa.

Pada 19 Januari 2025, Humanitarian Operations Coordination Center (HOCC) Yaman mengumumkan penghentian sanksi terhadap sejumlah kapal yang sebelumnya masuk dalam daftar larangan. Namun, pengecualian tetap diberlakukan terhadap kapal yang sepenuhnya dimiliki individu atau entitas Israel dan kapal berbendera Israel.

Dalam pernyataan tersebut, kapal-kapal Israel dinyatakan tetap dilarang melintasi Laut Merah, Bab al-Mandab, Teluk Aden, Laut Arab, dan Samudra Hindia.

Larangan tersebut kemudian kembali ditegaskan pada Maret 2025.

Pada 12 Maret 2025, HOCC mengumumkan dimulainya kembali larangan terhadap seluruh kapal Israel di wilayah operasi Laut Merah dan Laut Arab, termasuk Selat Bab al-Mandab dan Teluk Aden.

Pernyataan itu menyebut kapal yang sepenuhnya dimiliki individu atau entitas Israel maupun kapal berbendera Israel dilarang melintas. Larangan tersebut dinyatakan berlaku sampai penyeberangan menuju Gaza dibuka dan bantuan kemanusiaan, termasuk makanan dan obat-obatan, diperbolehkan masuk.

Bagi Dina, posisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan pelayaran kapal Israel dan persoalan kapal AS tidak dapat disamakan.

Kesepakatan AS–Yaman pada Mei 2025

Dia juga menyinggung kesepakatan yang dicapai AS dan Ansarullah melalui mediasi Oman pada 6 Mei 2025.

Pada tanggal tersebut, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa AS menghentikan serangan terhadap Ansarullah setelah tercapai kesepakatan yang dimediasi Oman.

Oman menyatakan bahwa kedua pihak sepakat untuk tidak saling menargetkan, termasuk kapal-kapal AS di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab, dengan tujuan menjamin kebebasan navigasi serta kelancaran pelayaran komersial internasional.

Namun, kesepakatan tersebut tidak mencakup penghentian operasi Ansarullah terhadap Israel.

Juru runding utama Ansarullah, Mohammed Abdulsalam, bahkan mengatakan kepada Reuters pada 7 Mei 2025 bahwa kesepakatan dengan AS tidak mencakup Israel.

Dengan demikian, kesepakatan Mei 2025 secara substansi berbeda dengan klaim bahwa Ansarullah memberikan izin umum kepada kapal Israel.

Operasi AS dan Serangan terhadap Yaman

Sebelum kesepakatan tersebut, AS melancarkan operasi militer besar terhadap Ansarullah.

Reuters melaporkan bahwa sejak dimulainya Operation Rough Rider pada 15 Maret 2025, militer AS telah melakukan lebih dari 1.000 serangan terhadap target Ansarullah.

Dalam laporan lain, Reuters menyebut operasi tersebut berlangsung selama hampir dua bulan dan menghabiskan lebih dari US$1 miliar. AS juga kehilangan sejumlah aset, termasuk drone MQ-9 dan dua pesawat tempur yang jatuh dari kapal induk.

Namun, berdasarkan laporan Reuters, tidak tepat pula menyederhanakan kesepakatan tersebut sebagai kemenangan militer sepihak salah satu pihak.

Kesepakatan tercapai setelah kedua pihak menghadapi tekanan masing-masing. AS menghadapi biaya operasi yang besar, sementara Ansarullah menghadapi serangan intensif selama berminggu-minggu. Reuters melaporkan bahwa intelijen AS saat itu mendeteksi adanya upaya Ansarullah untuk mencari jalan keluar dari konflik.

Ketegangan Saudi–Yaman Kembali Meningkat

Situasi kembali berubah pada Juli 2026.

Menurut laporan Reuters, pada 13 Juli 2026 terjadi serangan terhadap Bandara Internasional Sanaa. Ansarullah menuduh Arab Saudi sebagai pelaku dan menyebut serangan tersebut sebagai agresi yang mengakhiri periode deeskalasi.

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyatakan militernya menargetkan landasan pacu Bandara Sanaa dengan alasan mencegah pesawat Iran mendarat. Pesawat tersebut kemudian disebut mendarat dengan selamat di Bandara Hodeidah yang dikuasai Ansarullah.

Setelah itu, Ansarullah mengumumkan blokade terhadap pelayaran Saudi di Laut Merah.

Ketegangan kemudian meningkat sepanjang September 2026. Ansarullah memperluas kendali di pesisir Laut Merah dan menguasai sejumlah wilayah strategis, termasuk pelabuhan Al-Mokha serta Pulau Perim di kawasan Bab al-Mandab.

Reuters melaporkan bahwa perkembangan tersebut mendorong Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman meminta bantuan militer kepada Presiden AS Donald Trump.

Namun, Washington tidak menyetujui keterlibatan langsung dalam bentuk serangan AS terhadap Ansarullah. Reuters melaporkan bahwa AS tetap memberikan dukungan berupa pertukaran intelijen dan bantuan penargetan kepada Saudi.

Pertemuan Rahasia di Oman

Dalam situasi tersebut, pejabat AS kemudian bertemu dengan perwakilan Ansarullah di Oman.

Pertemuan itu dilaporkan berlangsung di Kedutaan Besar AS di Muscat dan difasilitasi Oman. Salah satu tokoh Ansarullah yang disebut hadir adalah Mohammed Abdulsalam.

Menurut Reuters, dalam pertemuan tersebut Ansarullah menyampaikan bahwa mereka tidak bermaksud menyerang kapal Amerika dan tetap berpegang pada kesepakatan gencatan senjata Mei 2025.

Namun, laporan mengenai kapal Israel berasal dari sumber anonim yang dikutip Reuters. Salah satu sumber menyebut Ansarullah juga tidak akan menyerang kapal Israel maupun kapal komersial lainnya, kecuali kapal Saudi.

Dina mempertanyakan apakah pernyataan seorang sumber anonim tersebut dapat dianggap sebagai perubahan resmi kebijakan Ansarullah.

“Posisi Yaman selama ini, sejak dimulainya genosida Israel ke Gaza Oktober 2023 adalah memberikan kebebasan navigasi bagi semua pihak, kecuali Israel dan pihak-pihak yang mendukung agresinya terhadap Gaza,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, operasi maritim Ansarullah berkaitan langsung dengan tuntutan terhadap Israel mengenai penghentian serangan ke Gaza dan pencabutan blokade terhadap wilayah tersebut.

Bukan Berarti Kapal Israel telah Mendapat Izin Resmi

Dengan demikian, terdapat perbedaan antara laporan mengenai jaminan keamanan berdasarkan sumber anonim dengan pernyataan resmi bahwa kapal Israel telah mendapatkan izin melintas Laut Merah.

Hingga laporan ini ditulis, Reuters melaporkan adanya pernyataan dari sumber anonim mengenai komitmen Ansarullah untuk tidak menyerang kapal Israel. Namun, tidak terdapat konfirmasi publik dari pemerintah AS mengenai isi spesifik tersebut.

Sebaliknya, dokumen resmi HOCC pada Januari dan Maret 2025 secara eksplisit menunjukkan bahwa kapal Israel sebelumnya tetap berada dalam daftar larangan pelayaran Yaman.

Sementara itu, kesepakatan AS–Yaman pada Mei 2025 secara resmi berfokus pada penghentian saling serang dan menjamin pelayaran kapal AS, bukan memberikan komitmen untuk menghentikan operasi terhadap Israel.

Karena itu, pernyataan bahwa “Ansarullah telah memberikan izin kepada kapal Israel untuk melewati Laut Merah” perlu dibedakan dari laporan bahwa Ansarullah dalam pertemuan tertutup dengan pejabat AS disebut menjamin tidak akan menyerang kapal Israel.

Perbedaan tersebut menjadi penting karena informasi terakhir yang beredar berasal dari sumber anonim, sementara kebijakan resmi Yaman sebelumnya secara jelas membedakan kapal Israel dari kapal-kapal negara lain.

Dina pun menilai informasi mengenai perubahan kebijakan terhadap kapal Israel perlu dilihat dengan hati-hati sampai terdapat pernyataan resmi dari pihak Yaman yang dapat diverifikasi. (*)

 

Penulis & Editor: Ufqil Mubin

Tags :

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA