Search

Pangkalan-Pangkalan AS di Kawasan dan Dunia: Jumlah, Fasilitas, dan Lokasi

Perang yang dipicu Amerika Serikat dan Zionis terhadap Iran menunjukkan bahwa instalasi militer tetap dan bergerak milik AS—yang dahulu dianggap sebagai titik kekuatan dalam dominasi global—kini justru berubah menjadi titik lemah dalam industri militernya. (Mehr News)

BERITAALTERNATIF.COM – Serangan militer gabungan Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran—yang dianggap sebagai ujian besar bagi industri militer AS di milenium baru—dan respons berbeda dari militer Iran, menimbulkan keraguan serius terhadap besarnya anggaran militer AS yang mencapai ratusan miliar dolar per tahun.

Sejak Perang Dunia II, Amerika mempertahankan kehadiran militer global yang luas melalui jaringan fasilitas militer, baik permanen maupun sementara, serta penggunaan fasilitas lokal di berbagai negara untuk menopang hegemoninya dan melindungi kepentingan nasionalnya.

Meski Amerika mengklaim memiliki perlindungan udara dan radar yang kuat untuk pangkalan-pangkalannya, dalam konflik terbaru banyak pangkalan AS di kawasan menjadi sasaran serangan rudal dan drone. Dengan potensi peningkatan jangkauan rudal Iran, tidak tertutup kemungkinan lebih banyak fasilitas militer AS—bahkan di lokasi jauh—dapat menjadi target.

Dengan demikian, fasilitas militer luar negeri yang selama ini dianggap sebagai alat dominasi global, justru terbukti bisa menjadi titik rentan terhadap musuh regional.

Menurut laporan Layanan Riset Kongres AS (Juli 2024), militer AS memiliki atau menggunakan lebih dari 128 pangkalan di 51 negara.

Fungsi dan Peran Pangkalan Militer AS

Menurut laporan Al Jazeera, pangkalan AS di luar negeri menjalankan berbagai fungsi strategis, antara lain: Menyediakan lokasi aman untuk penempatan pasukan dan penyimpanan peralatan, pengintaian elektronik dan pemantauan komunikasi, dan deteksi dini ancaman.

Selain itu, perlindungan dengan sistem radar dan pertahanan rudal; pusat logistik, pelatihan, dan pemeliharaan, serta latihan militer bersama dengan sekutu.

Kehadiran militer AS juga bertujuan menunjukkan kekuatan, menciptakan efek penangkal, serta mengamankan kepentingan strategis di luar wilayahnya.

Pada tahun fiskal 2023, biaya operasional pangkalan luar negeri diperkirakan sekitar 31,7 miliar dolar, ditambah 5,3 miliar dolar untuk pembangunan infrastruktur baru.

Jenis-Jenis Pangkalan Luar Negeri

Pangkalan permanen meliputi pangkalan utama: infrastruktur kuat, pasukan tetap; pangkalan operasi maju: dapat diperluas, digunakan berkala; lokasi keamanan kerja sama: kehadiran terbatas.

Selain itu, pangkalan sementara: awal (initial): penggunaan cepat; sementara: 1 bulan–2 tahun; semi permanen: 2–5 tahun.

Distribusi Global

Pangkalan AS tersebar di lima kawasan utama: Indo-Pasifik, Eropa, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin dan Karibia.

Indo-Pasifik

Merupakan pusat utama kehadiran militer AS, meliputi Jepang: sekitar 55.000 tentara di 15 pangkalan; Korea Selatan: sekitar 24.234 tentara; juga hadir di Australia, Singapura, Filipina, Papua Nugini, dan Kepulauan Marshall.

Fasilitasnya mencakup: kapal induk, kapal perusak; jet tempur, pesawat pengisian bahan bakar; sistem komando dan pengintaian.

Pangkalan penting di wilayah tersebut antara lain Yokota Air Base (Jepang), Yokosuka Naval Base (markas Armada Ketujuh), Kadena Air Base (terbesar di Asia-Pasifik), Camp Humphreys (Korea Selatan), dan Diego Garcia (Samudra Hindia).

Eropa

Sekitar 84.000 tentara AS di 31 pangkalan tetap dan 19 lokasi militer tambahan. Negara utama: Jerman: >35.000 tentara, Italia: ~12.375, Inggris: ~10.058.

Pangkalan penting: Ramstein Air Base (Jerman), Stuttgart (pusat komando strategis), Sigonella (Italia), Lakenheath (Inggris), dan Rota Naval Base (Spanyol),

Timur Tengah

Sebelum perang Iran, terdapat 40–50 ribu tentara AS di lebih dari 12 negara.

Pangkalan utama: Al-Udeid (Qatar), Al Dhafra (UEA), Ali Al Salem (Kuwait), Camp Arifjan (Kuwait), Naval Base Juffair (Bahrain–markas Armada Kelima), Prince Sultan Air Base (Arab Saudi).

Juga ada di: Irak (Ain al-Asad, Erbil), Suriah (al-Tanf), dan Oman. Banyak pangkalan ini menjadi target serangan rudal dan drone dalam konflik terbaru.

Afrika

Jumlah terbatas (~1150 personel). Pangkalan utama: Camp Lemonnier (Djibouti) dan Ascension Island (dukungan logistik & ruang angkasa).

Amerika Latin & Karibia

Sekitar 1650 personel tetap. Pangkalan utama: Guantanamo Bay (Kuba) dan Soto Cano (Honduras).

Guantanamo merupakan pangkalan tertua AS di luar negeri dan juga lokasi penjara kontroversial.

Kesimpulan

Jaringan pangkalan militer global AS selama ini menjadi simbol kekuatan dan dominasi. Namun konflik terbaru menunjukkan bahwa: Pangkalan tersebut juga bisa menjadi titik rentan, ketergantungan pada penyebaran global memiliki risiko tinggi, serta dalam kondisi perang modern (rudal dan drone), lokasi tetap justru mudah disasar.

Dengan demikian, apa yang dulu dianggap sebagai kekuatan strategis utama, kini juga bisa berubah menjadi kelemahan struktural dalam menghadapi lawan yang memiliki kemampuan serangan jarak jauh. (*)

Sumber: Mehr News

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA