BERITAALTERNATIF.COM – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kutai Kartanegara kembali menunjukkan komitmennya dalam mengawal kepentingan rakyat dengan turut ambil bagian dalam Aksi 214 yang digelar di Kota Samarinda.
Aksi yang berlangsung pada siang hari tersebut diikuti oleh berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat sipil, dengan fokus utama pada kritik terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kebijakan Pemprov Kaltim.
Kedua, menghentikan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di Kaltim. Ketiga, mendesak DPRD Provinsi Kaltim untuk segera bersikap tegas serta menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal dan bertanggung jawab.
Rangkaian aksi diawali dengan penyampaian aspirasi yang kemudian ditindaklanjuti melalui penandatanganan fakta integritas oleh unsur pimpinan DPRD Provinsi Kaltim sebagai bentuk komitmen terhadap tuntutan massa.
Selanjutnya, massa aksi bergeser menuju titik kumpul di kawasan Islamic Center Samarinda sebelum melanjutkan demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kaltim.
Dalam orasinya, Sarinah GMNI Kukar, Inayah Ayu Putriana, menyampaikan kritik tajam terhadap sejumlah kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Inayah menyoroti pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar hingga renovasi rumah jabatan yang mencapai Rp 25 miliar sebagai contoh kebijakan yang tidak mencerminkan prioritas kebutuhan masyarakat.
“Inilah bentuk kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. Di tengah berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, anggaran justru digunakan untuk hal-hal yang tidak mendesak,” tegasnya di hadapan massa aksi dikutip dari rilisnya yang diterima media ini pada Jumat (24/4/2026).
Ketua GMNI Kukar, Renanda, dalam keterangannya menegaskan bahwa keikutsertaan GMNI Kukar dalam aksi ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral organisasi dalam mengawal jalannya pemerintahan.
Dia menyampaikan bahwa GMNI Kukar akan terus konsisten berada di garis perjuangan rakyat serta memastikan bahwa setiap komitmen yang telah disepakati benar-benar direalisasikan.
Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) untuk GMNI Kukar, Ferdianur, menyampaikan bahwa aksi berlangsung tertib, aman, dan damai.
Dia mengapresiasi seluruh peserta aksi yang mampu menjaga kondusivitas selama kegiatan berlangsung hingga massa aksi membubarkan diri sekitar pukul 17.40 Wita.
GMNI Kukar menegaskan akan terus mengawal implementasi fakta integritas yang telah ditandatangani serta tidak akan berhenti menyuarakan aspirasi masyarakat.
Organisasi ini berkomitmen untuk tetap menjadi garda terdepan dalam melawan segala bentuk ketidakadilan dan mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan dan berpihak kepada rakyat di Bumi Etam, Kaltim. (*)
Editor: Ufqil Mubin












