Search

Kemiripan “Jalur Trump” di Armenia dan Kanal Panama; Apa yang Harus Dilakukan Iran?

Pendalaman kerja sama Iran dengan Rusia dan China untuk menjaga keseimbangan di kawasan Kaukasus sangat penting; “Jalur Trump” pada dasarnya menjadi rencana yang menargetkan pengurangan pengaruh ketiga negara tersebut di Kaukasus.  (Mehr News).

BERITAALTERNATIFSeiring munculnya gagasan pembentukan “inisiatif Jalur Trump untuk Perdamaian dan Kemakmuran Internasional (TRIPP)” atau singkatnya “Jalur Trump” di selatan Armenia, spekulasi mengenai alasan ketertarikan Amerika Serikat untuk hadir di kawasan ini pun meningkat. Walaupun isu ini memiliki dimensi geopolitik yang penting dan jika terwujud akan membuka jalan bagi kehadiran langsung Amerika di dekat perbatasan Iran dan Rusia, serta memungkinkan Washington mencapai Laut Kaspia, namun dimensi ekonominya di provinsi Syunik, Armenia, juga harus dikaji secara serius.

Kemiripan antara Jalur Trump dan Kanal Panama

Mungkin Jalur Trump di selatan Kaukasus bisa digambarkan sebagai “Kanal Panama darat” versi Amerika, terutama karena kedua jalur transit ini memiliki beberapa kesamaan penting. Kesmamaan tersebut antara lain:

  1. Jalur transit berbentuk koridor

Kedua jalur tersebut merupakan “jalur transit berbentuk koridor”, yaitu rute penting untuk pergerakan barang, energi, atau transit antarwilayah dengan mengurangi jarak dan waktu perjalanan.

Jalur Trump direncanakan menjadi jalur darat yang menghubungkan wilayah utama Republik Azerbaijan dengan Nakhchivan, dan dari sana menuju Turki dan Eropa. Proyek itu mencakup pembangunan rel kereta, jaringan minyak dan gas, kabel serat optik, serta infrastruktur transportasi lain. Dengan demikian, koridor ini menjadi pengganti rute yang lebih panjang antara Nakhchivan—Turki—Azerbaijan melalui Georgia.

Kanal Panama sendiri adalah jalur air strategis yang menghubungkan Samudera Atlantik dan Pasifik, sehingga memperpendek perjalanan bagi perdagangan global. Tanpa kanal tersebut, kapal harus mengitari seluruh Amerika Selatan—jauh lebih panjang, berisiko, dan mahal.

  1. Penting untuk perdagangan internasional dan peningkatan peran geopolitik AS

Jalur Trump dapat memainkan peran penting dalam transit barang dan energi, serta memperluas jaringan hubungan antara negara-negara Kaukasus, Asia Tengah, Turki, dan Eropa dalam sebuah koridor yang terkoordinasi dengan kepentingan Amerika. Kehadiran koridor ini juga dapat mengurangi nilai strategis koridor Iran, Rusia, dan China di kawasan.

Kanal Panama juga telah lama menjadi jalur perdagangan dunia yang vital dan menjadi sarana pengaruh Amerika Serikat dalam menata perdagangan global sesuai kepentingannya.

  1. Simbol kekuatan bagi negara pengendali

Pengelolaan Jalur Trump oleh AS melalui wewenang yang diberikan Armenia akan menjadi gambaran langkah Washington untuk memperluas pengaruh lintas batasnya.

Kanal Panama pada awalnya dibangun oleh Amerika Serikat dan selama bertahun-tahun menjadi simbol kemampuan serta kekuatan negara itu. Jika Jalur Trump benar-benar terwujud, ia akan menjadi simbol pengaruh besar regional dan global AS terutama dalam rivalitasnya dengan China.

Meski keduanya memiliki perbedaan seperti sifat darat dan laut, lokasi geografis, dan karakter kepemilikan, Jalur Trump dan Kanal Panama tetap mewakili strategi Amerika untuk menciptakan infrastruktur yang pada akhirnya berfungsi sebagai alat pencipta kekuasaan dan pengaruh.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa kendali atas jalur transit baik laut maupun darat di era modern bukan hanya isu ekonomi, tetapi instrumen kekuasaan. Karena itu, negara-negara yang terkait dengan Jalur Trump (negara-negara Kaukasus, Turki, Rusia, Iran) atau dengan Kanal Panama memandang rute-rute ini sebagai alat untuk memenuhi kepentingan strategis mereka.

“Meja Kaya” Jalur Trump

Amerika berencana mengalokasikan 150 juta dolar untuk membangun Jalur Trump. Walaupun panjang jalur ini di Armenia hanya 42 kilometer, proyek tersebut memungkinkan AS menguasai volume besar sumber daya alam, termasuk mineral penting di Asia Tengah dan Kaukasus Selatan.

Amerika diperkirakan akan hadir selama 49 atau bahkan 99 tahun guna memanfaatkan keuntungan Jalur Trump. Implementasi proyek ini akan meningkatkan pemisahan Kaukasus Selatan dari Rusia dan mengurangi pengaruh Moskow di Asia Tengah.

Asia Tengah menyimpan cadangan besar sumber daya alam mulai dari unsur tanah jarang, minyak, gas, hingga cadangan tungsten terbesar dunia. Namun terdapat kendala logistik dalam memindahkan sumber daya tersebut. Jalur melalui Iran tidak disukai Washington karena dianggap memberikan pendapatan besar bagi Iran dan memperkuat peran koridor Iran sesuatu yang Amerika tidak inginkan. Jalur Afghanistan–Pakistan juga tidak stabil karena konflik. Pilihan tersisa adalah koridor melalui Armenia. Bagi Amerika, keberhasilan proyek tersebut akan menjadi keuntungan geopolitik besar.

Provinsi Syunik di Armenia memiliki 8 persen cadangan molibdenum dunia dua kali lipat cadangan Rusia. Pabrik tembaga–molibdenum Zangezur di kota Kajaran menguasai 7 persen cadangan global, dan pabrik Agarak memiliki hampir 1 persen. Molibdenum memiliki peran strategis di berbagai industri, termasuk industri militer.

Syunik juga memiliki 1,5 persen cadangan besi dunia senilai 1 triliun dolar serta cadangan besar emas dan perak. Lebih dari 100 ribu ton uranium 2 persen cadangan dunia juga terdapat di provinsi ini. Selain itu, berbagai mineral langka seperti aluminium, platinum, arsenik, antimon, merkuri, seng, tungsten, titanium, batu bara, gambut, dan bahkan berlian juga ditemukan di wilayah tersebut.

Semua sumber daya itu berada dalam area seluas sekitar 4.500 km persegi—tepat lokasi jalur yang akan dilalui koridor Trump. Dengan membangun jalur ini, AS akan mendapatkan akses langsung ke semua kekayaan mineral tersebut.

Terlepas dari apa pun yang dikatakan para pemimpin Armenia, realisasinya akan membuat negara itu menyerahkan wilayah kaya mineral strategis selama sekitar 99 tahun. Demi keamanan perusahaan-perusahaan tambang, kemungkinan besar Amerika akan menempatkan perusahaan keamanan swasta beranggotakan 1.000–1.500 personel, bahkan mungkin unit militer resmi, mengingat kedekatan jalur ini dengan perbatasan Iran dan Rusia.

Perdana Menteri Pashinyan, yang berpikir dapat menggunakan proyek ini sebagai alat untuk menghadapi Turki dan Baku, pada akhirnya justru memberi Washington keleluasaan untuk memperluas pengaruhnya. Jika tren ini berlanjut, AS akan menjadi kekuatan dominan di Kaukasus Selatan dan Turki akan bertindak sebagai pemain regional di bawah arahan Washington.

Rusia dan Iran akan kehilangan sebagian besar pengaruhnya, sementara ketergantungan Asia Tengah terhadap koridor Iran–Rusia akan berkurang tajam karena Jalur Trump menjadi rute tercepat dan paling menguntungkan menuju pasar global di bawah kendali AS.

Washington mendukung keberlanjutan kekuasaan Pashinyan selama satu periode lagi. Mereka akan mengabaikan penangkapan tokoh gereja dan lawan politik. Jika situasi berjalan seperti sekarang, Pashinyan akan berkuasa lima tahun lagi, dan Trump memiliki waktu tiga tahun sebagai presiden untuk memanfaatkan jalur ini demi keuntungan politik dan finansial.

Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack teman dekat sekaligus mitra bisnis Trump berulang kali mendukung jalur ini. Kekayaannya senilai 25 miliar dolar diperkirakan akan meningkat dengan adanya proyek ini, dan Erdogan pun berharap mendapatkan keuntungan dari kerja sama tersebut.

Apa yang harus dilakukan Iran?

Bersikap pasif adalah kesalahan terbesar bagi Iran dalam menghadapi perkembangan ini. Iran harus menyelesaikan jalur-jalur koridornya dari Sarakhs di timur hingga Cheshmeh Soraya di barat, serta dari Chabahar dan Bandar Abbas menuju perbatasan Armenia dan Azerbaijan. Jalur kereta api di koridor Aras juga harus segera diprioritaskan.

Dengan demikian, Azerbaijan, Rusia, Turki, India, negara Teluk, Asia Tengah, dan Eropa akan melihat Iran sebagai rute aman, cepat, dan tanpa ketegangan. Bahkan bila Turki menilai Jalur Trump berisiko dan lambat, jalur Iran akan menjadi alternatif terbaik.

Iran juga perlu memperkuat hubungan dengan Armenia. Jalur Trump tidak sejalan dengan kepentingan Armenia karena dapat melemahkan kendali negara itu atas provinsi penting Syunik, memicu manipulasi demografi, bahkan membuka risiko perpecahan wilayah tersebut.

Karena itu, Iran perlu meningkatkan investasi untuk memperlebar jalan transit Syunik dan jalan raya Utara–Selatan Armenia, memperkuat perdagangan tripartit Iran–Armenia–India, serta mengembangkan proyek pertukaran energi (listrik dengan gas). Langkah ini akan menciptakan “ketergantungan positif” Armenia kepada Iran sekaligus melemahkan daya tarik Jalur Trump.

Pendalaman kerja sama dengan Rusia dan China juga mutlak diperlukan. Jalur Trump sebenarnya menargetkan pengurangan pengaruh ketiga negara tersebut di Kaukasus. Iran dapat memperkuat kerja sama keamanan dan transit di Kaukasus Selatan, menegaskan jalur Iran sebagai prioritas Rusia untuk transit ke India dan Teluk Persia, serta meningkatkan tekanan diplomatik bersama atas Baku demi menjaga perbatasan Armenia. Ini akan menciptakan “keseimbangan kekuatan” terhadap proyek Trump.

Terakhir, Iran perlu menciptakan model ekonomi yang lebih menarik dibanding Jalur Trump. Bila jalur Iran lebih kompetitif, negara-negara kawasan akan memilih menggunakan rute Iran. Pengurangan tarif transit, pembentukan zona bebas bersama, percepatan pengembangan rel kereta, dan digitalisasi proses logistik harus diprioritaskan. Sektor transit bergantung pada tiga faktor: keamanan, kecepatan, dan biaya.

Jika Iran berkomitmen, setidaknya dalam dua faktor pertama, negara ini dapat mengungguli Jalur Trump. Jika tidak, dengan terealisasinya koridor tersebut, situasi di Kaukasus akan semakin sulit bagi Iran.

Penulis adalah dosen universitas dan pakar isu Kaukasus. (*)

Sumber: Mehr News
Penerjemah dan Editor: Ali Hadi Assegaf

 

 

 

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA