BERITAALTERNATIF.COM – Angka kekerasan seksual di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengkhawatirkan. Hingga Agustus 2025, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kukar mencatat 133 kasus kekerasan seksual yang menimpa masyarakat.
Kepala P2TP2A Kukar Faridah mengungkapkan bahwa jumlah tersebut belum termasuk laporan hingga akhir tahun.
Kata dia, tren kasus kekerasan seksual dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan.
“Penyebab utamanya beda-beda. Pertama pergaulan bebas. Itu menyebabkan kasus kekerasan itu terjadi. Kemudian juga karena ketidaktahuan korban,” jelasnya pada Selasa (26/8/2025).
Ia menambahkan, masih banyak korban yang tidak menyadari bahwa tindakan yang dialaminya termasuk kategori kekerasan seksual.
Pasalnya, kondisi ini menyebabkan pelaku lebih mudah melakukan tindakannya tanpa perlawanan dari korban.
“Ketika korban itu tahu bahwa ini adalah kekerasan, maka bisa dicegat. Tetapi karena korban tidak menyadari pelaku itu melakukan kekerasan seksual, maka kejadian-kejadian itu terjadi,” ungkapnya.
Faridah menegaskan pentingnya edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat agar kekerasan seksual dapat dicegah sejak dini.
P2TP2A Kukar, kata dia, akan terus berupaya melakukan sosialisasi dan memberikan pendampingan bagi korban maupun keluarga yang terdampak kasus ini.
“Kesadaran menjadi kunci. Kalau masyarakat lebih paham, maka potensi kasus kekerasan seksual bisa ditekan,” pungkasnya. (*)
Penulis: Junaidin
Editor: Ufqil Mubin












