Search

DPD AGPAII Kutai Timur Gelar Workshop Optimalisasi Google for Education bagi Guru PAI Zona IV

Pengurus DPD AGPAII Kabupaten Kutim bersama narasumber dan 44 guru PAI jenjang SD dan SMP Zona IV berfoto bersama usai mengikuti Workshop Optimalisasi Google for Education dalam Pembuatan Perangkat Pembelajaran di Gedung Serba Guna SD Negeri 004 Long Mesangat, Kecamatan Long Mesangat, Senin (3/8/2026). (Panitia)

BERITAALTERNATIF.COM – Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAII) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Workshop Optimalisasi Google for Education dalam Pembuatan Perangkat Pembelajaran bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Zona IV.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (3/8/2026) tersebut dilaksanakan di Gedung Serba Guna SD Negeri 004 Long Mesangat, Kecamatan Long Mesangat. Workshop diikuti oleh 44 guru PAI yang berasal dari lima kecamatan, yakni Long Mesangat, Muara Ancalong, Muara Bengkal, Batu Ampar, dan Busang.

Workshop ini merupakan bagian dari program pembinaan yang dilaksanakan DPD AGPAII Kutim untuk meningkatkan kompetensi guru PAI, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai penunjang proses pembelajaran dan penyusunan administrasi mengajar.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutim, Siti Norjannah, serta Ketua DPD AGPAII Kutim, Rusini.

Dalam pemaparannya, Rusini menjelaskan bahwa workshop mengusung tema Optimalisasi Google for Education dalam Pembuatan Perangkat Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru PAI dalam memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang disediakan Google untuk menyusun perangkat pembelajaran secara lebih efektif dan efisien.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus mampu dimanfaatkan oleh para guru agama agar tidak tertinggal dalam penguasaan teknologi pembelajaran.

“Guru-guru Pendidikan Agama Islam harus mampu memahami bagaimana membuat perangkat pembelajaran secara langsung melalui aplikasi yang telah disiapkan Google. Kehadiran aplikasi ini sangat membantu dan mempermudah penyusunan perangkat pembelajaran sehingga guru tidak hanya memahami cara manual, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa penguasaan teknologi akan menjadikan guru PAI semakin profesional serta mampu bersaing dengan guru mata pelajaran lainnya.

Ia berharap seluruh peserta tidak berhenti pada pelatihan di dalam kelas (in service training), tetapi mampu menerapkannya di sekolah masing-masing (on service training), sekaligus menularkan ilmu yang diperoleh kepada guru-guru lainnya.

“Ilmu yang diperoleh hari ini diharapkan dapat disampaikan kepada kepala sekolah dan rekan-rekan guru di sekolah masing-masing. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung menyusun seluruh perangkat pembelajaran menggunakan aplikasi tersebut sebagai bekal dalam melaksanakan tugas mengajar,” katanya.

Menurut Rusini, perangkat pembelajaran yang disusun secara baik akan menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah.

Dia menjelaskan bahwa supervisi tidak hanya menilai kelengkapan administrasi pembelajaran, tetapi juga profesionalisme guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

“Harapan kami, guru Pendidikan Agama Islam mampu menjadi guru yang profesional di mana pun bertugas. Mereka harus mampu menerapkan ilmu agama sekaligus memanfaatkan teknologi demi kemajuan sekolah. Peran guru agama tidak hanya dibutuhkan di sekolah, tetapi juga di tengah masyarakat sesuai dengan tanggung jawab sebagai pendidik,” jelasnya.

Rusini memberikan motivasi kepada para guru PAI yang bertugas di wilayah pedalaman agar tetap percaya diri dan terus meningkatkan kompetensinya.

Dia menegaskan bahwa keterbatasan geografis bukan menjadi penghalang untuk terus belajar dan berkembang.

“Jangan pernah berpikir bahwa guru PAI di daerah pedalaman tidak mengetahui perkembangan teknologi. Justru kami melihat semangat mereka sangat tinggi dalam menimba ilmu dan mengembangkan profesionalisme. Semangat seperti inilah yang harus terus dipelihara sehingga guru PAI mampu memberikan warna positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap citra guru PAI semakin dikenal sebagai guru yang inovatif, mampu membangun lingkungan pendidikan yang berkualitas, serta senantiasa memberikan kontribusi terbaik bagi peserta didik.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Workshop, Sulake, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, narasumber, peserta, serta semua pihak yang telah berkontribusi, baik secara moril maupun materil.

“Tak ada gading yang tak retak, tidak ada manusia yang sempurna. Kami menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan. Semoga segala bantuan, dukungan, dan kerja sama yang telah diberikan menjadi ladang amal dan mendapat balasan pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt,” ungkap Sulake.

Melalui kegiatan ini, DPD AGPAII Kutim berharap kualitas guru PAI, khususnya di wilayah Zona IV, semakin meningkat sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berdampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kutim. (*)

Penulis & Editor: Ulwan Firyal Murtadha

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA