Search

Disdamkarmatan Kukar: Sekali Tangani Karhutla, 200 Liter BBM Bisa Habis

Proses pemadaman kebakaran lahan di Kukar. (Disdamkarmatan Kukar)

BERITAALTERNATIF.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menghadapi kekurangan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kukar.

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani mengungkapkan, efisiensi anggaran turut berdampak terhadap ketersediaan bahan bakar yang menjadi salah satu kebutuhan penting dalam operasional pemadaman.

“Kita jalan, tetap jalan, kita manage sebaik mungkin. Tapi yang lebih parah itu begitu ada kenaikan harga BBM. Nah, di situ kita betul-betul terpukul,” ujarnya kepada awak media Berita Alternatif pada Rabu (9/9/2026).

Fida mencontohkan, harga bahan bakar diesel yang sebelumnya berada di kisaran Rp 17 ribu per liter mengalami kenaikan hingga sekitar Rp 20 ribu-Rp 21 ribu per liter. Kondisi tersebut membuat anggaran operasional yang telah disiapkan sebelumnya mengalami penurunan daya beli.

Ia menggambarkan, apabila sebelumnya pihaknya memiliki cadangan bahan bakar sebanyak 100 liter, kenaikan harga tersebut secara otomatis mengurangi kemampuan operasional yang dapat dilakukan dengan anggaran yang sama.

“Anggaplah kita menganggarkan, misalnya diesel itu harga awalnya sekitar Rp 17 ribuan. Begitu ada kenaikan sampai Rp 20 ribu sampai Rp 21 ribu, cadangan 100 liter itu kekuatannya hilang,” ungkapnya.

Padahal, kebutuhan bahan bakar dapat meningkat tajam ketika terjadi kebakaran. Fida menyebut setiap pos pemadam di kecamatan dalam kondisi normal paling banyak memiliki sekitar 50-60 liter bahan bakar untuk kebutuhan operasional selama satu bulan.

Namun, ketika terjadi kebakaran yang membutuhkan penanganan intensif, kebutuhan tersebut dapat meningkat berkali-kali lipat.

“Setiap kecamatan, setiap pos, setiap kendaraan, dengan situasi seperti ini, satu minggu itu bisa menghabiskan 200 liter,” katanya.

Dia mencontohkan penanganan kebakaran di wilayah Muara Badak. Dalam operasi tersebut, pihaknya harus membawa sekitar 200 liter bahan bakar dari markas. Jumlah tersebut bahkan habis hanya dalam waktu dua hari karena tingginya intensitas operasi pemadaman. “Karena siang malam dia kerja,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa penanganan kebencanaan secara umum berada di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar. Sementara Disdamkarmatan merupakan salah satu unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran, termasuk karhutla.

Menurut Fida, langkah kesiapsiagaan telah dilakukan sejak pemerintah daerah menerima peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem dan dampak fenomena El Niño.

“Pengampunya itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Itu pengampunya dalam hal kebencanaan. Kami ini unsur yang terlibat,” katanya.

Dia menjelaskan, berdasarkan peringatan BMKG yang diterima sejak Maret, periode Juli hingga September perlu diwaspadai karena berpotensi mengalami kondisi cuaca yang dapat meningkatkan risiko kebakaran lahan.

Menindaklanjuti peringatan tersebut, Disdamkarmatan Kukar menggelar apel kesiapsiagaan pada 27 Juni 2026. Kesiapan yang diperiksa tidak hanya menyangkut personel, tetapi juga sarana dan prasarana pemadaman yang tersedia di markas komando maupun pos-pos pemadam kebakaran di kecamatan.

“Saya menggelar kesiapsiagaan, baik itu sumber daya manusia, personel, sarana prasarana yang ada di Mako, di kabupaten,” jelasnya.

Selain itu, ia memerintahkan pengecekan melalui laporan serta kunjungan ke sejumlah kecamatan untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

Fida mengatakan, potensi karhutla mulai terlihat sejak pertengahan Juli. Sejumlah kebakaran disebut bermula dari aktivitas pembakaran sampah ketika musim kemarau mulai memasuki wilayah Kukar.

Menurutnya, kondisi cuaca yang semakin kering membuat api lebih mudah merambat. Angin yang mulai bertiup juga dapat mempercepat proses penjalaran api dari satu area ke area lainnya.

“Di pertengahan Juli terjadi bakar-bakar sampah. Kemarau sudah mulai masuk pelan-pelan. Anginnya sudah mulai, sehingga terjadi perambatan-perambatan ke area yang lebih luas,” jelasnya.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran dan kenaikan harga bahan bakar, dia memastikan jajaran Disdamkarmatan Kukar tetap berada dalam kondisi siaga untuk menghadapi potensi kebakaran.

Ia juga mengapresiasi respons pemerintah daerah yang dinilainya mulai semakin cepat dalam menghadapi kondisi tersebut. Namun, Fida mengakui dukungan tersebut masih harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Dia menegaskan Disdamkarmatan Kukar akan terus menjalankan tugasnya dalam penanganan kebakaran dan mendukung pemerintah daerah menghadapi potensi karhutla hingga kondisi kembali aman.

“Sampai hari ini kita tetap siaga dengan tugas-tugas ini. Apa pun yang terjadi. Kita tetap loyal kepada pimpinan, kepada daerah ini untuk menghadapi suasana ini secara bersama-sama,” pungkasnya. (*)

Penulis: Arif Rahmansyah
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA