Search

Dari Blok Ganal hingga Sumur Tua, Tiga Proyek Strategis Migas yang Diperjuangkan PT MGRM

Direktur PT Mahakam Gerbang Raja Migas, Efri Novianto. (Berita Alternatif/Ulwan Murtadho)

BERITAALTERNATIF.COM – PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) terus memperluas perannya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor minyak dan gas bumi.

Tidak hanya mengawal kepemilikan PI 10 persen di Wilayah Kerja (WK) Ganal dan Rapak, perusahaan juga tengah memperjuangkan alokasi gas bumi hingga menjajaki kerja sama pengelolaan sumur tua yang tersebar di Kalimantan Timur.

Direktur Utama PT MGRM Efri Novianto mengatakan bahwa pengembangan lini bisnis tersebut merupakan upaya agar daerah penghasil migas seperti Kukar memperoleh manfaat yang lebih besar dari sumber daya alam yang dimilikinya.

“Sebelumnya kita sudah punya PI 10 persen di Mahakam dan Sanga-Sanga. Untuk Iskal-Ataka masih berproses. Potensinya cukup besar di situ. Yang terbaru tentu PI yang sedang kami perjuangkan adalah di wilayah kerja laut yang dikelola grup ENI, yaitu Blok Ganal dan Rapak,” kata Efri kepada awak media Berita Alternatif pada Senin (20/7/2026).

Dia menjelaskan, keterlibatan Kukar dalam pengelolaan PI tersebut sangat beralasan karena sebagian wilayah kerja dan infrastruktur migas berada di Kukar.

“Rapak dan Ganal itu masuk wilayah kita juga. Pipanya melewati Kukar menuju Terminal Handil dan Senipah. Masa daerah yang dilewati jalur pipa tidak mendapatkan manfaat? Itu yang sekarang terus kami perjuangkan,” tegasnya.

Selain PI, MGRM juga mengusulkan alokasi gas bumi sebesar 10 MMSCFD dari Blok North Ganal kepada Kementerian ESDM

Gas tersebut direncanakan diolah menjadi CNG maupun LNG untuk memenuhi kebutuhan energi di Kaltim maupun luar daerah.

Menurutnya, usulan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai energi alternatif pengganti LPG.

“Kalau alokasi gas ini diberikan kepada Kukar melalui MGRM, kami sudah menyiapkan mitra bisnis yang siap menjadi offtaker. Target kami gas itu diolah menjadi CNG maupun LNG sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah,” katanya.

MGRM juga mulai menjajaki peluang reaktivasi sumur tua dan sumur idle yang berada di wilayah kerja PHI,  Pertamina EP, dan PHSS.

Efri mengungkapkan, koordinasi dengan SKK Migas telah dilakukan. MGRM juga telah menyampaikan Letter of Intent (LoI) kepada PHI dan menggelar pertemuan awal untuk membahas peluang kerja sama tersebut.

Berdasarkan data yang diterima MGRM, terdapat sekitar 3.000 sumur tua di Kaltim yang saat ini sedang diinventarisasi untuk mengetahui sumur mana saja yang masih layak diaktifkan kembali melalui kerja sama dengan BUMD.

“Dari ribuan sumur tua itu sedang diinventarisasi mana saja yang masih potensial untuk dikerjasamakan dengan BUMD,” jelasnya.

Dia menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut bertujuan agar daerah penghasil migas tidak hanya menjadi lokasi produksi, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar melalui keterlibatan BUMD dalam pengelolaan sektor hulu migas.

“Pak Menteri ESDM sudah memberikan sinyal positif. Tinggal bagaimana peluang ini terus diperjuangkan. Peluang seperti PI, alokasi gas, maupun sumur tua tidak akan datang dengan sendirinya kalau tidak kita kawal dan perjuangkan,” tutup Efri. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA