BERITAALTERNATIF.COM – Program Mutiara Pagi PRO 1 RRI Samarinda kembali hadir dengan tema “Mencintai Rasulullah SAW” pada Senin (31/8/2026).
Program yang bekerja sama dengan LAZ DPU Kalimantan Timur tersebut menghadirkan Dosen Fakultas Ekonomi Syariah Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Sumadi, sebagai narasumber.
Dalam kajiannya, Sumadi membahas makna kecintaan kepada Rasulullah SAW serta lima tanda yang dapat menjadi bentuk kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.
Sumadi mengawali kajian dengan kisah tentang kerinduan Rasulullah SAW kepada umatnya yang belum pernah bertemu dengannya.
Ia menjelaskan, Rasulullah SAW pernah mengungkapkan kerinduannya untuk bertemu dengan saudara-saudaranya. Para sahabat yang mendengar hal tersebut kemudian bertanya apakah mereka bukan saudara Rasulullah SAW.
Menurut Sumadi, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa para sahabat merupakan orang-orang yang telah bertemu dengannya. Sementara saudara yang dimaksud adalah umat yang beriman kepada Rasulullah SAW meskipun belum pernah bertemu secara langsung.
“Mereka beriman kepada aku, menjadikan aku sebagai Rasulullah. Namun mereka tidak pernah bertemu dengan aku,” jelas Sumadi.
Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan besarnya kecintaan Rasulullah SAW kepada umatnya, termasuk umat yang hidup jauh setelah masa kenabian.
Akan Bersama Orang yang Dicintai
Sumadi kemudian mengisahkan seorang Arab Badui yang bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai kapan terjadinya kiamat.
Alih-alih menjawab, Rasulullah SAW justru bertanya mengenai persiapan orang tersebut menghadapi hari kiamat.
Arab Badui itu mengaku tidak memiliki banyak amal. Namun, ia mengatakan bahwa dirinya mencintai Rasulullah SAW karena Allah.
Mendengar jawaban tersebut, Rasulullah SAW kemudian menyampaikan bahwa seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya.
Sumadi mengatakan kisah tersebut menunjukkan kedudukan penting cinta kepada Rasulullah SAW.
Ia juga mengutip riwayat Anas bin Malik RA yang merasa bahagia setelah mendengar sabda tersebut.
Anas kemudian menyatakan kecintaannya kepada Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan Umar bin Khattab meskipun merasa amalnya tidak sebanyak mereka.
“Engkau akan bersama dengan orang-orang yang engkau cintai,” kata Sumadi mengutip sabda Rasulullah SAW.
Lima Tanda Mencintai Rasulullah
Dalam kajiannya, Sumadi menyebut terdapat lima tanda seseorang mencintai Rasulullah SAW.
Pertama, bergembira atas diutusnya Rasulullah SAW.
Menurut Sumadi, kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diwujudkan dengan rasa gembira dan syukur atas diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa rahmat bagi umat manusia.
Ia mengaitkan hal tersebut dengan firman Allah SWT dalam Surah Yunus ayat 58 tentang karunia dan rahmat Allah yang harus disambut dengan kegembiraan.
Sumadi juga menyebut perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu bentuk ekspresi kegembiraan dan rasa syukur atas diutusnya Rasulullah SAW.
Ia kemudian mengingatkan tentang puasa Senin. Menurutnya, Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa Senin merupakan hari kelahirannya.
“Tanda yang pertama adalah bergembira dengan diutusnya Baginda Rasulullah Muhammad SAW,” ujarnya.
Kedua, mengungkapkan kecintaan kepada Rasulullah melalui lisan.
Sumadi mengatakan rasa cinta tidak cukup hanya disimpan di dalam hati. Kecintaan kepada Rasulullah SAW juga perlu dinyatakan melalui perkataan.
Ia mengajak umat Islam untuk mengungkapkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus berharap dapat bertemu dan memperoleh syafaat beliau.
Ketiga, memperbanyak selawat kepada Rasulullah SAW.
Menurut Sumadi, selawat merupakan salah satu bentuk ungkapan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Ia mengutip hadis yang menyebutkan bahwa orang yang berselawat kepada Rasulullah SAW satu kali akan mendapatkan balasan sepuluh kali dari Allah SWT.
“Kalau kita mencintai Baginda Rasulullah Muhammad SAW, maka salah satu tandanya adalah kita memberikan banyak selawat kepada Baginda Rasulullah,” katanya.
Keempat, menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan.
Sumadi mengatakan Rasulullah SAW harus ditempatkan sebagai uswatun hasanah atau suri teladan dalam kehidupan.
Menurutnya, umat Islam perlu mempelajari bagaimana Rasulullah SAW menjalani kehidupan, baik sebagai suami, orang tua, pemimpin, maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat.
Ia juga mengajak generasi muda menjadikan Rasulullah SAW sebagai idola dalam kehidupan.
Untuk mengenal Rasulullah SAW, kata Sumadi, umat Islam perlu membaca dan mempelajari sirah Nabawiyah, perjalanan hidup, sifat, serta ajaran yang disampaikan Nabi Muhammad SAW.
“Tidak kenal maka tidak cinta. Kalau kenal maka insyaallah akan cinta,” tuturnya.
Kelima, mengikuti ajaran dan sunnah Rasulullah SAW.
Sumadi menjelaskan, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak berhenti pada perasaan maupun ucapan. Kecintaan tersebut harus diwujudkan dengan mengikuti ajaran dan sunnah yang telah beliau ajarkan.
Menurutnya, semakin seseorang mengenal Rasulullah SAW, semakin besar pula peluang tumbuhnya kecintaan kepada beliau.
Karena itu, ia mengajak umat Islam tidak hanya memperbanyak selawat, tetapi juga mempelajari kehidupan Rasulullah SAW dan menerapkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Tidak kenal maka tidak cinta. Kalau kenal maka insyaallah akan cinta,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin











