Search

BPS Kukar Ikut Data Warga yang Cari Cuan Lewat TikTok dan Marketplace

(Teks Foto) Ketua Pelaksana Harian Badan Pusat Statistik (BPS) Kutai Kartanegara, Khairil Anwar. (Beritaalternatif/Ulwan Murtadho)

BERITAALTERNATIF.COM – Perkembangan ekonomi digital mulai menjadi bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas usaha masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar). Kondisi tersebut kini ikut dipetakan dan di data oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Sensus Ekonomi 2026.

Ketua pelaksana BPS Kukar, Khairil Anwar, mengatakan pendataan tidak hanya menyasar perusahaan atau tempat usaha yang terlihat secara fisik. BPS juga mendata aktivitas ekonomi yang dijalankan masyarakat dari rumah, termasuk usaha berbasis internet.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat sebagian masyarakat kini menjalankan usaha tanpa harus memiliki toko atau tempat usaha khusus. Aktivitas tersebut antara lain perdagangan barang dan jasa melalui marketplace, penjualan melalui media sosial hingga aktivitas digital yang menghasilkan pendapatan.

“Usaha di dalam rumah tangga ini harapannya kita bisa mendapatkan informasi yang lebih banyak terkait dengan usaha-usaha yang dilakukan oleh keluarga di sana, dan mungkin bisa juga sifatnya secara digital,” kata Khairil pada Saat Ditamui oleh awak media Berita Alternatif pada Kamis (15/08/2026).

BPS juga memasukkan aktivitas seperti pembuatan konten di YouTube dan TikTok yang menghasilkan pendapatan melalui sebagai bagian dari fenomena ekonomi yang ingin dipetakan.

Khairil menyebut aktivitas tersebut selama ini cenderung sulit terlihat karena tidak selalu dilakukan melalui tempat usaha konvensional. “Jadi ada monetisasi di sana, jadi itu bagian dari kegiatan usaha di dalam rumah tangga yang secara kasat mata juga tidak terlalu kelihatan,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan tersebut sejalan dengan pola konsumsi masyarakat yang semakin bergeser ke platform digital. Jika sebelumnya masyarakat banyak melakukan transaksi di pusat perbelanjaan, kini sebagian aktivitas belanja mulai berpindah ke marketplace.

“Jadi sudah sangat jarang masyarakat kita berbelanja di mal-mal atau di pusat perbelanjaan yang lainnya. Mereka cenderung belanja itu sebagian besar menggunakan moda online melalui marketplace,” jelasnya.

Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai seberapa besar perkembangan pelaku usaha berbasis online di Kukar. BPS tidak hanya ingin mengetahui jumlah usaha yang berdiri secara konvensional, tetapi juga menangkap aktivitas ekonomi baru yang berkembang mengikuti perubahan teknologi dan kebiasaan masyarakat.

Khairil mengatakan pendataan tersebut menjadi penting karena aktivitas ekonomi digital saat ini semakin beragam. Seseorang dapat menjalankan usaha dari rumah, menjual produk melalui internet, menawarkan jasa secara daring, maupun memperoleh penghasilan dari produksi konten.

Namun, ia menegaskan hasil mengenai perkembangan ekonomi digital di Kukar belum dapat disimpulkan karena proses sensus masih berlangsung. Hingga saat wawancara dilakukan, secara keseluruhan pendataan rumah tangga dan usaha telah mencapai sekitar 80 persen.

“BPS masih melakukan pengumpulan data untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai struktur ekonomi Kukar. “Tujuan dari pelaksanaan kegiatan sensus ekonomi ini secara garis besar adalah untuk melihat struktur ekonomi di suatu wilayah,” pungkas Khairil. (*)

Penulis & Editor: Ulwan Firyal Murtadha

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA