BERITAALTERNATIF.COM – Dewan Kepemimpinan Sementara Iran mengadakan pertemuan keduanya setelah Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani, mengumumkan pembentukannya untuk mengambil alih tanggung jawab Pemimpin Iran hingga terpilihnya pengganti.
Berdasarkan Pasal 111 Konstitusi Iran, apabila Pemimpin wafat, mengundurkan diri, atau diberhentikan, Majelis Ahli wajib mengambil langkah-langkah yang diperlukan secepat mungkin untuk menunjuk pengganti.
Anggota dewan sekaligus Kepala Kehakiman, Gholamhossein Mohseni Ejei, menegaskan bahwa lembaga tersebut akan menjalankan tugasnya secara penuh selama masa transisi.
Ia menekankan bahwa para komandan baru akan segera menggantikan posisi para pemimpin yang gugur, serta menyatakan bahwa “musuh yang licik dan berkhianat” akan memahami bahwa rakyat Iran tidak akan menyerah pada langkah-langkah teror dan perang psikologis.
Dewan tersebut terdiri dari Mohseni Ejei, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan Sheikh Alireza Arafi.
Dewan ini dibentuk setelah gugurnya Pemimpin Iran, Sayyid Ali Khamenei, dalam serangan AS–Israel.
Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Pemimpin Iran, Sayyid Ali Khamenei, gugur di tempat kerjanya saat menjalankan tugas di kantornya menyusul serangan gabungan AS–Israel pada dini hari Sabtu (28/2/2026).
Menurut laporan televisi pemerintah Iran, kesyahidan Sayyid Khamenei di tempat kerjanya kembali membantah klaim “media-media yang terkait dengan rezim Israel dan arus reaksioner kawasan” yang menyebut bahwa ia berada di lokasi aman yang dirahasiakan, serta menegaskan bahwa ia tetap hadir di garis depan tanggung jawab bersama rakyatnya. (*)
Sumber: Al Mayadeen












