BERITAALTERNATIF.COM – Pemekaran wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) telah menjadi isu yang didengungkan oleh berbagai pihak selama beberapa tahun terakhir. Kutai Pesisir dan Kutai Tengah merupakah dua di antara daerah yang ingin dimekarkan dari Kukar.
Bupati Kukar terpilih di Pilkada 2025 Aulia Rahman Basri menyebut pemekaran wilayah Kukar merupakan keniscayaan di masa depan.
Namun, kata dia, pemekaran wilayah bukan merupakan tujuan, melainkan cara untuk menyejahterakan masyarakat.
“Ketika kita menganggap dengan memekarkan daerah tersebut membuat masyarakat di sana lebih sejahtera, lebih baik kualitas hidupnya, dan daerah yang ditinggalkan itu juga menjadi lebih baik kualitas hidupnya, kenapa tidak?” ucapnya di Ruang Paripurna DPRD Kukar pada Rabu (14/5/2025).
Ia menekankan kepada semua pihak agar tak terperangkap dalam pandangan yang mengedepankan pemekaran wilayah namun mengabaikan tujuan di balik kebijakan tersebut.
“Jadi, yang kita pikirkan adalah kesejahteraan masyarakatnya. Kalau misalnya dengan mekar itu jauh lebih baik, ya udah kita upayakan,” tegasnya.
Sebaliknya, Aulia menegaskan, apabila pemekaran wilayah justru menurunkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, maka kebijakan tersebut tak perlu diambil oleh pemerintah.
Disinggung sikap pribadinya terkait pemekaran wilayah Kukar, Ketua Kamar Dagang dan Industri Kukar ini menyebut tidak akan menghalangi usaha berbagai pihak mewujudkan aspirasi tersebut bila membawa kebaikan bagi masyarakat.
“Selama itu baik bagi masyarakat, monggo. Tentunya untuk melihat ini baik atau tidak, lewat kajian,” pungkasnya. (*)
Penulis & Editor: Ufqil Mubin












