Search

Ustadz Sumadi Buton: Iman yang Baik Menjadi Fondasi Menghadapi Ujian Kehidupan

Ustadz Sumadi Buton menyampaikan tausiah dalam program Mutiara Pagi PRO 1 RRI Samarinda dengan tema “Solusi di Masa Sulit” pada Senin, 14 September 2026. (Dok. RRI Samarinda)

BERITAALTERNATIF.COM – Dosen Ekonomi Syariah Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Ustadz Sumadi Buton, mengatakan kemampuan seorang Muslim untuk tetap berbaik sangka kepada Allah ketika menghadapi ujian sangat berkaitan dengan kualitas keimanan.

Hal itu disampaikannya dalam program Mutiara Pagi PRO 1 RRI Samarinda bertema “Solusi di Masa Sulit”, Senin (14/9/2026).

Ustadz Sumadi menjelaskan, ketika menghadapi masalah, seorang Muslim harus tetap menjadikan Allah sebagai tempat meminta pertolongan.

Menurutnya, hal tersebut tercermin dalam bacaan Surah Al-Fatihah yang setiap hari dibaca dalam salat.

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ibadah dan penyembahan kepada Allah menjadi salah satu jalan bagi manusia untuk memperoleh kekuatan dalam menghadapi persoalan kehidupan.

Ia kemudian menekankan pentingnya memperbaiki keimanan. Prasangka baik kepada Allah tidak muncul begitu saja, tetapi lahir dari iman yang baik.

“Baik sangka kepada Allah itu lahir dari keimanan yang baik kepada Allah Swt,” katanya.

Ustadz Sumadi menjelaskan, kualitas iman akan memengaruhi berbagai aspek dalam diri seseorang. Iman yang baik akan melahirkan perasaan, pikiran, perkataan, dan perbuatan yang baik.

“Iman yang baik akan senantiasa melahirkan pikiran-pikiran yang baik. Iman yang baik akan senantiasa melahirkan perkataan-perkataan yang baik, iman yang baik senantiasa akan melahirkan perbuatan-perbuatan yang baik,” jelasnya.

Karena itu, Ustadz Sumadi menyebut perbaikan iman sebagai fondasi utama ketika seseorang menghadapi berbagai ujian.

Dia juga mengutip gambaran Alquran mengenai ciri orang yang memiliki keimanan yang baik. Salah satunya adalah ketika nama Allah disebut, hatinya bergetar karena rasa cinta dan rindu kepada-Nya.

Selain itu, keimanannya bertambah ketika mendengar atau menyaksikan ayat-ayat Allah, baik berupa Alquran maupun tanda-tanda kebesaran-Nya.

Ciri lainnya adalah berserah diri kepada Allah dan meyakini bahwa setiap ujian memiliki tujuan untuk menguji keimanan manusia. “Menyerahkan segala urusannya kepada Allah,” tuturnya.

Ia mengatakan, ketika seseorang menghadapi ujian yang datang bertubi-tubi, ia tidak seharusnya hanya melihat persoalan dari sisi kesulitan. Ujian tersebut juga perlu dipandang sebagai kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah.

Karena itu, Ustadz Sumadi mengajak masyarakat untuk terus memperbaiki keimanan agar mampu membangun perasaan, pikiran, perkataan, dan tindakan yang lebih baik.

“Ini resep yang diberikan oleh Rasulullah dan juga apa yang disampaikan oleh Allah Swt,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Devi Nila Sari

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA