Search

Stasiun CIA di Ibu Kota Arab Saudi Jadi Target Serangan Drone

Drone Iran menghantam kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, merusak sejumlah fasilitas termasuk stasiun CIA, menurut sumber-sumber yang mengetahui insiden tersebut. (Al Mayadeen)

BERITAALTERNATIF.COM – Serangan drone Iran menghantam stasiun Central Intelligence Agency (CIA) yang berada di dalam kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi pada Senin (2/3/2026), menurut dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut.

Jika dikonfirmasi, insiden ini akan menjadi eskalasi simbolis oleh Iran dalam menargetkan personel dan fasilitas AS di seluruh kawasan.

Menurut laporan The Washington Post, pejabat AS dan Arab Saudi mengonfirmasi bahwa dua drone menghantam kompleks kedutaan di Riyadh, namun tidak secara terbuka mengungkapkan bahwa stasiun CIA termasuk di antara fasilitas yang terdampak.

Pihak CIA menolak memberikan komentar atas informasi yang kini menyebar luas di publik dunia ini.

Peringatan internal Departemen Luar Negeri AS yang diperoleh The Washington Post menyatakan bahwa serangan tersebut menyebabkan sebagian atap kedutaan runtuh dan memenuhi sebagian area kompleks dengan asap. Pemberitahuan itu menyebut adanya “kerusakan struktural” dan memerintahkan personel untuk berlindung di tempat.

Sejauh ini, tingkat kerusakan secara keseluruhan masih belum jelas. Tidak ada laporan langsung mengenai korban luka di kalangan personel CIA.

Meski serangan ini dinilai sebagai kemunduran operasional terbatas bagi kehadiran badan tersebut di Arab Saudi, para analis mencatat signifikansi simbolisnya bagi Teheran.

Otoritas Iran sejak lama memandang CIA sebagai musuh utama, khususnya terkait dukungan rahasia Washington terhadap kudeta 1953 yang menggulingkan perdana menteri terpilih Iran.

Mantan pejabat CIA yang memiliki pengalaman regional menyebut gangguan tersebut masih dapat dikelola. Seorang mantan pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa penarikan atau pengurangan semacam itu adalah “bagian dari pekerjaan”, seraya menambahkan bahwa kerja sama intelijen yang erat dengan mitra Saudi kemungkinan akan mengurangi dampak operasional.

“Ada banyak sistem cadangan yang dibangun dalam struktur ini,” ujarnya.

Gelombang ke-14 dan ke-15 True Promise 4

Peristiwa ini terjadi setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Selasa (3/3/2026) mengumumkan penyelesaian gelombang ke-15 Operasi True Promise 4, yang dilaksanakan oleh angkatan lautnya melalui serangkaian langkah operasional khusus yang menargetkan pasukan AS di seluruh kawasan.

Menurut pernyataan IRGC, 10 target vital dan strategis di Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain, termasuk pusat komando dan fasilitas peralatan milik pasukan AS, dihantam langsung oleh rudal Iran.

Pemantauan lapangan dan pengintaian satelit menunjukkan infrastruktur pangkalan tersebut tidak lagi beroperasi sepenuhnya, dengan laporan adanya kekacauan internal dan penarikan personel AS dari lokasi.

Gelombang ke-15 ini menyusul serangan sebelumnya secara cepat. IRGC mengumumkan gelombang ke-14 pada Selasa dini hari, juga menargetkan Pangkalan Udara Sheikh Isa melalui serangan gabungan drone dan rudal.

IRGC menyatakan 20 drone dan tiga rudal menghantam target yang dituju, menghancurkan pusat komando utama dan markas pangkalan, serta membakar tangki bahan bakar, dengan kobaran api dan asap terlihat di area luas.

Beberapa jam sebelumnya, pada Senin malam, IRGC mengumumkan peluncuran gelombang ke-13 operasi tersebut, yang menargetkan posisi Korps Marinir AS di Camp Arifjan, Kuwait, menggunakan drone serang satu arah.

Pernyataan itu juga melaporkan bahwa fasilitas tersisa yang terkait dengan armada angkatan laut AS di Bahrain dihantam dan dihancurkan oleh enam drone satu arah tambahan. IRGC juga menyatakan bahwa kapal tanker bahan bakar Athens Nova masih terbakar di Selat Hormuz setelah dihantam dua drone dalam serangan sebelumnya. (*)

Sumber: Al Mayadeen

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA