BERITAALTERNATIF.COM – Prosesi pemakaman Pemimpin Iran, Sayyid Ali Khamenei, dijadwalkan berakhir di Teheran pada pukul 17.00 waktu setempat. Setelah itu, jenazahnya akan dipindahkan ke kota suci Qom, sementara upacara pemakaman terpisah akan dimulai di Najaf, Irak.
Seorang komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan pada Senin (6/7/2026) bahwa prosesi pemakaman Sayyid Ali Khamenei di ibu kota Iran akan ditutup pada pukul 17.00 waktu setempat. Jenazah kemudian akan dibawa ke Qom sebelum azan Maghrib sebagai bagian dari tahapan berikutnya dalam rangkaian penghormatan terakhir.
Brigadir Jenderal Hassan Hassanzadeh, Komandan IRGC Wilayah Teheran Raya, mengonfirmasi jadwal tersebut.
Ia mengatakan masyarakat hadir dalam jumlah yang sangat besar sehingga menciptakan sebuah “epik bersejarah.”
Pemindahan jenazah ke Qom dijadwalkan berlangsung sebelum salat Maghrib sebagai kelanjutan dari prosesi berkabung.
Selain itu, Kementerian Perhubungan Iran mengumumkan telah menyediakan 400 unit bus dan enam rangkaian kereta api untuk mengangkut para pelayat yang mengikuti prosesi pemakaman Syahid Sayyid Khamenei.
Secara bersamaan, koresponden Al Mayadeen di Teheran melaporkan bahwa warga Iran terus memadati prosesi pemakaman di bawah spanduk bertuliskan “Wahai Para Penuntut Darah Khamenei” (O Avengers of Khamenei’s Blood). Massa yang hadir disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah dunia modern.
Para pejabat mengonfirmasi bahwa upacara pemakaman terpisah di Irak akan dimulai pada Rabu (8/7/2026) pukul 06.00 pagi di Najaf, dengan kehadiran yang diharapkan dari para pemimpin tertinggi Iran.
Menurut Mehr News Agency, Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, serta putra sulung mendiang pemimpin tersebut akan menghadiri prosesi pemakaman di Irak.
Koresponden Al Mayadeen Plus juga melaporkan bahwa seluruh persiapan di Najaf telah rampung dan rangkaian upacara di kota tersebut akan dimulai pada Rabu pagi.
Media internasional seperti The Guardian dan Financial Times memperkirakan jumlah peserta prosesi di Teheran mencapai jutaan orang. Sementara itu, Al Mayadeen menyatakan bahwa acara tersebut telah menjadi prosesi pemakaman terbesar di dunia dalam sejarah modern.
Kerumunan besar mulai berdatangan ke ibu kota Iran sejak pagi 6 Juli untuk mengikuti prosesi pemakaman Pemimpin Syahid Sayyid Ali Khamenei beserta anggota keluarganya.
Televisi pemerintah melaporkan bahwa jumlah peserta yang sangat besar membuat alun-alun utama tidak mampu lagi menampung massa, sehingga panitia terpaksa mengubah rute prosesi.
Koresponden Al Mayadeen di Teheran melaporkan bahwa para pejabat Iran memperkirakan prosesi pemakaman akan berlangsung sekitar 12 jam.
Kendaraan yang membawa peti jenazah para syuhada, termasuk cucu perempuan termuda mendiang pemimpin tersebut, bergerak melewati lautan pelayat mulai dari Jalan Azadi.
Namun, setelah Lapangan Imam Hussein dan sejumlah titik utama lainnya mencapai kapasitas maksimum, titik keberangkatan prosesi dipindahkan ke Lapangan Enghelab.
Pada hari ketiga rangkaian penghormatan publik, massa terus memadati jalan-jalan utama Teheran sambil meneriakkan berbagai slogan di bawah spanduk yang menyerukan pembalasan.
Prosesi tersebut berlangsung setelah dua hari penghormatan terakhir di Mosalla Imam Khomeini, yang berakhir pada malam 5 Juli setelah hampir 48 jam dipadati jutaan pelayat tanpa henti.
Juru bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menanggapi besarnya mobilisasi masyarakat dengan menyatakan bahwa kehadiran jutaan orang mencerminkan persatuan antara negara dan rakyat.
“Kehadiran luar biasa ini akan memperkuat kemampuan Iran di berbagai bidang,” ujarnya.
Rangkaian upacara penghormatan bagi mendiang pemimpin tersebut dijadwalkan berlangsung selama enam hari berturut-turut, mencakup berbagai wilayah di Iran serta sejumlah prosesi di Irak.
Para pejabat memperkirakan antara 15 hingga 20 juta pelayat akan ikut berpartisipasi dalam keseluruhan rangkaian pemakaman tersebut. (*)
Sumber: Al Mayadeen












