Search

Sekretaris Umum HMI Kukar Diduga Jadi Korban Kekerasan Aparat saat Aksi Unjuk Rasa

Koordinator aksi Ridho Arka bersama Sekretaris Umum HMI Kukar saat diwawancarai oleh awak media Berita Alternatif usai insiden kekerasan aparat saat aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Kukar. (Berita Alternatif/Ulwan Murtadho)

BERITAALTERNATIF.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutai Kartanegara (Kukar) menyebut Sekretaris Umumnya, David Riyanto, menjadi korban dugaan tindakan represif aparat kepolisian saat aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Kukar, Kamis (23/7/2026).

Koordinator aksi HMI Kukar, Ridho Arka Putra, mengatakan insiden itu terjadi ketika massa aksi hendak meletakkan ban dan jerigen berisi bensin sebagai bagian dari atribut demonstrasi.

Menurutnya, sebelum ada upaya pembakaran ban, aparat terlebih dahulu mengambil ban dan bensin tanpa pemberitahuan kepada massa aksi.

Ridho mengaku menyaksikan langsung peristiwa tersebut. Ia mengatakan David hanya berupaya mempertahankan jerigen bensin yang dimiliki oleh massa aksi, bukan melakukan penyerangan terhadap aparat.

“Saya melihat secara langsung ketika kami belum melakukan pembakaran ban. Kami baru menaruh ban dan bensin, tetapi tiba-tiba aparat mengambil ban dan bensin tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Kanda David hanya berusaha menahan bensin itu agar tidak diambil,” katanya.

Menurutnya, dalam proses tersebut justru terjadi tindakan yang diduga dilakukan aparat terhadap David hingga menimbulkan luka di bagian dada.

“Saya melihat sendiri ada aparat yang mendorong, bahkan diduga mencakar di area dada Sekretaris Umum HMI Cabang Kukar. Tidak ada tindakan mendorong atau menyerang dari pihak kami. Kami hanya menahan bensin yang memang kami beli sendiri,” ujarnya.

Akibat insiden itu, baju yang dikenakan David dilaporkan robek di bagian dada dan muncul bekas cakaran pada tubuhnya. Peristiwa tersebut juga sempat memicu kericuhan singkat di lokasi aksi.

Ridho menegaskan, sejak awal HMI tidak memiliki niat melakukan tindakan anarkis.

Dia menyebut massa aksi hanya meletakkan ban di lokasi unjuk rasa dan belum melakukan pembakaran saat aparat mengambil atribut tersebut.

“Kami sama sekali belum melakukan pembakaran. Ban dan bensin hanya kami letakkan. Kalau memang ada aturan yang harus ditegakkan, seharusnya bisa disampaikan secara baik-baik, bukan dengan tindakan seperti itu,” tegasnya.

Ia menilai tindakan yang dialami rekannya merupakan bentuk perlakuan yang tidak semestinya terhadap organisasi mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi secara damai.

“Bagi kami, ini merupakan pelecehan terhadap organisasi. Kami datang menyampaikan aspirasi, tidak melakukan tindakan anarkis ataupun represif. Justru kami yang mengalami tindakan seperti itu dari aparat keamanan,” katanya.

Ridho berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam penyampaian pendapat di muka umum. Menurutnya, mahasiswa dan aparat seharusnya dapat membangun komunikasi yang baik sehingga pengamanan aksi berlangsung secara humanis.

“Kalau berbicara soal regulasi, itu bisa dibicarakan baik-baik. Kami mahasiswa dan aparat kepolisian yang mengamankan aksi seharusnya bisa menyelesaikannya melalui komunikasi. Tidak ada aksi kekerasan dari pihak kami sebelum insiden itu terjadi,” tutup Ridho.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi dari pihak kepolisian terkait dugaan tindakan represif yang disampaikan HMI Cabang Kukar. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA