BERITAALTERNATIF.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Sunggono mendorong Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) memperkuat program pembekalan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang akan memasuki masa pensiun.
Sunggono menilai program ini sangat penting agar para ASN memiliki persiapan dan kegiatan produktif setelah mengakhiri masa pengabdian sebagai abdi negara.
Dia menjelaskan, setiap tahun terdapat sekitar 500 hingga 600 ASN di Kukar yang memasuki masa pensiun. Pada 2026, jumlah ASN yang mencapai batas usia pensiun (BUP) diperkirakan sebanyak 536 orang, belum termasuk mereka yang meninggal dunia, pindah, atau diberhentikan.
Menurutnya, jumlah tersebut menunjukkan pentingnya program persiapan purnatugas yang terencana. Para ASN perlu mendapatkan gambaran mengenai kegiatan yang dapat mereka jalankan setelah tidak lagi bekerja di lingkungan pemerintahan.
“Semestinya kita memiliki program yang memastikan ASN yang akan pensiun tidak mengalami kesulitan atau salah langkah ketika memasuki masa purnatugas,” ujarnya usai acara pengukuhan Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Kukar di Gedung Bappeda Kukar, Kamis (29/10/2026).
Sunggono mengungkapkan, pembekalan yang pernah difasilitasi pemerintah daerah mendapat sambutan luar biasa dari para peserta. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 300 ASN yang mendekati masa pensiun.
Dia menilai, persiapan sebelum pensiun diperlukan karena sebagian ASN berpotensi mengalami kebingungan ketika kehilangan rutinitas pekerjaan yang selama bertahun-tahun mereka jalani.
Karena itu, ia ingin program pembekalan menjadi salah satu agenda yang ditindaklanjuti melalui kepengurusan Korpri yang baru. Pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing ASN.
Selain pembekalan, Sunggono mendorong identifikasi minat dan keterampilan ASN sejak sebelum memasuki masa pensiun. Langkah ini diperlukan agar mereka dapat mempersiapkan kegiatan produktif sesuai kemampuan masing-masing.
Ia mencontohkan, ASN yang berminat di bidang pertanian dapat memperoleh pelatihan, bantuan bibit, dan pendampingan dari dinas terkait. Sementara itu, mereka yang ingin membuka usaha laundry dapat difasilitasi melalui pelatihan keterampilan dan program pengembangan usaha.
“Jadi, ketika memasuki masa pensiun, ASN sudah mengetahui apa yang akan dikerjakan sesuai dengan minat dan kemampuannya,” katanya.
Sunggono juga menyoroti pentingnya pemberdayaan keluarga ASN melalui program peningkatan kapasitas dan pengembangan usaha.
Dia menyebutkan, upaya tersebut telah mulai dijalankan melalui koordinasi dengan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kukar, meskipun pelaksanaannya masih perlu ditingkatkan.
Ia berharap organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki program pemberdayaan masyarakat turut memberikan perhatian kepada keluarga ASN yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan keterampilan maupun usaha.
Menurut Sunggono, persiapan pensiun tidak cukup dilakukan ketika ASN sudah mengakhiri masa kerja. Pemerintah daerah perlu memetakan kebutuhan mereka sejak jauh-jauh hari agar program pelatihan dan pendampingan dapat disiapkan secara tepat.
“Sejak awal, kita harus mengidentifikasi dan menginventarisasi minat serta potensi ASN yang akan pensiun agar mereka memiliki kegiatan produktif setelah purnatugas,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Arif Rahmansyah
Editor: Devi Nila Sari











