BERITAALTERNATIF.COM – Dilansir dari kanal Al Mayadeen pada Kamis (19/3/2026), dalam pernyataan resminya, Sayyid Mojtaba mengungkapkan duka mendalam atas gugurnya Dr. Ali Larijani—Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi—bersama putranya dan sejumlah koleganya, yang tewas dalam operasi pembunuhan oleh AS–Israel.
Ia membuka pernyataannya dengan ayat Al-Qur’an:
“Janganlah kamu mengira orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka hidup di sisi Tuhannya dan diberi rezeki.”
Melalui ayat tersebut, ia menegaskan kemuliaan spiritual yang abadi bagi mereka yang mengorbankan hidupnya demi bangsa.
Sayyid Mojtaba mengenang Dr. Larijani sebagai sosok yang visioner, cerdas, dan sangat berkomitmen, dengan hampir lima dekade pengabdian di berbagai bidang—politik, militer, keamanan, budaya, dan administrasi—yang menjadikannya figur luar biasa dalam Republik Islam.
“Pembunuhan terhadap tokoh terkemuka seperti itu menunjukkan betapa pentingnya dirinya sekaligus kebencian musuh-musuh Islam,” ujar Sayyid Mojtaba.
Ia menegaskan bahwa darah mereka justru akan memperkuat Republik Islam, dan para pelaku kejahatan ini pada akhirnya akan menghadapi pembalasan.
Pemimpin Iran itu menekankan bahwa kekuatan Republik Islam tidak bergantung pada individu semata, melainkan pada jalan perjuangan yang mengakar kuat dan terus berlanjut meski menghadapi berbagai serangan.
Dia menambahkan bahwa para syuhada “menjaga Revolusi Islam dari jebakan musuh Zionis dan Amerika Serikat yang arogan,” serta pengorbanan mereka menjamin kemenangan dalam perjuangan ini.
Ia menutup pernyataannya dengan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Dr. Larijani, khususnya kepada Sadegh Amoli Larijani, Ketua Dewan Penentu Kebijakan Iran, serta memanjatkan doa bagi derajat para syuhada.
Sayyid Mojtaba juga mengeluarkan pesan belasungkawa atas gugurnya Komandan Gholamreza Soleimani, kepala Organisasi Basij, yang tewas dalam serangan AS–Israel.
Dalam pernyataannya, dia mengungkapkan kesedihan mendalam dan menegaskan bahwa pembunuhan tersebut mencerminkan ketakutan musuh terhadap Basij serta perannya dalam Republik Islam.
Dia menekankan bahwa Soleimani telah menghabiskan bertahun-tahun dalam pengabdian dan perjuangan, dengan pengalaman luas dalam membela negara.
Penargetan terhadap tokoh-tokoh seperti ini, menurutnya, menunjukkan pentingnya Basij sekaligus ketidakmampuan musuh untuk menghadapinya secara langsung, sehingga tindakan tersebut mencerminkan rasa takut dan permusuhan.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum, rekan-rekannya di Korps Garda Revolusi Islam, serta seluruh anggota Basij, seraya menegaskan keyakinannya bahwa jalan perjuangan mereka akan terus berlanjut. (*)
Editor: Ufqil Mubin












