Search

Presiden Lebanon: Dunia Harus Menekan Israel untuk Hentikan Agresi

Presiden Lebanon meminta komunitas internasional untuk menekan Israel agar menghentikan agresinya terhadap Lebanon. (Mehr News)

BERITAALTERNATIF – Menurut laporan Al Mayadeen, Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan bahwa masyarakat internasional harus menekan rezim Israel agar dipaksa menghentikan serangan-serangannya terhadap Lebanon. Ia menambahkan bahwa komunitas internasional, terutama Uni Eropa, harus menekan Tel Aviv supaya mematuhi isi perjanjian gencatan senjata.

Aoun menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan dengan utusan khusus Uni Eropa. Ia mengatakan bahwa Lebanon menyambut setiap bentuk dukungan dari Uni Eropa, terutama setelah pasukan UNIFIL dijadwalkan mundur pada 2027.

Ia menegaskan bahwa memperkuat kemampuan Angkatan Bersenjata Lebanon sangat penting bagi Eropa, karena kemampuan itu dapat menjaga keamanan negara, dan keamanan Lebanon pada akhirnya ikut menjaga keamanan Eropa. Aoun juga mengulangi pernyataannya mengenai perlunya senjata di Lebanon berada sepenuhnya di bawah kendali pemerintah.

Lebanon Lelah dari Kekosongan Pemerintahan

Dalam bagian lain pernyataannya, Presiden Lebanon mengatakan bahwa negara tersebut melakukan kesalahan dalam mengelola kemerdekaannya, tanpa menafikan adanya campur tangan dan faktor eksternal yang ikut menambah beban. Ia menyatakan bahwa jalan menuju kemerdekaan dimulai dengan hadirnya negara, berjalannya pemerintahan, serta pembebasan setiap jengkal wilayah Lebanon.

Aoun menjelaskan bahwa Lebanon kini menghadapi tantangan untuk memperbarui kemerdekaannya. Ia menekankan bahwa situasi telah berubah, dan Lebanon sudah lelah dari kondisi tanpa pemerintahan yang stabil. Menurutnya, tidak bisa diterima jika ada yang berperilaku seolah-olah sebagian masyarakat Lebanon telah hilang begitu saja. Mereka adalah rakyat Lebanon, dan tetap menjadi bagian dari negara. Mereka telah membayar harga yang besar dan mengorbankan nyawa. Yang dibutuhkan adalah kembalinya mereka ke dalam perlindungan negara.

Militer Melaksanakan Tugas di Seluruh Wilayah Lebanon

Aoun menyatakan bahwa militer menjalankan tugas nasionalnya di seluruh wilayah Lebanon, terutama di bagian selatan. Ia menegaskan bahwa pemerintah—dan dirinya sebagai presiden—akan berdiri pada posisi yang sesuai dengan kepentingan rakyat dan seluruh warga negara.

Ia menambahkan bahwa sebagian warga Lebanon mungkin memiliki pandangan yang berbeda. Namun menganggap bahwa sebuah musibah telah menghapus keseluruhan suatu kelompok warga Lebanon, seolah mereka lenyap sebagai satu komunitas, adalah bentuk sikap keras kepala dan penolakan yang sama berbahayanya. Ia menegaskan bahwa pemerintah berdiri di wilayah selatan untuk menegaskan kepada mereka yang enggan mengakui kenyataan bahwa waktu sudah berubah, situasi telah berubah, Lebanon lelah dari ketiadaan negara, dan rakyat telah kehilangan kepercayaannya pada “pemerintahan-pemerintahan kecil”. Sementara dunia pun hampir kehabisan kesabaran terhadap Lebanon. Karena itu, Lebanon tidak lagi bisa hidup tanpa pemerintahan yang efektif.

Angkatan Bersenjata Siap Ambil Alih Lima Titik yang Diduduki Israel

Aoun mengatakan bahwa Lebanon menegaskan kesiapan militer untuk mengambil kendali atas lima titik yang diduduki Israel. Lebanon siap merundingkan setiap kesepakatan untuk penghentian permusuhan secara permanen, di bawah pengawasan PBB, Amerika Serikat, atau lembaga internasional lainnya.

Presiden Lebanon menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen menjadi satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas keamanan perbatasan dan seluruh wilayah nasional. Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini mencakup tanggung jawab negara-negara sahabat untuk menyusun jadwal waktu yang jelas bagi sebuah mekanisme internasional yang memberikan dukungan bagi militer Lebanon.

Siap Berpartisipasi dalam Perdamaian yang Melibatkan Palestina

Aoun menegaskan bahwa Lebanon siap berpartisipasi dalam upaya perdamaian yang mencakup Palestina dan rakyatnya. Ia menyatakan Lebanon bersedia bergerak menuju perdamaian tanpa prasyarat, selama kepentingan Lebanon tetap menjadi pertimbangan utama.

Di akhir pernyataannya, Aoun memaparkan sebuah inisiatif yang menegaskan kesiapan pemerintah untuk memajukan sebuah jadwal yang terukur terkait proses perlucutan senjata Hezbollah.  (*)

Sumber: Mehr News
Penerjemah dan Editor: Ali Hadi Assegaf

 

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA