Search

Pengubinan Padi di Marangkayu, Produktivitas Capai 3,2 Ton per Hektare

BERITAALTERNATIF.COMKelompok Tani (Poktan) Bina Etam Bersama Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, melaksanakan kegiatan pengubinan padi sawah pada Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengambilan sampel hasil panen untuk mengetahui tingkat produktivitas padi di wilayah tersebut.

Pengubinan dilakukan oleh personel Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Marangkayu dengan mengambil tiga titik sampel di areal persawahan. Setiap titik memiliki ukuran 2,5 x 2,5 meter, yang kemudian dijadikan dasar perhitungan estimasi hasil panen per hektare.

Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun sebagai bahan pencatatan produktivitas padi sawah yang dilaporkan ke Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara serta Badan Pusat Statistik (BPS) setempat.

Pengubinan kali ini dilakukan di lahan milik Ketua Poktan Bina Etam Bersama, Arbain, yang memiliki luas sekitar 2 hektare dari total 25 hektare lahan kelompok tani tersebut. Pada musim tanam kali ini, Arbain menerapkan pola tanam benih langsung atau tabela (tanam benih langsung/ICIR).

Menurut Arbain, metode tabela dipilih karena dinilai lebih efisien. “Pola tanam ini bisa menghemat tenaga dan biaya tanam, panen lebih cepat, hemat air, fleksibel, serta dapat mengurangi serangan hama dan penyakit pada masa pindah tanam,” ujarnya.

Dia juga menggunakan varietas padi Mikongga dengan perlakuan pemupukan sebanyak dua kali, yang dinilai sudah cukup untuk menghasilkan produksi optimal.

Proses pengubinan diawali dengan penentuan lokasi sampel, kemudian dilanjutkan dengan persiapan alat seperti meteran, anjir, arit, timbangan, terpal, dan karung. Selanjutnya dilakukan pemanenan pada petakan ubinan, perontokan, pembersihan gabah dari kotoran, hingga penimbangan hasil.

Dari hasil pengubinan tersebut, diperoleh produktivitas padi sebesar 3,2 ton per hektare.

Arbain mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil tersebut, mengingat kondisi tanaman sempat mengalami kendala.

“Alhamdulillah, hasilnya tetap bagus. Padahal setelah tanam sempat terendam air akibat curah hujan tinggi dan pasang air laut. Bahkan ada beberapa bagian yang harus disulam karena benih mati,” jelasnya.

Selain perawatan dari petani, keberhasilan ini juga didukung oleh pembinaan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Fredy Andhika, serta petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Adriansyah.

Dengan adanya kegiatan pengubinan ini, diharapkan data produktivitas padi di wilayah Marangkayu dapat terus terpantau secara akurat, sekaligus menjadi dasar dalam meningkatkan hasil pertanian di masa mendatang. (*)

Penulis & Editor: Ufqil Mubin

Tags :

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA