Search

Pemkab Kukar Luncurkan Aplikasi PRAKTIS, Absen ASN Kini Gunakan Pindai Wajah

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri meluncurkan Aplikasi Presensi ASN Kukar Terintegrasi dan Dinamis di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Senin (27/7/2026). (Berita Alternatif/Ulwan Murtadho)

BERITAALTERNATIF.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) resmi meluncurkan Aplikasi Presensi ASN Kukar Terintegrasi dan Dinamis (PRAKTIS) sebagai sistem absensi elektronik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Peluncuran dilakukan bersamaan dengan pelantikan pejabat administrator dan pengawas di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Senin (27/7/2026).

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan penerapan aplikasi tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi pemerintah pusat agar seluruh pemerintah daerah menerapkan satu sistem presensi ASN yang terintegrasi.

Menurutnya, selama ini setiap perangkat daerah masih menggunakan sistem absensi yang berbeda-beda, mulai dari cek log, absensi manual hingga metode lainnya. Melalui aplikasi PRAKTIS, seluruh ASN di lingkungan Pemkab Kukar diharapkan menggunakan sistem presensi yang sama berbasis elektronik.

“Hari ini diluncurkan aplikasi yang berbasis elektronik dan sudah diujicobakan mulai bulan-bulan yang kemarin,” katanya.

Aulia mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, proses verifikasi wajah ASN telah berjalan cukup baik. Dari sekitar 18.000 hingga 19.000 ASN di lingkungan Pemkab Kukar, hanya sekitar seribu pegawai yang belum melakukan verifikasi wajah.

“Artinya, sekitar 17.000 lebih ASN sudah terverifikasi wajah untuk dilakukan aplikasi program ini,” ujarnya.

Dia menginginkan kehadiran aplikasi PRAKTIS tidak hanya meningkatkan kedisiplinan kehadiran ASN, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kita dapat meningkatkan kualitas kerja dan semakin meningkatkan lagi kualitas pelayanan kita,” ucapnya.

Meski demikian, ia mengakui sistem berbasis biometrik masih berpotensi menghadapi kendala teknis.

Karena itu, Aulia meminta setiap permasalahan yang muncul segera dicatat dan dievaluasi agar aplikasi dapat terus disempurnakan.

“Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Silakan sampaikan ketika ada permasalahan-permasalahan yang muncul. Artinya jika ada masalah-masalah teknis seperti ini, itu bisa dicatat dengan baik,” katanya.

Bahkan, dia berharap agar teknologi presensi dapat dikembangkan menggunakan pemindai retina apabila sistem pengenalan wajah mengalami kendala.

“Kasihan nanti orang ketika datang ke kantor hanya karena wajahnya tidak dikenali oleh aplikasi. Harapan kami ini bisa dikembangkan, untuk kita pakai retina saja,” ungakpnya.

Dalam kesempatan yang sama, Aulia juga mengungkapkan rencana Pemkab Kukar memiliki mars dan hymne resmi pemerintahan daerah.

Menurutnya, lagu tersebut diharapkan dapat diluncurkan sebelum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang sebagai simbol untuk memperkuat solidaritas aparatur.

“Insyaallah sebelum 17 Agustus nanti sudah bisa kita nyanyikan bersama. Mudah-mudahan bisa meningkatkan lagi solidaritas dan soliditas kita,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA