Search

Musda KAHMI Kukar: Jalan Santai hingga Stadium General Nasional

Ketua Panitia Musyawarah Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Kutai Kartanegara, H. Mubarak. (Berita Alternatif/Ulwan Murtadho)

BERITAALTERNATIF.COM — Panitia Musyawarah Daerah (Musda) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kutai Kartanegara mulai mematangkan rangkaian kegiatan pra Musda hingga pelaksanaan Musda yang direncanakan berlangsung pada awal tahun 2026.

Sejumlah agenda sosial hingga konsolidasi organisasi telah disusun sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi alumni HMI di Kukar.

Ketua Panitia Musda KAHMI Kukar, Haji Mubarak, menjelaskan bahwa rencana Musda sejatinya telah dibahas sejak rapat presidium pada akhir Desember 2025.

Dalam rapat tersebut, ditetapkan bahwa Musda KAHMI Kukar direncanakan berlangsung pada rentang Januari hingga Februari, dengan opsi penyesuaian waktu apabila diperlukan.

“Sesuai dengan rapat presidium,…sudah menetapkan sebetulnya untuk rencana musyawarah daerah,” ujarnya kepada awak media Berita Alternatif pada Minggu (11/1/2026).

Mubarak menyebutkan, apabila terdapat kebutuhan tambahan waktu, pelaksanaan Musda masih memungkinkan untuk digeser hingga Maret.

Namun demikian, pihaknya saat ini menargetkan Musda dapat terlaksana lebih awal agar proses regenerasi dan konsolidasi organisasi berjalan tepat waktu.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia menyiapkan pra Musda yang bersifat terbuka dan melibatkan keluarga besar HMI dan KAHMI.

Pra Musda dirancang tidak hanya sebagai kegiatan pemanasan menjelang Musda, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi dan penggalangan dukungan.

“Pra Musda itu berupa nantinya kegiatan jalan santai, kemudian ada kegiatan donor darah, kemudian ada aksi zumba, kemudian ada juga kemarin yang ini berupa penggalangan dana dan sembako,” jelasnya.

Awalnya, pra Musda dijadwalkan berlangsung pada 18 Januari. Namun, panitia membuka kemungkinan adanya pergeseran jadwal ke awal bulan berikutnya, menyesuaikan kesiapan teknis dan partisipasi peserta.

Sementara itu, pelaksanaan Musda direncanakan pada 5 Februari, yang bertepatan dengan momentum hari besar organisasi.

Menurut dia, agenda Musda tidak hanya mencakup laporan pertanggungjawaban dan pemilihan presidium baru, tetapi juga diarahkan sebagai forum strategis untuk menentukan arah KAHMI Kukar ke depan.

“Karena kalau untuk ke arah sana kita harus punya persiapan matang, terutama kehadiran presidium, laporan pertanggungjawaban dan lain sebagainya, sampai kepada kegiatan pemilihan presidium yang baru,” katanya.

Ia juga berharap kehadiran unsur Presidium Nasional KAHMI dalam Musda mendatang. Kehadiran tersebut diharapkan dapat memberikan arahan strategis melalui forum semacam presidium general.

“Kalau memungkinkan ada presidium nasional, KAHMI nasional yang hadir, untuk memberikan semacam stadium general, seperti apa nanti, yang itu sifatnya memberikan semacam keyword untuk KAHMI ke depan seperti apa,” ujarnya.

Dari sisi kesiapan, panitia saat ini telah memprioritaskan persiapan pra Musda, khususnya kegiatan jalan santai.

Sejumlah kebutuhan teknis, kata Mubarak, seperti pemesanan atribut kegiatan dan skema penghimpunan dana internal telah mulai dijalankan.

Sementara untuk Musda, panitia masih menyusun draf awal sebagai dasar pembahasan lanjutan.

Selain itu, panitia telah melakukan komunikasi lintas sektor, termasuk menjalin silaturahmi dengan sejumlah tokoh dan alumni HMI yang saat ini menduduki jabatan strategis di daerah.

Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan dukungan moral dan organisatoris guna mendukung kelancaran pelaksanaan Musda.

Dia menegaskan bahwa pra Musda diharapkan menjadi ruang kebersamaan yang cair dan inklusif bagi seluruh keluarga besar HMI.

“Pra Musda ini kan sifatnya having fun. Kita ingin semua keluarga besar HMI, termasuk KAHMI, baik itu alumni HMI yang dari dalam Tenggarong maupun luar Tenggarong, itu bisa bergabung,” tuturnya.

Ia juga berharap Musda mendatang dapat dihadiri oleh seluruh anggota KAHMI Kukar, baik yang berdomisili di dalam maupun luar daerah, sehingga proses pengambilan keputusan organisasi benar-benar mencerminkan semangat kekeluargaan.

“Walaupun mungkin perbedaan-perbedaan kepentingan, pandangan gitu, tapi kita ini satu keluarga, benar-benar bisa berkumpul sama-sama,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA