BERITAALTERNATIF.COM – Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman bertemu dengan Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, pada Kamis untuk membahas kerja sama pertahanan dan perkembangan regional, demikian dilaporkan Saudi Press Agency.
Menurut kantor berita tersebut, pertemuan itu berfokus pada sejumlah isu terkait kerja sama pertahanan antara Saudi dan AS.
Kedua pihak juga membahas perkembangan di kawasan serta upaya untuk “meredakan ketegangan” dan memperkuat keamanan serta stabilitas.
Awal bulan ini, bin Salman melakukan percakapan telepon dengan Presiden AS Donald Trump. Keduanya membahas perkembangan regional dan dampaknya di tingkat regional maupun internasional.
Dalam percakapan tersebut, bin Salman menyampaikan kekhawatiran mengenai rencana Trump yang dilaporkan akan melakukan serangan besar terhadap Iran dalam sebuah pembicaraan telepon pada Sabtu. Menurut Axios, yang mengutip dua pejabat AS dan satu sumber lain yang mengetahui pembicaraan tersebut, bin Salman mendesak Washington untuk mengupayakan deeskalasi.
Kedua pihak juga meninjau berbagai bidang kerja sama yang sudah berjalan antara Saudi dan AS serta cara untuk memperkuatnya lebih lanjut.
Pertemuan ini berlangsung di tengah agresi Saudi terhadap Yaman, agresi AS terhadap Iran, serta serangan gabungan AS–Saudi terhadap Irak. Baik Riyadh maupun Washington menyatakan bahwa mereka menginginkan deeskalasi, tetapi tindakan militer mereka di kawasan justru menunjukkan peningkatan kekerasan.
Sedikitnya 356 orang tewas dan 2.632 orang terluka dalam serangan Saudi di Kegubernuran Saada, Yaman utara, sejak dimulainya periode deeskalasi, menurut Kantor Hak Asasi Manusia Saada. Kantor tersebut mengatakan kepada Al Mayadeen bahwa pasukan Saudi secara khusus menargetkan distrik-distrik perbatasan.
Kantor tersebut menyatakan bahwa Saudi terus melakukan serangan terhadap Saada meskipun terdapat upaya deeskalasi. Serangan itu disebut menyasar warga sipil dan infrastruktur sipil, termasuk rumah, lahan pertanian, sekolah, rumah sakit, dan jalan.
Sementara itu, AS telah melancarkan tiga serangan terpisah terhadap Iran selama setahun terakhir, meskipun upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang konstruktif masih berlangsung. Agresi tersebut mencakup serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk fasilitas pengolahan air dan kilang minyak, serta lokasi sipil seperti sekolah, rumah sakit, taman bermain, dan bangunan tempat tinggal.
Saudi sebelumnya telah menyatakan dukungan terhadap upaya untuk melemahkan Republik Islam Iran, mendukung penggunaan agresi militer, serta membantu AS dan “Israel” dalam mencegat rudal dan drone Iran yang masuk. (*)
Sumber: Al Mayadeen











