BERITAALTERNATIF.COM – Imam Huzaeni lahir pada 18 Agustus 1971 di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Imam tumbuh di tengah keluarga sederhana.
Dia merupakan anak tengah dari 3 bersaudara. Orang tua mereka merupakan pekerja swasta.
Dua saudaranya lebih tertarik dengan dunia mesin—saat ini mereka masih menetap di Surabaya. Sementara Imam memilih berkarir di bidang pendidikan.
Sewaktu sekolah, pria yang memiliki kepribadian tertutup ini lebih tertarik di bidang keterampilan pembuatan patung, kerajinan tangan, dan melukis.
Hasil karyanya sering kali dipajang oleh sang guru di kelas maupun ruang guru.
Imam kecil sering menjadi orang pertama dalam lingkungan pertemanannya yang mencoba berbagai hal baru.
Dia mulai merantau ke Kalimantan Timur sejak tahun 1994 setelah lulus dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Ia menjadi salah satu penerima Beasiswa Ikatan Dinas.
Imam ditugaskan pertama kali sebagai guru IPA di SMP Negeri 1 Muara Badak sejak Januari 1994 hingga akhir tahun 2006 sebelum akhirnya pada 2007 diangkat menjadi Pelaksana Tugas SMP Negeri 4 Muara Badak hingga tahun 2022. Sejak dua tahun lalu, ia ditugaskan di Tenggarong.
Perjalanan hidup dan kariernya tak mudah. Meski begitu, ia secara bertahap menggapai mimpi-mimpinya.
Dia meraih penilaian terbaik dari uji kompetensi kepala sekolah. Karena itu, pada tahun 2022 ia ditugaskan sebagai Kepala SMP Negeri 1 Tenggarong.
Pendidikan
Imam menghabiskan seluruh masa pendidikannya di Pulau Jawa. Ia bersekolah di SD yang berlokasi di Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, yang merupakan kampung halaman neneknya.
Sejak kecil, dia sudah berpisah dengan kedua orang tuanya. Penyebabnya, Imam terlambat masuk sekolah dasar. Kala itu, pendaftaran sekolah di Surabaya sudah ditutup.
Ia pun memilih mengikuti sang nenek serta menghabiskan masa sekolahnya di SDN 01 Sentul.
Merasa nyaman dengan lingkungan dan teman-temannya, Imam memilih untuk melanjutkan pendidikannya di SMPN 1 Purwodadi sebelum akhirnya kembali ke Surabaya saat ia menginjakkan kaki di Sekolah Menengah Atas (SMA) karena orang tuanya yang keberatan berpisah dalam waktu lama dengannya.
Imam kemudian melanjutkan pendidikannya di SMA Tri Guna Bhakti Surabaya.
Kuliah dan Karier
Imam mengambil Diploma 3 Pendidikan Fisika sebagai pendidikan tingkat lanjutnya.
Dia mempertimbangkan kondisi keluarganya. Ia memilih pilihan yang tidak akan memberatkan keluarganya.
Imam mendapatkan Beasiswa Ikatan Dinas selama tiga tahun, namun syaratnya ia harus bersedia untuk ditempatkan di mana saja.
Saat itu, Imam terpilih melalui undian untuk ditempatkan di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Ia pun berangkat ke Muara Badak bermodalkan uang saku yang cukup besar di masanya. Uang tersebut digunakan untuk membiayai kehidupannya sehari-hari selama tiga bulan.
Imam beruntung mendapatkan beasiswa tersebut. Dia tak perlu lagi mengikuti ujian CPNS karena setelah lulus ia secara otomatis mendapatkan SK CPNS dengan masa kerja tiga tahun.
Selama menjalankan profesi sebagai guru, ia menempuh pendidikan S1 di Jurusan Pendidikan Fisika Universitas Mulawarman Samarinda. Dia lulus pada tahun 2001.
Ia kemudian menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Surabaya pada tahun 2003. Seluruh jenjang pendidikan D3, S1, dan S2 didapatkannya berkat beasiswa pemerintah.
Saat memulai kariernya sebagai guru IPA, Imam kerap mengikuti lomba di bidang karya tulis.
Dari sekian banyak guru di sekolahnya, Imam menjadi satu-satunya guru yang mengikuti lomba tersebut hingga berhasil masuk ke tingkat kabupaten.
Pada tahun 2005, dia pernah mengikuti lomba di tingkat Provinsi Kaltim. Ia kembali meraih Juara 1 sehingga mewakili Kaltim di tingkat nasional.
Di tingkat nasional, dia kembali menjuarai lomba karya tulis ilmiah.
Selain itu, Imam menjuarai beberapa lomba karya ilmiah selama melakoni profesi guru. Puncaknya pada tahun 2005 ia mendapatkan Juara 1 simposium tingkat nasional di bidang studi IPA.
Berkat rentetan prestasi tersebut, Imam pun diminta oleh pihak pemerintah untuk mengikuti tes menjadi kepala sekolah.
Selama berkarier sebagai kepala sekolah, Imam berhasil meraih segudang prestasi. Salah satunya menjadi juara 1 kepala sekolah berprestasi tingkat kabupaten tahun 2015 dan 2019, juara 2 kepala sekolah berprestasi tingkat provinsi tahun 2015, serta penghargaan sebagai kepala sekolah inovatif Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2022.
Imam juga aktif dalam berbagai organisasi pendidikan. Ia sempat menjabat sebagai wakil ketua PGRI Ranting Kecamatan Muara Badak periode 2017-2020.
Dia juga aktif di kepramukaan sebagai Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Muara Badak tahun 2020-2022.
Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Tenggarong sejak tahun 2022.
Imam juga menjabat sebagai ketua MKKS SMP Kabupaten Kukar tahun 2022 hingga sekarang.
Dalam lika-liku perjalanan kariernya, berhadapan dengan murid merupakan tantangan tersendiri bagi Imam.
Dia tertantang menjadikan siswa berprestasi serta memiliki nilai baik. Ia juga harus mengelola pembelajaran agar mudah dipahami siswa.
Imam menggunakan filosofi tubuh sebagai prinsipnya dalam memimpin siswa dan guru. Tubuh terdiri dari bagian-bagian. Di puncak kepemimpinan terdapat kepala sekolah yang didukung staf sekolah dan petugas kebersihan. Mereka harus menjadi satu bagian yang terpadu.
Apabila satu bagian tubuh merasa sakit, maka bagian lain juga akan merasakan hal yang sama. Tidak ada yang jauh lebih baik dari yang lain.
Perihal Sekolah
Sebagai sekolah dengan akreditasi unggul, SMPN 1 Tenggarong terus mencetak prestasi akademik maupun non-akademik yang berlandaskan iman dan takwa. Setiap minggu, sekolah tersebut selalu menorehkan prestasi.
Saat ini, mereka tengah mempersiapkan program Sekolah Adiwiyata, yang masih dalam tahap verifikasi.
Mereka juga mengikuti berbagai program Sekolah Sehat, Sekolah Ramah Anak, dan Sekolah Siaga Kependudukan.
Dalam menunjang prestasi siswa, Imam selalu melibatkan dewan guru hingga staf sekolah dalam pembentukan rencana kerja dan anggaran.
Mereka diminta untuk mengajukan anggaran untuk mendukung pelaksanaan program-program yang menjadi tanggung jawab setiap bidang. Hal ini merupakan fasilitas yang diberikan sekolah dalam kegiatan-kegiatan siswa.
SMPN 1 Tenggarong juga unggul di bidang non-akademik. Para siswa binaan mereka sering kali menjadi pemenang FLS2N hingga tingkat provinsi.
Kegiatan lain seperti karate, silat, dan taekwondo juga kerap diikuti siswa sehingga menambah daftar prestasi sekolah tersebut.
Pada 27 April 2025, SMPN 1 Tenggarong meraih Juara Umum LKBB Kaltim Open 2025 yang diselenggarakan oleh Dispora Kukar.
Di bidang akademik, mereka berhasil mengikuti OSN hingga tingkat Provinsi Kaltim.
Menghadapi tantangan zaman, mereka kini menjadi salah satu kandidat Sekolah Rujukan Google (SRG) yang dirintis sejak tahun 2024. Program ini terwujud atas kerja samanya dengan manajemen Google. Salah satu manfaatnya, setiap guru dan siswa mendapatkan 1 Chromebook. Sementara di kelas terdapat papan digital dan WiFi serta listrik gratis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar.
Mereka pun aktif mengikuti pelatihan Musyawarah Guru Mata Pelajaran dan Muatan Penguatan Kepala Sekolah serta kegiatan lain yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar untuk meningkatkan kapasitas guru.
Imam terbuka untuk melakukan kerja sama dengan pihak luar terkait peningkatan kompetensi siswa seperti pelatihan OSIS maupun kegiatan lain di luar sekolah.
Dalam pembentukan karakter siswa, sekolah bekerja sama dengan Tilawati Education Center dalam pelaksanaan Gerakan Etam Mengaji. Kegiatan ini terwujud atas kerja sama dengan para pengajar dari lembaga yang kompeten di bidangnya.
Sebanyak 50 guru mendatangi sekolah tersebut untuk belajar mengaji. Kegiatan ini dilakukan selama satu jam pelajaran berdurasi sekitar 40 menit di siang hari setelah makan bersama.
Kegiatan literasi dilakukan setiap hari selama lima belas menit sebelum jam belajar serta ekstrakurikuler pramuka sebagai kegiatan di luar ruangan.
Menanggapi perubahan-perubahan dalam sistem pendidikan, dia menganggap kebijakan tersebut tergolong wajar karena mengikuti perubahan zaman.
Perbaikan dan peningkatan kurikulum dinilainya telah diperhitungkan dengan matang oleh orang-orang yang kompeten di bidangnya.
Imam berharap para siswa selalu menjadi pribadi yang baik dan berkarakter serta mampu menjadi teladan untuk diri sendiri, teman, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
Apabila karakter tersebut tertanam dalam diri siswa, maka hal itu menjadi bagian dari keberhasilan sekolah karena Imam mengedepankan pendidikan karakter.
Ia berpendapat, anak-anak yang berkarakter baik akan selaras dengan prestasi yang bisa mereka capai. Begitu pula sebaiknya.
Imam ingin dikenang sebagai sosok yang mengayomi dan pendengar yang baik, terkhusus keluhan dari seluruh elemen sekolah.
Dia tak ingin menjadi pemimpin yang hanya mengetahui hal-hal baik. Kebaikan dan keburukan di lingkungan sekolah harus diketahuinya.
Ia menginginkan terlibat di dalamnnya agar bisa menyelesaikan masalah di sekolah yang dipimpinnya.
Selama menjadi Kepala SMPN 1 Tenggarong, Imam mendapatkan banyak pengalaman, mengingat sebelumnya ia hanya memimpin sekolah di wilayah pedesaan.
Dinamika yang dihadapinya terasa berbeda karena banyak orang memiliki pandangan dan karakter berbeda sehingga ia harus lebih bijak dalam membuat keputusan. (*)
Penulis: Hanna
Editor: Ufqil Mubin












