Search

Jadi Calon Ketua PWI Kukar, Muhammad Rafi’i Ingin Perkuat Profesionalisme dan Perlindungan Wartawan

Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Kutai Kartanegara, Muhammad Rafi'i. (Berita Alternatif/Ulwan Murtadho)

BERITAALTERNATIF.COM – Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Kartanegara nomor urut 4, Muhammad Rafi’i, memaparkan visi dan misinya.

Rafii menitikberatkan pada penguatan profesionalisme wartawan, penegakan etika jurnalistik, serta perlindungan dan kesejahteraan anggota di tengah tantangan era digital dan maraknya disinformasi.

Dia mengusung visi mewujudkan PWI Kukar sebagai organisasi pers yang profesional, independen, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan era digital, guna memperkuat peran pers dalam pembangunan daerah dan demokrasi.

Menurutnya, salah satu persoalan paling mendesak yang harus segera dibenahi di tubuh organisasi adalah perbaikan tata kelola administrasi PWI agar lebih tertib, transparan, dan profesional. Pembenahan internal tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk menjalankan program organisasi secara berkelanjutan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, ia merumuskan sejumlah misi strategis, di antaranya meningkatkan profesionalisme, kapasitas, dan kompetensi wartawan; menegakkan kode etik jurnalistik serta standar kerja pers yang berkualitas; memperkuat soliditas organisasi dengan menyatukan persepsi dan meningkatkan kesejahteraan anggota; serta membangun PWI yang inklusif, transparan, dan berpihak pada kepentingan wartawan.

Selain itu, Rafi’i menekankan pentingnya mengupayakan program perlindungan wartawan, termasuk perlindungan terhadap wartawan perempuan agar terbebas dari perundungan maupun pelecehan saat menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.

PWI Kukar juga diharapkannya mampu beradaptasi dengan digitalisasi media guna menghadapi tantangan disinformasi dan hoaks yang semakin masif.

Dalam hal program prioritas, jika diberi amanah memimpin PWI Kukar selama tiga tahun ke depan, dia akan memfokuskan diri pada pelatihan peningkatan kapasitas wartawan dengan menggandeng dunia usaha.

Selain itu, peningkatan kompetensi melalui uji kompetensi wartawan juga akan terus didorong, baik secara mandiri, melalui kerja sama dengan PWI Provinsi Kaltim maupun dengan melibatkan dunia usaha.

Langkah tersebut, kata Rafi’i, dilakukan untuk memastikan wartawan yang bekerja di lapangan benar-benar dibekali kompetensi yang memadai, sehingga produk jurnalistik yang dihasilkan sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Sejalan dengan itu, sosialisasi dan pelatihan terkait KEJ juga akan terus dilakukan agar wartawan memahami secara utuh norma dan tanggung jawab profesinya.

Menurutnya, kualitas wartawan tidak hanya diukur dari kemampuan teknis menulis, tetapi juga dari pemahaman etika dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Bagaimana menciptakan wartawan yang berkualitas harus dimulai dari pelatihan dan sertifikasi, sehingga wartawan memahami norma-norma saat bekerja di lapangan,” ujarnya kepada awak media Berita Alternatif pada Kamis (25/12/2025).

Ia memandang PWI Kukar ke depan harus mampu berkontribusi aktif dalam mengawal isu-isu strategis daerah melalui praktik jurnalistik yang kritis, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.

Upaya tersebut, menurutnya, harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas wartawan serta penguatan etika profesi, agar setiap produk jurnalistik berbasis data dan analisis yang mendalam.

Rafi’i juga mendorong PWI Kukar untuk menjadi ruang diskusi dan diskursus publik, yang mempertemukan pembuat kebijakan dengan masyarakat sebagai penerima manfaat kebijakan.

Dengan demikian, pers tidak hanya hadir sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis pembangunan sekaligus pengawas kebijakan demi kepentingan masyarakat luas. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA