BERITAALTERNATIF.COM – Lurah Baru Tenggarong, Bayu Ramanda Baninugraha, menyambut positif program sosial Belajar Bersama Ceria (BBC) yang digagas Komando Daerah Militer VI/Mulawarman melalui jajaran Kodim 0906/Kukar. Program ini dinilai mampu membuka akses tambahan pendidikan bagi anak-anak yang belum memiliki kesempatan mengikuti bimbingan belajar.
Saat diwawancarai awak media Berita Alternatif di kantornya, Rabu (8/4/2026), Bayu menjelaskan bahwa program BBC merupakan bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
“Program ini sebenarnya seperti les tambahan atau bimbingan belajar yang dulu sering kita dengar. Bedanya, ini difasilitasi langsung oleh TNI melalui Kodam Mulawarman,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, program tersebut merupakan instruksi berjenjang dari Pangdam hingga Babinsa, yang kemudian dikomunikasikan dengan pemerintah kelurahan dan desa di wilayah Kodim se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Menurutnya, koordinasi yang cepat antara Babinsa dan pihak kelurahan membuat implementasi program di Kelurahan Baru berjalan tanpa kendala berarti. Bahkan, fasilitas yang ada dinilai sudah cukup memadai.
“Kami tidak butuh waktu lama untuk menyiapkan tempat. Di sini sudah ada gedung Karang Taruna, panggung, hingga Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang terintegrasi,” jelasnya.
Program BBC di Kelurahan Baru dilaksanakan setiap Senin hingga Rabu pada sore hari. Ia menyebut, antusiasme anak-anak cukup tinggi, terutama dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
“Melihat semangat mereka untuk belajar, itu sudah luar biasa. Ini menunjukkan bahwa keinginan anak-anak untuk mendapatkan pendidikan tambahan masih sangat tinggi,” katanya.
Selain memberikan manfaat pendidikan, program ini juga berdampak pada optimalisasi fasilitas yang sebelumnya kurang dimanfaatkan. Gedung Posyandu dan Karang Taruna yang sempat tidak aktif selama beberapa tahun kini kembali difungsikan.
“Gedung ini dibangun sekitar 2020 atau 2021, tapi baru aktif kembali sejak 2024. Sekarang dengan adanya program ini, fungsinya semakin luas,” ungkapnya.
Bayu juga menilai program BBC turut membantu membangun citra positif Posyandu 6 SPM sebagai pusat layanan terpadu, tidak hanya untuk kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencakup pendidikan dan sosial masyarakat.
Dia berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk memaksimalkan potensi fasilitas yang ada.
“Dalam kondisi fiskal negara yang tidak terlalu sehat, program seperti ini sangat membantu. Pembangunan tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga bisa melalui kolaborasi dengan berbagai pihak,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa program BBC ditujukan khusus bagi anak-anak yang memiliki semangat belajar tinggi, namun terkendala keterbatasan ekonomi untuk mengikuti les tambahan berbayar.
“Program ini memang menyasar anak-anak yang punya keinginan dan kesungguhan belajar, tetapi tidak didukung kemampuan ekonomi orang tua untuk mengikuti les atau privat yang biayanya cukup besar,” ujarnya.
Bayu mengungkapkan, antusiasme peserta terlihat jelas sejak awal pelaksanaan. Banyak anak datang dengan berbagai cara, mulai dari berjalan kaki, bersepeda, hingga diantar orang tua mereka.
“Bahkan ada orang tua yang ikut menunggu anaknya. Ini menunjukkan semangat luar biasa, baik dari anak maupun keluarga,” katanya.
Menurutnya, kehadiran program BBC juga berpotensi meningkatkan aktivitas positif lainnya, seperti kegiatan mengaji. Interaksi sosial antaranak dinilai menjadi faktor pendorong meningkatnya partisipasi.
“Anak-anak ini kan sedang dalam masa suka berinteraksi. Ketika melihat teman-temannya datang ke sini, mereka juga akan tertarik ikut. Ini peluang yang sangat baik untuk kita kembangkan,” jelasnya.
Terkait keberlanjutan program, dia menyebut BBC merupakan program baru yang diharapkan dapat berjalan dalam jangka panjang, dengan berbagai inovasi ke depan.
“Bahkan saya sampaikan, meskipun nanti saya sudah tidak menjabat, program ini harus tetap berlanjut,” tegasnya.
Sebagai wilayah yang telah ditetapkan sebagai proyek percontohan, Kelurahan Baru akan terus memaksimalkan fasilitas yang tersedia untuk mendukung pengembangan program.
Saat ini, kegiatan BBC memanfaatkan gedung Posyandu dan Karang Taruna, serta memungkinkan penggunaan fasilitas lain seperti gedung PKK.
“Kita punya fasilitas yang cukup. Kalau ke depan dibutuhkan penambahan kelas, sangat memungkinkan,” ungkapnya.
Ia juga membuka peluang bagi anak-anak dari wilayah sekitar seperti Sukarame dan Mangkurawang untuk ikut serta, meskipun program ini saat ini masih dipusatkan di Kelurahan Baru.
Namun demikian, Bayu menekankan pentingnya evaluasi sebelum program diperluas ke wilayah lain. Dia memperkirakan evaluasi awal dapat dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.
“Minimal setelah berjalan beberapa bulan, misalnya Juni atau Juli, kita evaluasi dulu dampaknya. Apakah benar-benar signifikan atau tidak,” ujarnya.
Ia berharap program BBC dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak-anak di wilayahnya.
“Kita semua berharap ini membawa hasil terbaik. Mudah-mudahan benar-benar memberikan dampak signifikan bagi peserta didik,” tutupnya. (*)
Penulis & Editor: Ufqil Mubin











