BERITAALTERNATIF.COM – Iran kembali menyoroti isu nuklir Israel dalam forum internasional dengan menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar fasilitas nuklir milik Israel segera ditempatkan di bawah pengawasan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Permintaan ini disampaikan oleh Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Minggu, 22 Juni 2025.
Dalam pernyataannya, Iravani menekankan bahwa ketidakadilan internasional terhadap program nuklir di Timur Tengah harus segera diperbaiki. Ia mendesak Dewan Keamanan agar bertindak berdasarkan Bab 7 Piagam PBB, yaitu pasal yang memungkinkan PBB mengambil tindakan dalam menghadapi ancaman terhadap perdamaian dan keamanan global. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah perlunya pengawasan internasional terhadap seluruh fasilitas nuklir Israel oleh IAEA.
Sementara itu, Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi juga hadir dalam pertemuan tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk mengunjungi Iran. Grossi menyebut dirinya siap berdialog dengan seluruh pihak terkait guna memastikan bahwa penggunaan teknologi nuklir di Iran dilakukan secara damai. Ia juga membuka kemungkinan peningkatan kehadiran IAEA di wilayah Iran apabila diizinkan oleh otoritas setempat.
Di sisi lain, isu terkait kemampuan nuklir Israel terus menjadi perhatian berbagai lembaga riset global. Berdasarkan laporan NBC News pada 19 Juni 2025, yang mengutip data dari Federasi Ilmuwan Amerika dan Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI), diperkirakan Israel memiliki sekitar 90 hulu ledak nuklir. Namun, ketidakjelasan kebijakan resmi Israel terkait program nuklirnya membuat organisasi-organisasi tersebut kesulitan mendapatkan informasi yang pasti.
John Erath, Direktur Kebijakan Senior di Pusat Pengendalian Senjata dan Non-Proliferasi, dalam wawancara yang dikutip NBC News pada 18 Juni, menyatakan bahwa Israel secara sengaja merahasiakan detail kemampuan nuklirnya. Menurut Erath, kebijakan tersebut merupakan strategi Israel untuk menjaga ketidaktahuan lawan potensial mereka, sehingga tidak ada pihak yang benar-benar mengetahui seberapa besar kekuatan nuklir Israel jika terjadi eskalasi konflik.
Desakan Iran agar fasilitas nuklir Israel diawasi IAEA menambah kompleksitas dinamika politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah. Selain itu, isu ini turut mempertegas pentingnya pengawasan dan transparansi global dalam penggunaan teknologi nuklir untuk mencegah penyalahgunaan dan menjaga stabilitas internasional. (*)
Sumber : ANTARA
Editor : M.Anhsori












