Search

Iran dan Hizbullah Luncurkan Gelombang ke-48 Operasi True Promise 4

Peluncuran rudal balistik Iran. (Iranian Army)

 

BERITAALTERNATIF.COM – Iran dan Hizbullah melaksanakan gelombang ke-48 Operation True Promise 4, dengan menyerang target-target Amerika Serikat dan Israel menggunakan rudal Kheibar Shekan, Qadr, serta drone serang.

Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan bahwa gelombang ke-48 operasi tersebut dilakukan bekerja sama dengan Hizbullah, menargetkan posisi AS dan Israel di wilayah Galilea, Dataran Tinggi Golan, dan Haifa, serta pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan operasi itu melibatkan rudal bahan bakar padat Kheibar Shekan, rudal bahan bakar cair Qadr, serta drone serang.

Sebagai bagian dari operasi berkelanjutan untuk mendeteksi dan mencegat drone, sistem pertahanan udara IRGC dilaporkan berhasil melacak dan menghancurkan 112 drone tempur, pengintai, dan drone serang.

Di antaranya termasuk drone MQ-9 Reaper di atas wilayah Firouzabad dan Bandar Abbas, serta satu drone lain di wilayah udara Tabriz.

Operasi ini merupakan kelanjutan dari upaya terkoordinasi Iran bersama Hizbullah untuk merespons tindakan AS dan Israel di kawasan tersebut, sekaligus menunjukkan kemampuan rudal dan drone canggih yang didukung oleh sistem pertahanan udara terpadu.

Serangan Terpadu Pertama

IRGC untuk pertama kalinya pada hari Rabu (11/3/2026) menyatakan bahwa mereka melaksanakan serangan yang dikoordinasikan bersama pasukan Perlawanan Islam di Lebanon, yaitu Hizbullah.

Menurut kantor hubungan masyarakat IRGC, operasi tersebut mencakup peluncuran rudal Qadr, Emad, Kheibar Shekan, dan Fattah ke lebih dari 50 target di Tel Aviv, al-Quds (Yerusalem Timur yang diduduki), dan Haifa, serta pangkalan militer AS di kawasan, termasuk Al-Azraq Air Base dan Al-Kharj Air Base.

Pada saat yang sama, Hizbullah mengumumkan Operasi Devoured Straw dengan menembakkan lebih dari 100 roket ke wilayah Palestina utara yang diduduki.

Pernyataan tersebut juga menyebut bahwa media Israel mengakui adanya peningkatan signifikan peluncuran rudal dari Iran menuju Israel dalam 24 jam terakhir, disertai meningkatnya jumlah korban.

Hizbullah menambahkan bahwa serangan yang terus berlanjut telah memaksa penduduk di seluruh wilayah yang diduduki untuk hidup “dari sirene ke sirene”, dengan menghabiskan waktu lama di tempat perlindungan, sebagai konsekuensi dari perang yang sedang berlangsung. (*)

Sumber: Al Mayadeen

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA