Search

Hantaman Rudal Yaman Picu Penyelidikan Angkatan Udara Israel

Angkatan udara rezim Israel dilaporkan sedang menyelidiki apakah Angkatan Bersenjata Yaman menggunakan jenis rudal baru dalam serangan sebelumnya, yang berhasil menembus sistem pencegatan mereka. (Mehr News)

BERITAALTERNATIF.COM – Situs berita harian Israel Yedioth Ahronoth melaporkan pada Sabtu lalu bahwa angkatan udara tengah meneliti sebuah proyektil yang diklaim ditembakkan dari arah Semenanjung Arab dan jatuh “dekat kota Tel Aviv” sehari sebelumnya.

Investigasi itu juga menyoroti kemungkinan proyektil tersebut “membawa amunisi cluster”.

Media Israel itu turut menampilkan sebuah video yang disebut-sebut menunjukkan rudal terbelah menjadi beberapa bagian di udara.

Disebutkan bahwa proyektil dalam rekaman tersebut tampaknya ditembakkan oleh Angkatan Bersenjata Yaman, meski rezim masih mengkaji lebih lanjut cuplikan video itu.

Pada Jumat, pasukan Yaman mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan sejumlah serangan baru ke wilayah pendudukan, termasuk menghantam Bandara Ben Gurion—bandara tersibuk Israel—sebuah target militer di Tel Aviv, serta sasaran penting lainnya di kota Ashkelon, sekitar 50 kilometer di selatan Tel Aviv.

Mereka menyebut rudal yang dipersoalkan itu sebagai “Palestine-2”, yaitu varian rudal balistik hipersonik dengan kecepatan tinggi yang sulit dicegat.

Sejak Oktober 2023, pasukan Yaman telah secara rutin meluncurkan serangan solidaritas setelah rezim Israel memulai perang genosida di Jalur Gaza.

Sebagai bagian dari blokade udara terhadap Israel, pasukan Yaman berkali-kali menargetkan Bandara Ben Gurion. Mereka juga menekan Israel melalui blokade laut dengan menyerang kapal-kapal Israel maupun kapal lain yang menuju wilayah pendudukan.

Dalam operasi pertahanan sekaligus balasan terhadap target musuh, baik Israel maupun Amerika, pasukan Yaman kerap memperkenalkan senjata baru.

Awal Agustus lalu, mereka berhasil menguji coba rudal jelajah laut jarak jauh bernama Sayyad, yang mampu menghindari radar dan membawa hulu ledak besar yang sangat merusak.

Para prajurit Yaman menegaskan akan terus melanjutkan serangan selama Tel Aviv tetap menjalankan perang dan pengepungan terhadap Gaza.

Mereka menyebut tindakan itu bukan hanya bentuk perlawanan militer, tetapi juga pesan politik untuk menunjukkan bahwa Gaza tidak sendirian. (*)

Sumber: Mehr News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA