BERITAALTERNATIF.COM – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar Yudisium ke-39 di Pendopo Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Senin (24/08/2026).
Sebanyak 77 mahasiswa mengikuti prosesi yudisium setelah menyelesaikan proses perkuliahan mereka di FAI Unikarta.
Dekan FAI Unikarta, Habib Zainuri, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan yudisium berjalan dengan lancar. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan tersebut didukung oleh tim yang solid di lingkungan fakultas.
“Peserta yudisium totalnya ada 77 mahasiswa dan kemudian prosesnya berjalan lancar,” ujarnya.
Namun, yudisium kali ini memiliki sesuatu yang berbeda. Sebab, FAI Unikarta menjadi pihak pertama di kampus ungu yang menyerahkan secara langsung Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) kepada mahasiswa dalam prosesi yudisium.
Habib menjelaskan, SKPI merupakan dokumen resmi yang menjadi pendamping ijazah mahasiswa. Keberadaan dokumen tersebut telah diwajibkan oleh kementerian sebagai bagian dari dokumen yang berhak diterima mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.
“Di yudisium ini kami juga menyerahkan secara langsung Surat Keterangan Pendamping Ijazah atau yang disebut SKPI. Itu sebagai salah satu dokumen resmi yang juga secara regulasi sudah dianjurkan, bukan cuma dianjurkan, sebenarnya sudah diwajibkan oleh kementerian untuk seluruh mahasiswa,” jelasnya.
Menurut Habib, SKPI memuat berbagai prestasi dan penghargaan yang diperoleh mahasiswa selama menjalani pendidikan. Karena itu, isi dan capaian dalam SKPI dapat berbeda sesuai dengan prestasi yang dimiliki masing-masing mahasiswa.
“Namun SKPI itu juga tidak semua mahasiswa berhak mendapatkan, bergantung dengan prestasi dan penghargaan selama menjadi mahasiswa itu. Itu yang nanti kita masukkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah,” katanya.
Ia menilai SKPI dapat menjadi salah satu dokumen pendukung bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja. Selain ijazah dan transkrip, SKPI dapat menunjukkan berbagai capaian yang diperoleh mahasiswa selama menjalani pendidikan.
“Ketika nanti mahasiswa mau mengajukan lamaran pekerjaan misalkan, itu bisa dijadikan sebagai salah satu bukti pendukung selain ijazah, transkrip dan juga SKPI,” tuturnya.
Habib menyebut, penyerahan SKPI dalam prosesi yudisium tersebut menjadi yang pertama dilakukan di lingkungan Unikarta.
“Bahkan bukan cuma di FAI, tapi di seluruh prodi di Unikarta, baru FAI pertama kali menyerahkan ini di acara yudisium,” ungkapnya.
Sementara itu, Habib mengatakan pelaksanaan yudisium tidak menghadapi kendala berarti. Kekompakan tim di lingkungan FAI menjadi salah satu faktor yang membuat seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
“Kalau untuk menyelenggarakan yudisium itu saya pikir hampir tidak ada kendala apa-apa sebenarnya. Karena kami alhamdulillah sudah memiliki tim yang solid, sehingga bisa melaksanakan yudisium dengan baik seperti yang kita saksikan bersama,” ujarnya.
Kepada 77 mahasiswa yang telah menjalani yudisium, Habib berpesan agar ilmu yang diperoleh selama menjalani pendidikan di FAI Unikarta dapat diterapkan ketika memasuki dunia kerja.
Ia meminta para lulusan tidak hanya mengandalkan ilmu yang diperoleh melalui perkuliahan, tetapi juga memanfaatkan pengalaman yang didapatkan melalui berbagai kegiatan di luar kelas, termasuk organisasi.
“Harapannya dari saya untuk seluruh mahasiswa FAI yang hari ini di yudisium, mohon ilmu yang sudah didapatkan selama di bangku kuliah, tolong diaplikasikan nanti ketika sudah masuk di dunia kerja,” tegasnya.
Selain itu, Habib meminta para lulusan tetap menjaga hubungan dengan FAI Unikarta setelah menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, alumni memiliki posisi penting dalam membantu pengembangan fakultas. Keterlibatan mahasiswa, alumni, dosen, maupun mitra menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pengembangan lembaga.
“Saya juga mohon terus jalin silaturahmi dengan kami. Karena lembaga Fakultas Agama Islam itu akan bisa tumbuh dan berkembang dengan baik itu dengan cara terlibatnya mahasiswa, alumni, dosen, dan juga mitra,” katanya.
Habib menegaskan perkembangan fakultas tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh pihak internal FAI Unikarta. Karena itu, ia berharap para lulusan yang kini berstatus sebagai alumni tetap memberikan dukungan dan terlibat dalam berbagai upaya pengembangan fakultas ke depan.
“Sebagai salah satu tim yang tentunya bisa mensupport untuk berkembangnya lembaga ini. Karena fakultas tidak bisa berkembang sendiri,” pungkasnya. (*)
Penulis & Editor: Ulwan Murtadho











