Search

Elly Asrie Achmad Kembali Pimpin Muslimah ABI Kukar 2025–2030, Fokus Penguatan Internal dan Ketahanan Keluarga

Jajaran pengurus dan anggota Muslimah ABI Kukar berfoto bersama setelah Muscab III yang diselenggarakan di Tenggarong pada Minggu, 27 Juli 2025. (Dok. Panitia)

BERITAALTERNATIF.COM – Elly Asrie Achmad terpilih kembali sebagai Ketua Pimpinan Cabang (Pimcab) Muslimah Ahlulbait Indonesia (ABI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk masa khidmat 2025–2030 dalam Musyawarah Cabang (Muscab) III yang digelar pada Minggu (27/7/2025).

Elly menyampaikan rasa syukurnya dan menegaskan bahwa amanah ini bukan semata-mata posisi formal, melainkan sebuah tanggung jawab kolektif yang menuntut kerja sama seluruh elemen organisasi.

Dia mengungkapkan bahwa selama periode sebelumnya, Muslimah ABI Kukar menghadapi keterbatasan sumber daya manusia yang cukup signifikan.

“Mayoritas dari kami adalah ibu rumah tangga. Yang memiliki keahlian teknis seperti IT dan manajerial bisa dihitung jari, mungkin hanya sekitar 20–30 persen,” jelasnya.

Meski demikian, organisasi tetap mampu menyelaraskan langkah dengan cabang-cabang lainnya secara nasional.

“Motivasi kami bukan karena ingin tampil, tapi karena tidak ingin organisasi ini vakum. Alhamdulillah, meskipun dengan keterbatasan, kita bisa tetap berjalan dan bahkan 100 persen program pusat bisa kami laksanakan,” lanjutnya.

Salah satu tantangan utama yang disoroti Elly adalah kurangnya kesadaran internal mengenai keberadaan Muslimah ABI.

“Banyak dari kalangan kita sendiri yang bahkan tidak tahu kalau Muslimah ABI itu ada. Mereka hanya mengenal yayasan. Ini realitas yang harus kita ubah,” ujarnya.

Dia menekankan pentingnya memperkuat identitas organisasi terlebih dahulu di tingkat internal, sebelum melangkah ke eksternal. “Kalau internal saja belum kenal, apalagi berharap dikenal secara eksternal?” tegasnya.

Mengusung tema besar Peran Strategis Muslimah dalam Memperkokoh Ketahanan Keluarga di Era Disrupsi, Elly menyampaikan bahwa rekomendasi hasil Muscab akan diformulasikan menjadi program-program konkret yang menyasar penguatan keluarga sebagai unit sosial dasar.

“Keluarga adalah fondasi masyarakat. Kami ingin menjadikan keluarga sebagai agen perubahan dan support system terbaik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.

Program Muslimah ABI Kukar ke depan akan fokus pada isu perempuan, anak, pendidikan, serta penguatan peran ibu dalam mendidik generasi bangsa.

Elly menegaskan bahwa Muslimah ABI Kukar sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, lembaga pendidikan, maupun organisasi masyarakat sipil. Namun, ia juga menggarisbawahi pentingnya penguatan legalitas dan administrasi organisasi.

“Dengan pengakuan administratif ini, kami bisa menjalin kerja sama secara resmi hingga ke tingkat kabupaten,” jelasnya.

Sebagai penutup, dia menolak konsep kepemimpinan yang terpusat pada figur tertentu. “Saya tidak mau dikenal karena nama pribadi. Kita harus kerja secara kolektif. Saya hanya bisa melangkah kalau teman-teman siap bersama,” tuturnya.

Ia berharap bahwa dalam periode lima tahun ke depan, Muslimah ABI Kukar akan tumbuh menjadi organisasi yang lebih solid, terbuka, dan berdampak, dengan menjadikan keluarga sebagai pusat gerakan sosial, serta membangun jaringan kolaboratif yang lebih luas dan efektif. (*)

Penulis & Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA