Search

Dekan FAI Unikarta Dorong Pendidikan Pranikah untuk Cegah Perceraian di Kukar

Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara, Dr. Habib Zainuri. (Dok. Berita Alternatif)

BERITAALTERNATIF.COM – Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Dr. Habib Zainuri, menilai upaya mencegah perceraian perlu dilakukan sejak sebelum pasangan memasuki kehidupan rumah tangga.

Pendapat tersebut disampaikannya menyusulnya tingginya angka perceraian di Kukar pada tahun 2026.

Menurutnya, persoalan perceraian tidak semestinya baru mendapat perhatian ketika pasangan suami istri telah menghadapi konflik. Langkah preventif perlu dilakukan sejak awal melalui pembekalan dan pendidikan yang memadai bagi calon pasangan.

Salah satu upaya yang dinilai penting adalah memperkuat pendidikan pranikah bagi calon pengantin.

Habib mengatakan, pendidikan pranikah yang diberikan melalui Kantor Urusan Agama perlu dipastikan tidak sekadar menjadi bagian dari pemenuhan persyaratan administratif. Materi yang diberikan harus benar-benar dipahami oleh pasangan sebagai bekal sebelum mereka menjalani kehidupan rumah tangga.

“Kalau pasangan belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai kehidupan pernikahan, sebaiknya ada mekanisme yang memastikan mereka benar-benar memahami hal tersebut terlebih dahulu sebelum memasuki kehidupan rumah tangga,” ujarnya kepada awak media Berita Alternatif di ruang FAI Unikarta pada Jumat (25/9/2026).

Dia berpendapat, kehidupan rumah tangga memiliki berbagai persoalan yang membutuhkan kesiapan dari kedua pasangan. Karena itu, calon pengantin perlu memahami tanggung jawab masing-masing, membangun komunikasi dalam keluarga, mengelola persoalan ekonomi, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai dinamika setelah menikah.

Ia menilai pendidikan mengenai kehidupan rumah tangga tidak cukup hanya diberikan menjelang pernikahan. Pembekalan mengenai kesiapan membangun keluarga perlu dilakukan secara lebih dini melalui lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

Habib mendorong agar edukasi mengenai kesiapan membangun rumah tangga mulai diberikan sejak usia sekolah.

Dia menyebut siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan salah satu kelompok yang perlu mendapatkan pemahaman lebih mengenai kehidupan keluarga serta konsekuensi dari keputusan untuk menikah.

Materi edukasi tersebut, sambungnya, dapat mencakup risiko pernikahan dini, kesiapan ekonomi, kematangan emosional, serta berbagai aspek lain yang perlu dipersiapkan sebelum seseorang memutuskan untuk membangun rumah tangga.

“Misalnya kepada anak-anak SMA, sosialisasi seperti ini perlu lebih sering dilakukan. Mereka perlu diberikan edukasi tentang risiko pernikahan dini, bagaimana mempersiapkan pernikahan, kesiapan ekonomi, hingga kesiapan emosional sebelum membangun rumah tangga,” sarannya.

Ia menilai pendekatan preventif terhadap berbagai persoalan sosial perlu dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi tidak seharusnya hanya diberikan ketika persoalan telah terjadi, tetapi juga diarahkan untuk membangun pemahaman masyarakat sejak dini.

Dalam konteks kehidupan rumah tangga, pembekalan sejak usia sekolah hingga menjelang pernikahan dinilai penting untuk membantu calon pasangan memahami tanggung jawab dan tantangan yang akan dihadapi dalam kehidupan keluarga. (*)

Penulis: Ahmad Rifa’i
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA