BERITAALTERNATIF.COM – Cafe Haha Reborn yang berlokasi di Jalan Patin, Nomor 52, RT 13, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi satu-satunya tempat yang menyajikan kopi Liberica yang diambil dari Desa Perangkat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kukar.
Manajer Cafe Haha Reborn Ari menjelaskan bahwa Liberica memang memiliki harga yang relatif tinggi dibanding Arabica dan Robusta. Pasalnya, proses produksinya lebih panjang dan penuh ketelitian.
“Kalau kopi Liberica, harga awalnya memang sudah mahal. Jadi, untuk dijual ke konsumen, otomatis berada di atas harga Arabica ataupun Robusta,” ungkapnya, Rabu (17/9/2025) malam.
Dia menyebutkan bahwa pihaknya sudah melihat secara langsung bagaimana kopi ini dipanen dan diolah. Dari situ, ia menilai kualitas Liberica sangat berbeda dengan jenis kopi lain.
“Di sana kami lihat proses panennya. Luwaknya aktif di malam hari,” jelasnya.
Setelah dipanen, biji kopi melalui proses pengolahan dan roasting dengan standar kebersihan yang ketat. Hal ini dilakukan agar cita rasa khasnya tetap terjaga.
“Proses roasting perlu dijaga betul, termasuk kebersihan kebunnya. Semua tahapannya dilakukan detail agar kualitas kopi tidak menurun,” sebutnya.
Keistimewaan Liberica menurutnya bukan hanya terletak pada aroma dan kekuatan rasa, tetapi juga pada kelembutan saat diseduh. Ciri khas inilah yang membuatnya istimewa. “Beans ini sangat otentik untuk rasa. Hasil akhirnya lembut di lidah,” ujarnya.
Dengan keunggulan itu, Cafe Haha Reborn menjadi satu-satunya kafe di Tenggarong yang menyediakan kopi Liberica. Hal ini sekaligus memperkenalkan kopi khas Kalimantan kepada masyarakat luas.
“Kami ingin memperkenalkan bahwa ada kopi lokal dengan kualitas tinggi yang bisa dibanggakan. Dan itu bisa dinikmati langsung di sini (Cafe Haha Reborn),” terangnya.
Ari memastikan harga Liberica di kafe tersebut tetap terjangkau bagi kalangan muda. Strategi ini dilakukan agar kopi berkualitas premium bisa dinikmati semua lapisan masyarakat.
Dengan demikian, Cafe Haha Reborn tidak hanya menjadi tempat nongkrong, tetapi juga destinasi bagi pencinta kopi yang ingin merasakan cita rasa Liberica asli Kalimantan.
“Tentu ini menjadi pengalaman baru bagi pengunjung dengan sajian kopi Liberica yang otentik dan berbeda,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ahmad Rifa’i
Editor: Ufqil Mubin












