BERITAALTERNATIF.COM – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, memastikan kesiapan modal pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Desa Handil Terusan, Kecamatan Anggana, tidak menjadi kendala.
Proyek tersebut kini memasuki tahap pengerjaan fisik setelah seluruh perizinan dinyatakan selesai.
Bupati Aulia mengatakan pembangunan SPBN di Anggana merupakan bagian dari penugasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar kepada PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM).
“Modal kita sudah cukup siap untuk itu. Karena izinnya sudah keluar, kita tinggal gas saja untuk terus,” kata Aulia, Senin 26 Oktober 2026.
Menurut dia, pembangunan SPBN menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam membantu nelayan mendapatkan akses bahan bakar minyak (BBM) yang lebih mudah.
Selain di Anggana, Pemkab Kukar juga menugaskan MGRM membangun SPBN di wilayah hulu.
Ia bilang, fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan bahan bakar nelayan, terutama di wilayah yang akses terhadap tempat pengisian BBM masih terbatas.
Pembangunan SPBN Anggana kini dilanjutkan setelah proses perizinan selesai. Tahapan ini menjadi pintu masuk bagi percepatan pengerjaan fisik di lapangan.
Direktur Utama MGRM, Efri Novianto, menyebut progres pembangunan saat ini diperkirakan mencapai 20 persen.
Lahan pembangunan telah tersedia. Sementara itu, dua unit tangki berkapasitas masing-masing 15 kiloliter (KL) sedang dalam pengiriman.
MGRM menargetkan pembangunan fisik SPBN tersebut rampung pada akhir 2026. Fasilitas itu direncanakan mulai beroperasi pada Januari 2027.
Efri menjelaskan, pembangunan SPBN membutuhkan waktu panjang karena harus melewati berbagai tahapan perizinan yang melibatkan sejumlah instansi.
Proses tersebut mencakup pendataan kapal nelayan, pengurusan dokumen Pas Kecil melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta penerbitan rekomendasi dari instansi perikanan.
Selanjutnya, MGRM harus menyelesaikan perizinan di Pertamina Patra Niaga, persetujuan lingkungan, dan persyaratan teknis lainnya.
Dia menyebut perizinan dari Pertamina Patra Niaga telah selesai sekitar satu hingga dua minggu. Penetapan pemenang tender juga telah rampung sehingga pengerjaan fisik dapat berjalan.
Ia berharap pembangunan SPBN berjalan lancar sesuai target. Efri juga meminta adanya kebijakan yang bisa mempercepat perizinan pembangunan fasilitas serupa di kawasan nelayan.
“Mudah-mudahan nanti ada kebijakan percepatan perizinan, khususnya untuk daerah kampung nelayan, agar tidak seribet yang kita alami hari ini,” tutup Efri. (Adv)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Devi Nila Sari











