Search

Bupati Berau Raih Dwija Praja Nugraha: Bukti Nyata Komitmen terhadap Pendidikan

Penulis. (Dok. Penulis)

Oleh: Riyawan*

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, kembali menjadi perhatian publik. Pada puncak peringatan HUT ke-80 PGRI di BritAma Arena, Jakarta, ia menerima penghargaan prestisius Dwija Praja Nugraha. Penghargaan ini hanya diberikan kepada kepala daerah yang dinilai benar-benar berkomitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan, kesejahteraan guru, dan kualitas SDM. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa upaya Pemkab Berau dalam memajukan pendidikan mendapat pengakuan nasional, bukan sekadar seremoni.

Sejak awal menjabat, Sri Juniarsih menempatkan pendidikan sebagai fokus pembangunan daerah. Hal ini dibuktikan dengan alokasi 20 persen APBD untuk sektor pendidikan, angka yang tidak mudah dipertahankan di tengah dinamika anggaran daerah.

Dia juga memastikan tidak ada pemotongan tunjangan ASN, termasuk guru. Menurutnya, guru memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan kompetensi generasi muda, sehingga kesejahteraan mereka harus terjaga agar kualitas pembelajaran ikut meningkat.

Potret Pendidikan Berau

Data BPS terbaru menggambarkan kondisi pendidikan di Berau:

  • Luas wilayah: 36.962 km²
  • 13 kecamatan & ±100 kampung
  • Jumlah penduduk 2024: ±299 ribu jiwa
  • Usia produktif (15–59 tahun): 67,01%

Namun tantangan yang dihadapi cukup serius. Tingkat pendidikan penduduk masih rendah:

  • Pendidikan tinggi: ±4,04%
  • SMA: 19,29%
  • SMP: 12,56%
  • SD: 17,33%
  • Belum tamat SD: 13,09%
  • Tidak/belum sekolah: 32,05%

Artinya, meskipun akses pendidikan dasar sudah baik, persentase warga yang menempuh pendidikan tinggi masih sangat kecil. Bahkan sepertiga penduduk masih belum atau tidak sempat mengenyam pendidikan formal.

Dari sisi akses pendidikan:

  • APM SD: 99,65% (hampir semua anak SD bersekolah)
  • APM SMP: 80,88% (terjadi penurunan signifikan)

Sementara itu, IPM Berau terus menunjukkan tren positif:

  • 2019: 74,88
  • 2020: 74,71
  • 2021: 75,20
  • 2022: 75,74
  • 2023: 76,71

IPM yang masuk kategori “tinggi” menunjukkan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Program Nyata

Untuk meraih Dwija Praja Nugraha, ada 16 indikator ketat yang harus dipenuhi. Berau dinilai unggul berkat program-program konkret seperti:

Pertama, menjaga keberlangsungan guru honorer serta memberikan perlindungan.

Kedua, meningkatkan tunjangan dan kompetensi guru melalui pelatihan rutin.

Ketiga, mengakselerasi digitalisasi sekolah agar pembelajaran lebih modern.

Keempat, menyediakan beasiswa bagi siswa berprestasi dan dari keluarga kurang mampu.

Berbagai kebijakan ini tidak berhenti pada wacana, tetapi benar-benar dijalankan dan terasa manfaatnya bagi guru dan pelajar.

Pembagian Laptop untuk Guru

Salah satu program yang paling diapresiasi adalah penyaluran laptop untuk guru, yang jadi bagian dari 18 program prioritas Bupati.

Hingga awal 2024:

  • 046 unit laptop telah diberikan untuk guru SD dan SMP.
  • 234 unit laptop tambahan dibagikan pada Maret 2024 untuk guru PAUD dan TK.
  • Totalnya, lebih dari 1.280 laptop sudah diterima tenaga pendidik.

Laptop diberikan kepada guru berprestasi dan memiliki kemampuan teknologi, dengan tujuan meningkatkan skill digital mereka. Program ini bikin banyak guru makin percaya diri menghadapi era pembelajaran modern dan membuktikan bahwa pemerintah daerah bukan cuma bicara, tapi benar-benar hadir untuk memudahkan pekerjaan guru. Program ini juga menjadi salah satu faktor kuat yang membuat Berau dipandang sebagai daerah yang serius membangun SDM dari akarnya.

Kolaborasi Erat dengan PGRI

Sri Juniarsih menegaskan penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama Pemkab Berau dengan PGRI. Ketua PGRI Berau, Mardiatul Idalisah, menyebut langkah-langkah seperti kenaikan tunjangan guru hingga digitalisasi sekolah menjadi alasan kuat Berau layak meraih pengakuan nasional.

Menariknya, ini bukan kali pertama Berau memenangkan penghargaan yang sama. Pada periode sebelumnya, Bupati Muharram (2016–2020) juga menerima Dwija Praja Nugraha. Hal ini menunjukkan adanya tradisi dan kesinambungan visi dalam pembangunan pendidikan.

Berau dikenal sebagai daerah kaya sumber daya alam. Namun, penghargaan ini menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada kekayaan alam, melainkan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM.

Dengan komposisi penduduk usia produktif mencapai 67%, peluang Berau untuk tumbuh semakin besar. Tantangannya adalah memastikan anak-anak yang bersekolah hari ini dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

Sri Juniarsih menegaskan bahwa penghargaan Dwija Praja Nugraha bukan garis akhir, tetapi motivasi untuk terus memperbaiki kualitas pendidikan, meningkatkan kesejahteraan guru, dan memperluas akses pendidikan.

Komitmen ini membuat masyarakat Berau tak ragu menunjukkan kebanggaan mereka terhadap pemimpin yang memprioritaskan masa depan generasi muda.

Kesimpulan

Penghargaan Dwija Praja Nugraha yang diterima Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menjadi bukti kuat bahwa pembangunan SDM di Berau bergerak ke arah yang benar. Mulai dari alokasi anggaran yang besar, perlindungan guru, program beasiswa, hingga digitalisasi sekolah, semuanya menunjukkan konsistensi komitmen Pemkab Berau.

Dengan IPM yang terus meningkat dan kolaborasi pemerintah dengan PGRI yang semakin solid, Berau menjadi contoh bahwa pendidikan adalah pondasi utama pembangunan masa depan. Selama komitmen ini dijaga, Berau berpotensi melaju semakin progresif dan berkelanjutan. (*Pengamat sosial)

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA