Search

Pragata Wistara Gafila Wakili Kaltim pada Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional di Jakarta

Siswa SD Muhammadiyah Tenggarong, Pragata Wistara Gafila, berhasil menorehkan prestasi dalam festival nasional di Jakarta. (Dok. SD Muhammadiyah Tenggarong)

BERITAALTERNATIF.COM – Kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Nasional diselenggarakan di lingkungan Kementerian Pendidikan melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) pada tanggal 22-26 Mei di Jakarta.

Festival ini merupakan bagian dari program nasional Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang diinisiasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), sebagai upaya melestarikan bahasa daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu mereka.

Sebelumnya, Final FTBI Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2025 sukses digelar pada 15–17 Oktober 2025 di Kota Samarinda.

Kegiatan tersebut diikuti siswa jenjang SD dan SMP dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur yang telah menjadi juara pada seleksi tingkat daerah, seperti Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, dan daerah lainnya.

FTBI menjadi ajang penting dalam menjaga eksistensi bahasa daerah di Kalimantan Timur, seperti Bahasa Paser, Melayu Kutai, dan Kenyah, agar tetap hidup dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu peserta yang berhasil mengharumkan nama daerah adalah Pragata Wistara Gafila, siswa SD Muhammadiyah Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pragata berhasil meraih Juara 1 Lomba Lagu Tingkilan pada FTBI Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2025 sehingga berhak mewakili Provinsi Kalimantan Timur pada Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional di Jakarta.

Pada tingkat nasional, kegiatan FTBI tidak lagi berupa perlombaan dengan penilaian juara, melainkan menjadi ajang selebrasi budaya dan bahasa daerah dari seluruh Indonesia.

Seluruh finalis yang mewakili provinsinya masing-masing tampil membawakan pertunjukan budaya, bahasa ibu, dan seni tradisional sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya Nusantara.

Dengan demikian, para peserta yang tampil di tingkat nasional merupakan para juara terbaik dari masing-masing provinsi dan menjadi representasi budaya daerah mereka di tingkat nasional.

Kepala SD Muhammadiyah Tenggarong, Suprianto, menyampaikan rasa bangganya atas capaian siswanya tersebut.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa generasi muda Kukar mampu berperan aktif dalam melestarikan budaya daerah, khususnya seni lagu tingkilan yang merupakan identitas masyarakat Kutai,” ujarnya.

Festival Tunas Bahasa Ibu tidak hanya menjadi ajang apresiasi budaya, tetapi juga wadah mempererat kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah dan seni tradisional. Melalui kegiatan ini, diharapkan warisan budaya bangsa tetap terjaga dan terus diwariskan lintas generasi. (*)

Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA