BERITAALTERNATIF.COM – Sumber-sumber yang terafiliasi dengan PBB membunyikan alarm peringatan tentang kelaparan parah di Gaza dan menyerukan pengiriman bantuan besar-besaran ke wilayah tersebut.
Menurut laporan Mehr News Agency yang mengutip Al Jazeera sebagaimana dilansir pada Sabtu (2/8/2025), seorang pejabat eksekutif UNICEF menyatakan bahwa situasi di Gaza sangat mengerikan, dengan wilayah itu menghadapi ancaman kelaparan hebat yang semakin memburuk dari waktu ke waktu.
Pejabat tersebut mengatakan bahwa mereka memiliki bukti bahwa Gaza telah melampaui ambang batas kelaparan, dan satu dari setiap tiga orang menghabiskan hari-harinya tanpa makan.
“Kami membutuhkan Gaza dipenuhi bantuan dengan membuka jalur-jalur penyeberangan,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa bantuan tidak masuk ke Gaza dengan kecepatan dan jumlah yang memadai. Anak-anak di Gaza kelaparan hingga meninggal, dan ribuan orang menderita kekurangan gizi akut.
Sementara itu, Kepala Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini mengkritik ketergantungan pada bantuan udara kemanusiaan.
Dia menyebut bantuan udara 100 kali lebih mahal dibandingkan pengiriman melalui truk, sementara kapasitasnya hanya setengah dari muatan truk.
Lazzarini pada Jumat waktu setempat mengatakan, jika ada kemauan politik untuk menyetujui pengiriman bantuan udara yang sangat mahal, tidak memadai, dan tidak efisien, maka harus ada kemauan politik serupa untuk membuka jalur bantuan melalui darat.
Selain itu, salah satu pemimpin Hamas di Jalur Gaza Bassem Naim menilai pengiriman bantuan kemanusiaan melalui udara berbahaya bagi penduduk Gaza. (*)
Editor: Ufqil Mubin











