BERITAALTERNATIF.COM – Binaragawan dan tokoh kebugaran nasional, Ade Rai, kembali menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, terutama dalam hal pola makan dan gaya hidup sehari-hari.
Dalam pernyataannya baru-baru ini, Ade mengkritisi ketergantungan berlebih terhadap pengobatan dan medikasi, serta mengajak masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku demi kualitas hidup yang lebih baik.
“Kalau perilaku buruk tetap dipertahankan, maka endgame-nya adalah penambahan dosis obat, tubuh makin rapuh, efek samping makin banyak. Lalu kita menyalahkan nasib. Padahal, yang dibutuhkan adalah kesadaran dan perubahan,” ujarnya sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Dunia Ade Rai pada Senin (26/5/2025).
Dia menekankan bahwa kecerdasan bukan hanya dalam hal keuangan, tetapi juga dalam menjaga kesehatan.
Menurutnya, banyak penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2 sebenarnya bisa dicegah bahkan dibalik (reversed) melalui perubahan gaya hidup.
“Dari normal jadi pre-diabetes, terus diabetes tipe 2, bahkan bisa masuk ke end-stage diabetes. Tapi kalau kita ubah kelakuan, itu bisa di-reverse,” jelasnya.
Ade menjelaskan beberapa tanda awal gangguan metabolik atau resistensi insulin seperti buncit, pergelangan tangan sering bengkak karena retensi air, mudah lapar, hingga munculnya bercak hitam di leher atau lipatan kulit (dark skin patches).
Dia menyebutkan bahwa kondisi ini seringkali diabaikan padahal merupakan sinyal tubuh akan tingginya kadar gula darah.
Ia pun menyarankan seseorang yang sedang mengalami resistensi insulin untuk memprioritaskan makanan yang tinggi protein ketimbang karbohidrat.
“Protein membantu melepaskan hormon kenyang dan mendukung kestabilan gula darah,” tuturnya, sambil menyebut istilah protein leverage hypothesis, yakni teori bahwa rasa lapar berkepanjangan bisa terjadi akibat kurangnya asupan protein.
Lebih lanjut, Ade menyinggung dampak kadar gula darah tinggi terhadap ginjal dan sistem hormonal tubuh. Ketika tubuh terus-menerus mengalami kelebihan gula, ginjal akan bekerja ekstra untuk membuangnya melalui urin, yang akhirnya bisa menyebabkan kelelahan hingga gagal ginjal. Kondisi ini juga berdampak pada ketidakseimbangan hormonal.
“Buat perempuan bisa muncul gejala PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome), seperti menstruasi tidak teratur. Bagi pria, bisa menyebabkan disfungsi ereksi karena aliran darah tidak lancar ke organ vital,” tambahnya.
Sebagai penutup, Ade mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap sinyal tubuh dan segera mengambil tindakan dengan memperbaiki pola makan serta gaya hidup.
Menurutnya, kesehatan adalah investasi jangka panjang yang harus dimulai dari sekarang. (*)
Penulis & Editor: Ufqil Mubin












