BERITAALTERNATIF.COM – Zulkarnain, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), resmi menyatakan diri maju sebagai Calon Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas untuk periode mendatang.
Dengan latar belakang pengalaman organisasi yang kuat, baik internal maupun eksternal kampus, dia membawa visi besar untuk menjadikan Unikarta sebagai kampus yang aktif, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat.
Dalam penyampaiannya, ia mengaku pernah terlibat dalam pengurusan BEM Unikarta maupun organisasi kampus lainnya, termasuk UKM Pers Mahasiswa (Persma), UKM Pusma, serta Formadiksi.
Mahasiswa semester tujuh ini juga aktif di Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kutai Kartanegara. Pengalaman itu disebutnya membentuk karakter gerakan dan kepemimpinan yang dibawanya hingga saat ini.
“Sejak berorganisasi di internal kampus, saya terlibat dalam banyak kegiatan. Itu memotivasi saya untuk terus bergerak dan memimpin. Saya ingin melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh pengurus sebelumnya,” ujarnya kepada awak media Berita Alternatif pada Selasa (9/12/2025).
Zulkarnain menyebut jargon “Unikarta Prioritas” yang digunakan pengurus BEM periode sebelumnya sebagai gerakan yang telah berjalan baik dan perlu dilanjutkan.
Dia mengaku siap menjaga dan mengembangkan arah gerakan tersebut.
Zulkarnain membawa tiga poin besar dalam visi misinya, yaitu: Pergerakan (movement), inklusivitas, dan dampak sosial.
Pertama, pergerakan: menciptakan kampus dengan jiwa aktivisme mahasiswa. Dia menekankan pentingnya menjadikan kampus sebagai pusat pergerakan intelektual dan sosial.
Ia menilai bahwa gerakan mahasiswa di Unikarta beberapa tahun terakhir tidak terlihat secara nyata, terutama pada tingkatan BEM Fakultas.
“Tentu harus ada pemimpin yang mampu menaungi seluruh fakultas. Jangan sampai kepemimpinan ke depan dipimpin oleh orang yang tidak punya jiwa gerakan,” katanya.
Zulkarnain menegaskan bahwa mahasiswa harus hadir sebagai representasi suara publik, terutama saat masyarakat menghadapi ketidakadilan atau kebijakan sosial yang merugikan.
Kedua, inklusivitas: BEM untuk semua mahasiswa. Isu inklusivitas menjadi salah satu fokusnya. Dia menolak anggapan bahwa BEM hanya milik kelompok tertentu atau pengurus saja.
“Sudah cukup anggapan bahwa BEM itu milik segelintir orang. BEM ini milik semua mahasiswa, dari Fisip, Ekonomi, Pertanian, Hukum, Agama Islam, dan lainnya,” tegasnya.
Dia ingin memastikan seluruh fakultas terlibat dalam komunikasi dan pengambilan keputusan di BEM.
Ia juga mendorong kolaborasi lintas fakultas dan lembaga, dengan melihat adanya kesamaan struktur bidang baik di fakultas maupun tingkat universitas.
Dengan kolaborasi ini, kata Zulkarnain, kegiatan kampus akan lebih efisien, efektif, dan berdaya guna. “Anggaran bisa dibagi, SDM kepanitiaan lebih banyak, dan kegiatan pun bisa berjalan lebih maksimal,” katanya.
Ketiga, berdampak sosial: mahasiswa turun ke lapangan, bukan hanya di ruangan. Dia menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh lepas dari kerja-kerja sosial yang nyata.
Ia ingin menghadirkan BEM yang aktif menggandeng instansi pemerintah seperti Dinas Sosial dan Dinas Lingkungan Hidup Kukar.
“Jika saya diamanahkan memimpin, saya ingin melibatkan mahasiswa dalam kegiatan sosial seperti bakti sosial, penanaman pohon, dan program lingkungan lainnya,” ucapnya.
Menurutnya, gerakan yang berdampak sosial ibarat menanam pohon yang tumbuh, mekar, dan menghasilkan buah. “Buahnya itu harus bisa dipetik oleh masyarakat dan mahasiswa,” tambahnya.
Zulkarnain menegaskan bahwa pencalonannya bukan sekadar ambisi pribadi, tetapi bentuk tanggung jawab moral untuk melanjutkan fondasi yang telah dibangun pendahulunya.
Dia menyatakan siap meneruskan arah gerakan BEM Unikarta sekaligus membawa pembaruan yang lebih inklusif dan berdampak luas.
“Jika saya diamanahkan, saya akan menjaga dan mengembangkan gerakan ini. BEM harus hadir, terlihat, dan bermanfaat,” tutupnya. (*)
Penulis: Ahmad Rifai
Editor: Ufqil Mubin












