Search

Yaman Bersumpah Membalas setelah Serangan Israel yang Gagal di Sana’a

Serangan udara Israel di Sana'a Yaman. (Tasnim News)

BERITAALTERNATIF.COM – Jet tempur Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke ibu kota Yaman, Sana’a. Serangan ini menghantam kawasan pemukiman, fasilitas minyak, pembangkit listrik, hingga kompleks istana presiden. Warga setempat menyebut serangan itu sebagai salah satu yang paling dahsyat dalam beberapa bulan terakhir.

Saksi mata melaporkan setidaknya sepuluh ledakan kuat mengguncang kota, disertai asap hitam pekat yang membubung tinggi. Gambar-gambar yang beredar di media sosial memperlihatkan kebakaran besar dan kerusakan parah di kawasan padat penduduk.

Media Israel menggambarkan serangan ini sebagai “operasi berskala besar” dengan tujuan menghabisi para pemimpin gerakan Ansarullah Yaman. Mereka juga mengklaim kapal perang Israel ikut ambil bagian, sebuah tanda bahwa agresi Tel Aviv semakin meluas.

Namun, gerakan Ansarullah segera membantah klaim tersebut. Pejabatnya, Nasr al-Din Amer, menegaskan bahwa narasi Israel hanyalah “isapan jempol” dan serangan itu “gagal total” mencapai targetnya.

Ia menekankan bahwa operasi militer Yaman akan terus berlanjut sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina di Gaza.

“Laporan tentang penargetan para pemimpin di Sana’a tidak benar,” kata Amer.

Dia menambahkan bahwa dukungan Yaman untuk Gaza akan tetap kokoh dan tidak akan goyah.

Militer Israel kemudian mengaku bertanggung jawab atas serangan udara itu. Mereka mengatakan telah menyerang “fasilitas militer” di Sana’a sebagai balasan atas peluncuran rudal dari wilayah Yaman yang sebelumnya berhasil dicegat sebelum mencapai wilayah Palestina yang diduduki.

Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mahdi al-Mashat, mengecam eskalasi Israel dan Amerika. Dia menuding Washington sebagai pihak yang memperkeruh perang. Bahkan ia menyindir pengerahan kapal induk USS Harry S. Truman, yang menurutnya sudah kehilangan efektivitas sejak awal konflik.

“Setiap kali kalian mendengar bahwa musuh Amerika dengan pemerintah gilanya mengirim pasukan, tetaplah tenang. Itu artinya senjata mereka sudah gagal,” kata al-Mashat.

Dia kembali menegaskan posisi Yaman yang “tegas dan prinsipil” untuk mendukung Gaza sampai agresi dan blokade benar-benar berakhir.

Sejak perang Israel di Gaza meletus pada Oktober 2023, pasukan Yaman semakin gencar melakukan operasi balasan. Mereka berjanji akan terus berjuang hingga serangan militer Israel dan pengepungan di Gaza dihentikan.

Israel bersama sekutunya, termasuk Amerika Serikat, terus meningkatkan kampanye militer dengan menargetkan lokasi strategis di Yaman, terutama di Sana’a dan pelabuhan Laut Merah Hudaydah.

Infrastruktur vital, mulai dari bandara hingga pembangkit listrik, ikut dihantam, memperparah penderitaan kemanusiaan di negara yang memang sudah lama dilanda perang. (*)

Sumber: Tasnim News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA